BREAKING NEWS :
Satu Bulan DPO, Pria Diduga Pelaku Penganiayaan di Inhil Ditangkap di Jambi
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA

15:39 - SK Penjabat Sekdaprov Riau...
18:02 - Gubri Berharap Pertemuan d...
12:26 - Pemprov Riau Bahas UU Kehu...
16:33 - Belum Ada Kepastian, Gubri...
12:33 - Terima Kedatangan Raja Mud...
17:09 - Prestasi Kontingen Riau pa...
10:25 - Pahlawan Tidak hanya yang ...
13:03 - Pemprov Riau Minta Bantuan...
12:18 - Pj Sekda Beberkan Langkah ...
08:55 - DPM-PTSP Riau Terima Pengh...
13:22 - Kota Pekanbaru Peringkat S...
13:07 - Bentuk UPG, Wagubri: Konse...
12:33 - Gubri Sebut Target Bantuan...
15:51 - Gubri Beberkan Langkah-lan...
18:55 - Wakil Rakyat Tolak Rencana...
17:02 - Gubri Ingin Wujudkan Kota ...
13:44 - GAWAT! Riau Peringkat 11 K...
07:02 - Pagi Ini, Wamenlu Malaysia...
15:27 - Naik 8,5 Persen, UMP Riau ...
14:12 - Bantah Jubir, Prabowo Teta...
 
Gubri Tegaskan Polda Riau akan Tangkap Siapa yang Menanam di Lahan Terbakar
Minggu, 22/09/2019 - 08:53:01 WIB

PEKANBARU - Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi, menegaskan kepada bupati dan walikota se Provinsi Riau, agar kepala desa (kades), lurah dan camat, menginventarisir lahan yang terbakar tahun ini. Karena, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko akan menangkap siapa saja yang menanam di lahan yang terbakar tahun ini.

"Saat rapat dengan Presiden RI Joko Widodo kemarin, bersama bupati dan walikota telah disepakati. Semua tanah (lahan, red) yang terbakar tahun ini diinventaris oleh kades, lurah, dan camat," kata Syamsuar kepada Wartawan, Minggu (22/9/2019).

Setelah diinventaris kades, lurah, dan camat, ditegaskan Syamsuar, untuk koordinasi dan menyerahkan berkas tersebut ke Kapolsek atau Kapolres untuk ditindaklanjuti.

"Jangan pulak sempat keluar SKT (Surat Keterangan Tanah), di lahan yang terbakar. Sempat ada yang mengeluarkan kita tindak tegas. Hal ini kami serius jangan lalai," ungkap Syamsuar.

Hal ini ditegaskan Syamsuar, harus menjadi perhatian bersama. Bukti keseriusan Pemerintah Provinsi Riau, dikatakan Syamsuar, telah terbentuk Tim Terpadu Penertiban Penggunaan Kawasan/Lahan Secara Ilegal di Provinsi Riau, berdasarkan keputusan Gubernur Riau Nomor: Kpts.911/VIII/2019, 2 Agustus 2019.

"Tentunya dalam hal ini kades, lurah dan camat, tahu siapa pemilik lahan yang terbakar tersebut. Karena data surat kepemilikan tanah awalnya diurus tingkat desa dan kelurahan atau kecamatan," ujar Syamsuar.

Dengan inventaris lahan ini, Syamsuar berharap persoalan karhutla tidak terulang lagi tahun depan di Bumi Lancang Kuning ini. Karena tugas pemerintah daerah itu mensejahterakan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat.

"Pemberdayaan masyarakat bukan melulu tanaman sawit, banyak tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi yang dapat mensejahterakan masyarakat. Contohnya, belum lama ini di Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, saya menghadiri penanaman perdana tanaman kopi di lahan TORA (Tanah Objek Reforma Agraria," jelas Syamsuar. (Adv)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Satu Bulan DPO, Pria Diduga Pelaku Penganiayaan di Inhil Ditangkap di Jambi
  • Kapolda Benarkan Penangkapan 5 Terduga Teroris di Riau, Indentitas Masih Rahasia
  • SK Penjabat Sekdaprov Riau Berakhir Besok, BKD: Ahmad Syah Harrofie Sebagai Plh
  • Polda Riau Tingkatkan Kualitas Penjagaan, Belum Ada Keterangan Terkait Terduga Teroris Kampar
  • DPRD Sarolangun Jambi Sambangi Setwan DPRD Kuansing
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved