www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Kasus Penganiayaan di Riau Dihentikan Kejagunng dengan Restorative Justice
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
ITP2I Ciptakan Lulusan Berkualitas dan Siap Pakai
Sabtu, 02 Juli 2022 - 15:56:12 WIB
Rektor ITP2I DR Muhammad Syafi
Rektor ITP2I DR Muhammad Syafi'i (tengah pakai topi), didampingi Wakil Rektor Irfansyah Daulay SE MM, saat menyerahkan draft MoU kepada Management PT EMP BENTU Limited.

PELALAWAN - Dilantik menjadi Rektor Institut Tehnologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) pertengahan Februari lalu oleh Bupati Pelalawan H Zukri Misran, Dr Muhammad Syafi'i SPd MSi, rektor perguruan tinggi termuda di Riau itu langsung 'ngebut' menelurkan berbagai inovasi dan kinerja demi peningkatan ITP2I menjadi Institut terkemuka tak hanya di Riau tapi juga di Indonesia.

Bertolak pada visi bahwa Kampus ITP2I harus diakui sebagai pusat pendidikan dan penelitian teknologi berbasis kelapa sawit dan SDA Pelalawan di Asia Tenggara Tahun 2041, lahirlah 5 misi yang akan mendukung mewujudkan visi tersebut, diantaranya melaksanakan pendidikan yang berkualitas dan berbasis perkelapasawitan yang berdaya saing secara global, melakukan penelitian dan pengembangan teknologi pengelolaan dan pemanfaatan kelapa sawit, membangun suasana akademik yang kondusif, dinamis, kreatif, dan inovatif dalam lingkungan komplek teknopolitan Pelalawan, membangun kerjasama dengan Stakeholders dalam maupun luar negeri dan menjadikan perguruan tinggi yang otonom dan mandiri.

"Jadi berdasarkan visi dan misi di atas, ITP2I memiliki tujuan yakni menghasilkan lulusan yang bermutu serta profesional melalui perkuliahan, praktikum, bimbingan kerja praktek, dan bimbingan tugas akhir sehingga mereka mampu merancang dan menerapkan teknologi untuk perkelapasawitan. Menghasilkan penelitian yang dapat memberikan kontribusi ilmiah pada pengembangan teknologi pengelolaan dan pemanfaatan kelapa sawit, membangun suasana akademik yang kondusif, dinamis, kreatif, dan inovatif dalam mewujudkan fungsi teknopolitan Pelalawan. Meningkatkan kerjasama dengan Stakeholders di dalam maupun di luar negeri serta menjadikan pusat inovasi teknologi sebagai pengembangan pusat incubator bisnis menuju perguruan tinggi yang otonom dan mandiri," terang M Syafi'i yang juga Ketua PGRI Riau ini.



Dia mengatakan, ITP2I yang dipimpinnya itu memiliki ciri khas yakni melaksanakan pendidikan dan penelitian dalam bidang yang berhubungan dengan teknologi pengolahan dan pemanfaatan dibidang perkelapasawitan, menjadi bagian yang terintegrasi dari kawasan teknopolitan Pelalawan/ sains teknopark Pelalawan, sebagai pusat referensi internasional dalam bidang kelapa sawit melalui publikasi, promosi dan kerjasama internasional.

Serta menjadi tempat untuk menghasilkan sumber daya manusia, produk teknologi dan kebijakan yang berkualitas untuk mengolah dan memanfaatkan kelapa sawit, dan yang utama adalah menjadi sekolah tinggi berbasis inovasi dan teknologi. "Jadi kita ingin menciptakan SDM sesuai dengan 5 visi dan misi Bupati yang tertuang dalam Pelalawan Maju, dimana salah satunya yakni maju SDM yang agamis," tuturnya.

Memang, usai rapat paripurna pengesahan RPJMD Kabupaten Pelalawan 2021-2026, Bupati Zukri mengatakan, RPJMD ini merupakan wujud visi Kabupaten Pelalawan yakni Pelalawan Maju 2026 diikuti 5 misi yakni maju SDM yang agamis, maju infrastruktur, maju pemerintahan, maju ekonomi serta maju wisata dan budaya.

Bupati yang juga merupakan Ketua DPD PDIP Riau ini secara gamblang menjabarkan project prioritas yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan Pelalawan Maju 2026. Dijelaskannya, prioritas dalam meningkatkan SDM Pelalawan dengan akan mendirikan Institut Negeri Pelalawan yang akan dipusatkan di Ibukota Pelalawan yakni Pangkalan Kerinci.

"Itu karena letak yang strategis sebagai pintu masuk, dari manapun bisa melanjutkan pendidikan di sana. Selain itu juga, prospek market pendidikannya bisa diterima masyarakat karena lokasi yang terjangkau," katanya.

Untuk Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) yang berlokasi di Kecamatan Langgam, lanjut Bupati, akan tetap difungsikan sebagai pusat laboratorium mahasiswa, dengan pendidikan belajar mengajar berlangsung di Pangkalan Kerinci.

Terkait hal tersebut, M Syafi'i begitu dilantik langsung mengejar berbagai target yang dicanangkannya. Kerjasama dengan sejumlah perusahaan yang ada di Pelalawan, pemberian beasiswa bagi mahasiswa serta berbagai program lainnya. Salah satu hal mendasar target di awal kepemimpinannnya ialah meningkatkan jumlah mahasiswa dalam satu angkatan.

"Dari data yang kami terima, jumlah mahasiswa saat ini sekitar 182 orang. Dan ini menjadi target kita kedepannya dalam satu angkatan itu harus di atas 200 orang. Cita-cita institut ini menjadi universitas dan satu angkatan harus 900 hingga 1000 lebih mahasiswa," tandasnya usai dilantik menjadi Rektor ITP2I.

Perlahan namun pasti, target itu satu persatu diraihnya. Berkat kerja keras dan upaya semua pihak dalam mendukung keberadaan kampus ITP2I dipromosikan lewat berbagai media yang ada, keberadaan kampus ITP2I mulai menjadi buah bibir dikalangan siswa-siswi SMA/SMK yang akan lulus. Posisi kampus yang akan bertempat di Pangkalan Kerinci, menjadi pertimbangan tersendiri bagi mereka untuk berkuliah di ITP2I.



Tak hanya itu, berbagai kegiatan yang menunjang aktvitas akademik di ITP2I digelar di kampus tersebut. Belum sebulan dilantik menjadi Rektor ITP2I, Himpunan Mahasiswa Teknik ITP2I menggelar seminar nasional kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan (K3LL) bersama mitra perusahaan di Aula Kampus IPT2I. Kegiatan dengan prokes ketat mengusung tema meningkatkan kesadaran K3LL dalam mendorong produktivitas dan daya saing di era digitalisasi.

Dalam suatu kesempatan, saat Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-IPB University, Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS didaulat untuk memberikan kuliah umum di Gedung Daerah Laksamana Mangkudiraja, pertengahan Maret lalu. Ia mengatakan, jika ingin menjadi bangsa maju, adil makmur dan berdaulat, Indonesia harus mampu memproduksi barang dan jasa berupa pangan, sandang, perumahan, kesehatan, pendidikan, transportasi, rekreasi dan energi untuk memenuhi kebutuhan nasional  maupun ekspor secara berkelanjutan. Secara potensial, mestinya bangsa Indonesia mampu untuk melakukan hal tersebut.

Prof Rokhmin yang juga penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan-RI 2020-2024 itu juga memberi masukan pada ITP2I, yakni pentingnya pendirian program studi (Prodi) baru Agribisnis dan Ilmu, Teknologi, dan Manajemen Lingkungan terutama Science and Technology of Changing Planet.

Saat ini, memang di ITP2I baru ada tiga prodi yakni S1 Agroteknologi, S1 Teknik Industri serta S1 Teknologi Pasca Pangan. Dan baru-baru ini menjawab kendala para petani sawit terkait harga sawit yang tak menentu, ITP2I membuat inovasi dengan akan menghadirkan Billboard terkait penetapan harga sawit.