PELALAWAN - Masa libur sekolah dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sebanyak 45 anak di Kabupaten Pelalawan mengikuti program Khitanan Massal Untuk Negeri yang digelar di UPT Puskesmas Pangkalan Kerinci, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan sosial tersebut merupakan hasil sinergi antara EMP Bentu-Korinci Baru Limited, Yayasan Bakrie Amanah, dan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Pelalawan Bersatu (IPM-PB).
Melalui kolaborasi ini, puluhan keluarga memperoleh layanan khitan gratis dengan total nilai manfaat yang diperkirakan mencapai sekitar Rp45 juta.
Program tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan, H Asril K SKM MKes.
Ia menilai khitan bukan hanya bagian dari tradisi, tetapi juga memiliki manfaat penting dalam menjaga kesehatan anak sehingga perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Menurut Asril, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, serta organisasi kepemudaan menjadi contoh nyata bagaimana pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan ini," ujar H Asril K.
"Semoga sinergi yang baik ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat," sambungnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif EMP Bentu-Korinci Baru Limited bersama Yayasan Bakrie Amanah dan IPM-PB yang menghadirkan layanan kesehatan tanpa biaya bagi masyarakat Pelalawan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya membantu meringankan pengeluaran keluarga, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini.
Selain memberikan manfaat kesehatan, program khitan massal ini juga menjadi bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Pasalnya, biaya khitan kerap menjadi salah satu beban pengeluaran bagi sebagian keluarga.
Dengan adanya layanan gratis tersebut, para orangtua dapat menghemat biaya sekaligus memastikan anak mendapatkan tindakan medis yang aman.
Seluruh proses khitan ditangani oleh delapan tenaga medis profesional menggunakan metode sirkumsisi laser, sehingga tindakan berlangsung lebih cepat, minim risiko, dan memberikan kenyamanan lebih bagi peserta.
Penyelenggara juga memilih momentum libur sekolah agar anak-anak memiliki waktu pemulihan yang cukup sebelum kembali mengikuti kegiatan belajar pada tahun ajaran baru.
Sementara itu, CSR Officer EMP Bentu-Korinci Baru Limited, Ismulyadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Program Pelibatan Pengembangan Masyarakat (PPM), khususnya pada sektor kesehatan.
Menurutnya, perusahaan ingin memastikan keberadaan operasionalnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja.
"Kami ingin kehadiran perusahaan dapat memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Ismulyadi.
"Melalui kolaborasi bersama Yayasan Bakrie Amanah, IPM-PB, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan, kami berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak sekaligus mempererat hubungan baik dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi," bebernya.
Melalui program ini, kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan organisasi masyarakat diharapkan terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang dapat mengakses layanan kesehatan berkualitas tanpa terbebani biaya.