BREAKING NEWS :
Dari Pejabat hingga Warga Sekitar Ramai Hadiri Aqiqah Anak ke-4 TAF
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA

13:52 - Wagubri: Dana Desa Bisa Te...
12:08 - Seluruh Biro Dituntut Ting...
15:43 - Edwar Sanger: BNPB Proses ...
11:56 - Gubri Resmi Canangkan SP O...
16:58 - Gubri Paparkan Persoalan I...
10:33 - Pemprov Riau akan Kirimkan...
21:51 - Sekdaprov Riau Bangun Sine...
18:38 - Empat Bupati dan Walikota ...
18:18 - Gubernur Riau dan Kapolda ...
16:19 - Provinsi Riau Raih Predika...
06:13 - Besok, Gubri Tetapkan Stat...
19:40 - Tak Ada Hambatan, Kegiatan...
18:06 - Kemenlu Ajak Pemprov Riau ...
15:27 - Bentrokan saat Eksekusi La...
14:43 - Wagubri Berharap Riau Jadi...
12:56 - Gubri Hadiri Rakornas, Pre...
08:08 - Pagi Ini, Gubri Hadiri Ra...
17:27 - Hasil Assessment KASN Belu...
14:26 - Gubri dan Wagubri Tinjau L...
13:36 - Soal Anggaran Karhutla, Gu...
 
Prihatin, Wagubri Sebut 5.368 Orang Terjangkit HIV/AIDS di Riau
Senin, 07/10/2019 - 13:05:18 WIB
Wagubri Edy Natar saat memberikan kata sambutan.
Wagubri Edy Natar saat memberikan kata sambutan.
TERKAIT:

PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution mengatakan 5.368 orang di Riau terjangkit HIV/AID. Tentu saja kondisi ini membuat prihatin Wagubri.

Hal ini disampaikan Wagub pada saat kegiatan sosialisasi dan penyuluhan bahaya Narkoba, HIV dan AIDS bagi pemuda/pemudi, Senin (7/10/2019) siang di Pustaka Wilayah Soeman HS Pekanbaru yang ditaja Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau.

"Hasil laporan dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau secara komulatif sejak tahun 2018 yang lalu ada sekitar 2.900 kasus HIV dan 2.468 kasus AIDS. Maka untuk keseluruhan kasus HIV/AIDS di pada Provinsi Riau sejak tahun 2018 totalnya mencapai 5.368 kasus," sebut Edy.

"Sebab itu, untuk kedepan semoga dengan adanya sosialisasi ini, Provinsi Riau bisa mengatasi masalah Narkoba dan HIV/AIDS supaya generasi bangsa kita dapat tetap terpelihara," tukasnya

Edy Natar Nasution mengatakan pemuda mempunyai peranan yang besar untuk mewujudkan dan membawa Bangsa Indonesia lebih maju kedepannya. Maka dari itu jangan pernah sekali-sekali mencoba yang namanya Narkoba.

Lanjut Edy, pada kegiatan sosialisasi serta penyuluhan Narkoba dan HIV/AIDS ini, merupakan momentum yang sangat baik untuk meningkatkan peran dalam penanggulangan Narkoba dan HIV/AIDS, terutama bagi pemuda dan pemudi Provinsi Riau.

"Peran serta dan sinergi semua stakeholder dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun lapisan masyarakat tentu menjadi kunci keberhasilan dalam upaya membebaskan pemuda/pemudi penerus bangsa dan terkhususnya Riau dari bahaya Narkoba, HIV/AIDS," sebut Edy.

Edy juga menyebutkan, peredaran Narkoba telah menjadi isu nasional yang berkembang di Indonesia saat ini. "Kita lihat sekarang peredaran Narkoba dan status Indonesia dalam peta peredaran Narkoba Internasional. Dimana saat ini Indonesia tidak hanya negara transit saja, tetapi Indonesia sudah berubah menjadi salah satu negara produsen Narkoba," sebutnya.

Dan sasaran Narkoba sendiri, tidak memandang status dan umur. Semua yang bisa teperdaya maka akan hancur secara perlahan. Oleh karena itu penanganan narkoba ini tidak bisa asal-asalan saja, tetapi memang harus di lakukan secara ekstra dan terus menerus memantau sampai tuntas ke akarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Riau Doni Aprialdi mengatakan peran pemuda sangat menentukan nasib Bangsa dan negara Indonesia dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional. Karena itu diperlukan pemuda yang berakhlak mulia, sehat, tangguh, cerdas, mandiri serta profesional. Untuk mewujudkan ini, salah satu caranya yaitu menjauhkan pemuda dari pengaruh Narkoba, HIV/AIDS.

Lanjut Doni, karena dampak dari Narkoba, HIV/AIDS ini sangat berbahaya terhadap gangguan kesehatan, fisik serta gangguan fungsi organ hingga pada tahap penularan virus HIV/AIDS.

"Dan tidak itu saja, narkoba bisa menjadi meningkatnya kekerasan dan kriminalitas serta hancurnya sebuah masyarakat dan generasi bangsa. Ditambah lagi bisa menyebabkan kematian bagi pemakai dan yang terjangkit virus HIV/AIDS," jelas Doni.

Jelasnya, bersempena dengan hari Sumpah Pemuda yang ke 91 tahun 2019, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau, telah bekerjasama dengan BNNP Riau, serta Dir Narkoba Polda Riau yang sekaligus mendukung program kerja tim Pencegahan, Pemberantasan dan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (PPPPGN).

Doni juga menjelaskan akan melaksanakan kegiatan dan rencana aksi di antaranya sosialisasi dan perlindungan bahaya narkoba HIV/AIDS kepada 3.000 pemuda Riau. Kegiatan akan dilaksanakan mulai hari Senin ini selama 12 hari kedepan di wilayah empat kabupaten/kota, yaitu Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan (Pekansikawan).

Acara turut dihadiri perwakilan Polda Riau, ASN dan perwakilan dari siswa SMA yang ada di Pekanbaru, termasuk juga siswa disabilitas.

Penulis : Rivo Wijaya
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Dari Pejabat hingga Warga Sekitar Ramai Hadiri Aqiqah Anak ke-4 TAF
  • Kapal Rusak, 5 WNA Terdampar di Bengkalis
  • 287.965 Peserta yang Tidak Hadir Dikenai Sanksi Tak Bisa Ikuti Tes CPNS Berikutnya
  • UAS Ajak BAZ- LAZ Cari Solusi Menolong Suku Talang Mamak di Riau
  • Peroleh 28.518 Dukungan, dr Nurhadi SPOg-Kapten (Purn) Toni Sutianto Serahkan Berkas ke KPU
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved