BREAKING NEWS :
Empat Mal di Pekanbaru Bakal Diawasi Tim Gabungan, Pastikan Warga Disiplin Protokol Kesehatan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA

15:00 - Walaupun New Normal, Check...
12:13 - Pemprov Bakal Libatkan IDI...
12:16 - Gubri Sidak ke Sejumlah OP...
15:19 - Antisipasi Lonjakan Kasus ...
15:19 - Tiga Daerah di Riau Masuk ...
18:14 - Dukung PSBB, Enam daerah d...
16:28 - Pantau Pelaksanaan PSBB Du...
14:30 - Pemprov Riau Salurkan Bant...
13:45 - Pemprov Riau Terbitkan SE ...
12:49 - Gubri Serahkan Bantuan Log...
12:31 - Pemprov Riau Terima Bantua...
12:16 - Sambut Idul Fitri, Gubri R...
10:49 - Gubri Minta Masyarakat Pat...
15:01 - Pemprov Riau akan Lakukan ...
14:49 - Pemprov Riau Tanggapi Seri...
09:47 - Pemprov Riau Realokasi APB...
19:02 - Soal PSBB Seluruh Riau, Pe...
18:54 - Pemprov Riau Beri Sembako ...
14:27 - Pemprov Riau Hanya Ajukan ...
15:03 - Serahkan Secara Langsung, ...
 
Atasi Karhutla, Pemprov Riau Butuh Dana Rp150 Miliar Beli Alat Berat
Senin, 14 Oktober 2019 - 06:02:13 WIB

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bakal mengupayakan excavator untuk sejumlah kecamatan yang rentan mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Excavator itu dibanderol Rp2 miliar per unit.  

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Riau, Ervin Rizaldi mengatakan, pengerahan alat berat itu bertujuan untuk membantu warga menerapkan pendekatan ramah lingkungan dalam mengelolah lahan.

"Ada 75 kecamatan yang rawan karhutla. Kita menekankan pengelolahan lahan tanpa membakar dengan mengerahkan excavator untuk masing-masing kecamatan itu," katanya, Sabtu (12/10), seperti yang dilansir dari gatra.

Adapun sumber duit untuk membeli excavator itu kata Ervin bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), maupun sumber bantuan lainya.

"Sumber dana ada APBD, APBN dan bantuan lainnya. Pengadaan excavator itu tidak bisa sekaligus, tapi bertahap. Nanti kalau alat berat itu sudah ada, pengoperasiannya bakal dikelola oleh Camat," terangnya.

Berdasarkan data Satgas Karhutla Riau, luas kebakaran yang melanda Provinsi Riau sepanjang tahun 2019  mencapai 6.541,76 hektar. Luasan itu tersebar di 12 kabupaten dan kota yang ada di Riau. Lalu menurut penuturan Kepala BNPB Letjend TNI Doni Monardo, 99 persen karhutla terjadi oleh ulah manusia.

Di sisi lain, aktivis lingkungan hidup Riau, Muslim Rasyid berharap Pemprov Riau juga mengarahkan perhatiannya kepada korporasi yang membakar lahan. Soalnya kata Muslim, sejumlah perusahaan juga terindikasi membakar lahan untuk kegiatan usaha. "Perusahaan selalu mengatakan mustahil kami bakar kebun kami sendiri. Pernyataan semacam itu terkesan ingin mengalihkan perhatian," katanya. *

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Empat Mal di Pekanbaru Bakal Diawasi Tim Gabungan, Pastikan Warga Disiplin Protokol Kesehatan
  • Trump Hapus Perlindungan Hukum Medsos
  • Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad sudah Terima Hampir 6.000 Sampel
  • Menpan Keluarkan SE, PNS Lanjut Kerja dari Rumah hingga 4 Juni
  • Sukseskan New Normal, Polda Riau akan Libatkan 1.131 Personel
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved