Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

13:20 - Paling Lambat Pertengahan ...
16:53 - Dihadiri Bupati, Pemkab Pe...
16:39 - RAPP Gelar Seminar Nasiona...
16:03 - Tolak RUU Omnibus Law, Rat...
08:26 - Pemerintah Pusat Serius Du...
14:48 - Diikuti 111 Peserta, Tes C...
11:11 - Dinilai Tak Serius Tangani...
17:35 - Perkuat Aturan Spektrum Fr...
17:09 - Peringatan Bulan K3 PT RAP...
15:04 - Tahun Ini, Kuota CJH Pelal...
11:30 - Siap-siap, Pelaksanaan SKD...
20:28 - Diduga Besok Akan Diekseku...
16:15 - Peduli Penghijauan, Polres...
18:00 - PT Musim Mas Serahkan Bant...
12:12 - Banjir di Pelalawan Masih ...
17:33 - Komisi V DPR RI H Syahrul ...
13:23 - Bupati Pelalawan Lantik 27...
14:53 - Sambangi Korban Banjir di ...
09:56 - Bupati Pelalawan Lantik 6 ...
17:14 - Kapolres Pelalawan Ajak Ma...
 
Waralaba Menjamur, Pedagang Kecil Makin Tertindas
Minggu, 17/01/2016 - 16:44:03 WIB

PELALAWAN - Menjamurnya usaha waralaba minimarket seperti Alfamart dan Indomaret di Kabupaten Pelalawan dikeluhkan pedagang kecil. Dimana sebagian pedagang Kecil yang berjualan di Jalan Lintas Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci mengeluhkan pendapatan mereka merosot tajam.
   
Salah satu pedagang yang berjualan di Jalan Lintas Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci Ujang mengatakan, semenjak ada waralaba seperti Alfamart dan Indomaret yang sudah menjamur bisnisnya terasa sepi, pendapatan sehari bisa merosot sampai 50 persen. Persaingan bisnis seperti itu menurutnya merugikan dirinya selaku pedagang kecil. Dimana pemilik toko bermodal kecil terpaksa kalah bersaing dengan perusahaan bermodal besar.
   
"Mereka modalnya besar, ambil barang banyak jadi harga bisa ditekan. Otomatis kita yang pedagang modal dikit jadi kalah, tebus barang dari agen saja sudah susah sekarang. Dengan makin banyaknya usaha tersebut, membuat kami merasa tertindas saja," ujarnya.

Ujang juga mengatakan, selain itu, kondisi makin parah dengan jumlah waralaba yang terus tumbuh. Dirinya mengeluhkan waralaba tersebut dibangun dalam lokasi yang berdekatan. Pihaknya sebagai pedagang kecil mengaku kalah modal.

"Di Kecamatan Pangkalan Kerinci saja, dengan jarak yang tak sampai 4 km, ada 20 waralaba minimarket berdiri. Otomatis masyarakat jadi malas belanja ke pasar. Sebab, toko seperti itu hampir menjual semuanya," imbuhnya.
   
Keluhan senada juga diungkapkan pedagang lainnya Sunarto. Ia megeluhkan penghasilan sejak adanya waralaba ini turun. Biasanya omset mencapai kurang lebih 4 juta sekarang bahkan 2 juta pun tidak sampai omset yang didapat, karena sepinya pembeli yang berbelanja ketempat dirinya.
     
"Kalo sudah banyak, kita yang susah karena kalah modal. Dengan makin menjamur usaha Alfamart dan Indomaret di Kecamatan Pangkalan Kerinci, kita berharap agar pemerintah lebih selektif lagi untuk mengeluarkan izin usaha dan menata supermarket (waralaba) yang sudah banyak menjamur," jelasnya.
     
Pantauan media ini di lapangan, ada 20 usaha waralaba seperti Alfamart dan Indomaret yang terdapat di Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Penulis  : Andi Indrayanto
Editor    : Unik Susanti


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • BMKG Deteksi 13 Hotspot di Riau, Paling Banyak di Bengkalis
  • Virus Corona Masuk Malaysia, 3 Orang Terjangkit
  • Tim SAR Gabungan Temukan Tas dan 7 Life Jaket Korban Kapal Tenggelam di Bengkalis
  • Musda KNPI Provinsi Riau Bakal Digelar Awal Februari
  • Paling Lambat Pertengahan Tahun Ini, Kepemimpinan Anton TJ di PGRI Pelalawan harus Berakhir
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved