www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Berangkat Awal Juni, Kemenag Riau Minta Daerah Beri Layanan Terbaik dan Manasik untuk JCH
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
ASN dan Pegawai Honorer Pemkab Pelalawan Keberatan Membeli Beras Penyalai
Jumat, 13 Mei 2022 - 18:42:58 WIB
Beras Penyalai.
Beras Penyalai.

PELALAWAN - Menindaklanjuti surat Bupati Pelalawan Nomor 100/TAPEM-KS/XII/2021/173 tanggal 31 Desember 2021 tentang penyerapan Beras Kuala Kampar, disusul surat dari Sekretariat Daerah dengan nomor: 500/EK-SDA/2022/25 pada 4 April 2022 ditandatangani langsung oleh Sekretaris Daerah, Tengku Muklis, meminta masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyampaikan daftar kebutuhan beras bagi PNS dan honorer, dengan ketentuan 10 kg untuk ASN dan 5 kg untuk tenaga honorer setiap bulannya. Mengenai mekanisme pembayaran dilakukan dengan cara pemotongan gaji melalui bendahara OPD masing-masing.

Beras Penyalai yang akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata ini sontak menjadi keluhan dari para ASN dan tenaga honorer yang ada di Pelalawan. Pasalnya, tidak semua pegawai terbiasa mengkonsumsi Beras Penyalai. Selain harganya mahal dibanding beras yang sudah beredar di pasaran, cukup sulit jika harus mengganti beras yang selama ini sudah jadi konsumsi masyarakat.

"Bayangkan saja Bang, saya selama ini harus mengkonsumsi beras pilek dengan berbagai merk, kini saya dan keluarga disuruh untuk membeli Beras Penyalai yang tidak biasa kami konsumsi," kata salah seorang ASN yang tak mau disebutkan namanya, Rabu (11/5/2022).

Dia menjelaskan, bahwa maksud dan tujuan Bupati Pelalawan terkait penyerapan beras Penyalai itu bertujuan baik, hanya saja janganlah ditekankan pada ASN dan honorer dengan pemotongan gaji.

"Kesannya kan pemaksaan jadinya. Mau tak mau jadi harus beli, kalau kita tak mengkonsumsi kan jadi mubazir. Dan kita yang tidak mengkonsumsi beras Penyalai, jadi harus beli lagi beras yang biasa kita konsumsi," tandasnya.

Hal yang lebih kurang sama dikeluhkan juga oleh salah satu honorer di Kabupaten Pelalawan, yang minta namanya dirahasiakan. Menurutnya, para honorer rata-rata keberatan dengan kebijakan Pemkab Pelalawan terkait pembelian beras penyalai itu.

"Apalagi kami yang honorer diwajibkan membeli beras penyalai sebanyak 5 Kg dan langsung dipotong gaji sebesar 60 ribu sedangkan untuk ASN sebanyak 10 Kg," ujarnya.

Terpisah, Direktur PD Tuah Sekata Tengku Efrisyah Putra, dikonfirmasi soal ini, Kamis, (12/05/2022) mengatakan pembelian beras penyalai dari petani yang dikelola BUMD Tuah Sekata dalam rangka membantu para petani di Penyalai, Kuala Kampar. Selama ini, para petani yang ada di Penyalai selalu dipermainkan tengkulak. Belum mereka menikmati hasil panen tapi sudah dibeli dengan harga rendah oleh para tengkulak, yang umumnya berasal dari luar Pelalawan.

"Dengan tujuan itulah, Bupati kemudian menginginkan agar hasil panen para petani di Penyalai dinikmati masyarakat Kabupaten Pelalawan sendiri, sekaligus membantu para petani agar perlahan-lahan tak terjerat lagi dengan tengkulak," katanya.

Meski kualitasnya masih jauh dengan beras premium yang sudah ada dipasaran supermarket, minimarket dan pasar, tetapi beras penyalai memiliki keunggulan karena dalam prosesnya tidak memakai zat kimia dan pupuk. Rasanya pun nyaris tak jauh berbeda dengan beras premium lainnya.

"Kalau untuk kebutuhan ASN dan honorer, sebanyak 7-8 ton sedangkan stok kita ada 14 ton. Jadi memang untuk sementara pembelian beras ini hanya diberlakukan bagi ASN dan honorer yang ada di Pangkalan Kerinci saja, belum di wilayah kecamatan lain. Dikhawatirkan kesediannya tidak cukup karena kita masih panen hanya sekali dalam setahun," ujarnya.

Intinya program ini adalah untuk membantu para petani di Penyalai. Di samping itu, Bupati Pelalawan menginginkan agar beras Penyalai ini dapat menjadi branding bagi daerah tersebut.

"Saya berharap agar masyarakat juga dapat membeli beras penyalai, supaya dapat merasakan kekurangan dan kelebihannya. Jika ada kekurangan dalam soal rasa dan kualitas, supaya dapat disampaikan agar ke depan bisa lebih ditingkatkan lagi," ujarnya mengakhiri.

Penulis: Andi Indrayanto
Editor: Ardian


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
IlustrasiBerangkat Awal Juni, Kemenag Riau Minta Daerah Beri Layanan Terbaik dan Manasik untuk JCH
Suasana cerah di Kota Pekanbaru.Bisa Healing di Akhir Pekan, Cuaca Riau Diprediksi Cerah Hari Ini
Kulkas Belleza Varia.Kulkas Cantik Terinspirasi dari Alam, Belleza Varia Jadikan Dapur Pusat Perhatian
ilustrasiBSI Rombak Direksi dan Komisaris, Ini Susunan Terbarunya!
ekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil - Pemko Pekanbaru Segera Bayarkan Insentif Bagi Ketua RT dan Ketua RW untuk April 2022
  Pekerja PT PGN Tbk.PGN Menjamin Layanan Gas Bumi Medan Terjaga Pasca Insiden
Director & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, menunjukkan perangkat Temptrax 2501.Jawab Kebutuhan Industri Cold Chain Tanah air, XL Axiata Bangun Solusi IoT Temptrax 2501
Gajah liar ditemukan mati di Bengkalis, RiauGajah Hamil Ditemukan Mati di Bengkalis, Polisi Duga Diracun
Kepala Badan Kesbangpol Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian Kesbangpol Pekanbaru Pasang 11 CCTV di Tempat Penampungan Pengungsi Rohingya
ilustrasiDiskes: Belum Ada Kasus Hepatitis Misterius di Pekanbaru
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Paguyuban Balai PPW Riau Anjangsana ke Panti Asuhan di Pekanbaru
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved