BREAKING NEWS :
Azwendi Ikut Awasi Penyerahan KPM-PKH di Tenayan Raya
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA

18:06 - Gubri Sebut Kasus Terkonfi...
16:55 - PT PAA dan PT Musim Mas Se...
16:05 - WIKA Industri Manufaktur K...
15:02 - Gubri Berharap Program San...
13:54 - Gubri Apresiasi Bantuan 10...
17:55 - Terima Kunjungan FDAPT Ria...
12:32 - TP PKK dan BK3S Riau Terus...
14:57 - Bagi yang Ingin Lewat Jala...
14:50 - Gubri Lantik Penjabat dan ...
22:03 - Gubri Minta Bantuan Presid...
16:47 - Tol Permai Diharap Dorong ...
12:42 - Gubri Berharap UMKM Riau M...
07:44 - Tunggu SK, Gubri Akan Lant...
16:10 - Pemprov Riau Berharap RSTP...
14:11 - Presiden Jokowi Resmikan T...
13:21 - Pemprov Riau Akan Tambah J...
12:46 - Pemprov Riau Masih Tunggu...
11:18 - Jelang Dua Hari Bertugas, ...
16:05 - PT TGI Serahkan Bantuan 35...
12:18 - Gubri Teken Nota Kesepakat...
 
 
Bentuk Tim, Gubri Tertibkan Kebun Sawit Ilegal Seluas 1,2 Juta Ha
Senin, 12 Agustus 2019 - 19:03:26 WIB
Gubenur Riau, Syamsuar beri keterangan terkait penertiban lahan ilegal.
Gubenur Riau, Syamsuar beri keterangan terkait penertiban lahan ilegal.
TERKAIT:

PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution beserta Satgas, Polri dan jajaran, melakukan rapat pembahasan Penertiban Kawasan dan Lahan yang Ilegal, Senin (12/8/2019) pagi di ruang rapat Melati kantor Gubernur Pekanbaru.

Banyaknya Kawasan dan Lahan yang di gunakan secara Ilegal menjadi perhatian khusus bagi pemerintah Provinsi Riau sendiri, luas kawasan dan lahan yang akan ditertibkan yaitu 1,2 juta hektare (ha) lahan perkebunan Ilegal.

Gubri Syamsuar mengatakan kepada metroriaugruop sebelum memulai penertiban harus lakukan survei dulu. "Dalam pembahasan tadi kami juga sudah membentuk  tiga Tim kecil dan tim ini langsung diketuai Wagub Edy Natar Nasution. Nantinya tim kecil ini yang akan bekerja mencari data sekaligus menertipkan kawasan/lahan yang melanggar aturan," jelasnya.

"Tiga Tim yang dibentuk Syamsuar antara lain, pertama Tim Pengendali, Tim Operasi dan Tim Yustisi," urainya.

Kriteria hutan ilegal ini diantaranya adalah tidak adanya izin dari lahan perkebunan tersebut dan kedua, perkebunan yang berada dalam kawasan hutan. 

"Intinya buat sekarang, data yang kita terima dari Dinas Kehutanan, semua datanya belum kongkret dan buat sekarang kita biarkan dulu tim bekerja,"tutupnya.

Penulis: Rivo Wijaya
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Azwendi Ikut Awasi Penyerahan KPM-PKH di Tenayan Raya
  • Satpol PP Dumai: Kesadaran Masyarakat Gunakan Masker Mulai Tinggi
  • Gubri Sebut Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Riau Meningkat karena Banyak Swab Mandiri
  • Kampanye Dialogis, Samda: Tingkatkan Produksi Batu Bata dengan Mesin Pencetak
  • Putusan Inkracht, Rumah Warga di Jalan Tandun Dieksekusi Setelah 12 Tahun Bersengketa
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved