Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

13:49 - Personel Polsek Ukui dan T...
13:49 - Tambah 9, Kini Positif Cov...
12:41 - Kapolsek Ukui Hadiri Pembu...
15:53 - Diskes Pelalawan Tracing 1...
15:28 - Diberitakan Terpapar Coron...
15:03 - Kapolres Pelalawan Hadiri ...
22:11 - Polsek Ukui Terus Sosialis...
11:08 - Polsek Ukui Himbau Penguru...
16:23 - Hikmah Pandemi, Peserta Ku...
14:38 - Pasien Positif Covid-19 MR...
13:27 - Yayasan Al-Hidayah Baroqah...
19:52 - Kapolsek Ukui Sosialisasi ...
17:59 - Kapolsek Kerumutan Adakan ...
17:18 - Diduga Dampak Covid-19, Ta...
11:24 - Seorang Nelayan Diduga Ten...
11:33 - Pemkab Pelalawan Serahkan ...
12:02 - Satu Pasien Covid-19 di Pe...
15:35 - Pertamina EP Lirik Field S...
15:19 - Kasi Intel Kejari Pelalawa...
22:33 - Kejari Pelalawan Peringati...
 
Koptan Binaan RAPP Diakui Produksi Buah Bersertifikat
Senin, 18 Mei 2020 - 12:49:53 WIB
Kelompok Tani Benih Andalan tengah bekerja mengembangkan bibit durian dan manggis. Saat ini mereka telah memiliki sertifikat memproduksi buah dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
Kelompok Tani Benih Andalan tengah bekerja mengembangkan bibit durian dan manggis. Saat ini mereka telah memiliki sertifikat memproduksi buah dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
TERKAIT:
 
  • Koptan Binaan RAPP Diakui Produksi Buah Bersertifikat
  •  

    PANGKALAN KERINCI – Seorang lelaki berbadan terlihat begitu terampil menata tanaman bibit buah. Amin Fahrudin (38), warga Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, dulu ia adalah seorang pekerja konstruksi. Namun, sejak akhir 2017 ia memilih profesi sebagai petani yang mengembangkan beberapa komoditas. Mulai dari jambu air, manggis dan durian telah ia tanam. Setiap bulan, Amin mendapat pelatihan dari pemerintah dan perusahaan. 

    "Awalnya saya hanya coba-coba, namun lama kelamaan saya tertarik dan mulai menekuni teknik penangkaran ini setelah diberikan pelatihan oleh pemerintah dan perusahaan," tuturnya.

    Amin kemudian bergabung dengan Kelompok Tani (Koptan) Benih Andalan. Koptan ini baru saja memperoleh sertifikat penangkar tanaman buah dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Pelalawan awal Mei 2020 lalu. Hal ini semakin memotivasi membuat mereka untuk mewujudkan Pelalawan menjadi pusat penangkaran bibit buah di Riau.

    Koptan Benih Andalan juga mendapatkan pembinaan dari Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Pembinaan diberikan dalam bentuk pelatihan dan bantuan bibit. Sejak itu mereka menjadi lebih terarah dalam bertani.

    “Jika ada kesulitan, kami dan pihak CD RAPP berdiskusi. Nah, dari sana kita bisa mendapatkan alur penanaman buah, jika terkena hama harus bagaimana dan sebagainya. Jadi kami tidak dibiarkan begitu saja," ungkapnya.

    Kepala Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) RAPP, Gading Sahyoga mengatakan program penangkaran bibit buah ini sejalan dengan program unggulan OVOC atau "One Village One Commodity" (satu desa memiliki satu komoditas utama).

    “Kami berharap melalui sertifikasi dari pemerintah ini dapat mendukung pengembangan program agribisnis para petani binaan, khususnya pada pengembangan program satu desa satu komoditas unggulan atau "one village one commodity" oleh RAPP secara berkelanjutan," ujarnya.

    Gading menambahkan saat ini pihaknya tengah mengembangkan sebanyak 500 bibit buah durian dan manggis. Bibit-bibit buah tersebut mereka peroleh secara resmi dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu) di Solok, Sumatera Barat. 

    "Jadi buah yang dihasilkan nanti lebih terjamin kualitasnya, berlabel, dan memiliki asal usul yang jelas serta melalui teknik penangkaran yang sesuai standar," imbuhnya.

    Setelah tahap penangkaran, pihaknya kemudian akan menyalurkan bibit berkualitas tersebut ke desa-desa yang berada di sekitar wilayah operasional. Di sana juga akan dibangun program penangkaran bibit buah yang berkualitas dan bersertifikat.

    Sementara itu, Manajer CD RAPP, BR Binahidra Logiardi mengatakan program ini merupakan wujud kontribusi perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau  Sustainable Development Goals (SDGs). 

    "Sertifikasi ini berarti kelompok tani penangkar bibit buah binaan kita telah diakui oleh pemerintah. Hal ini juga mendukung tujuan dari SDGs pada poin ke-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan," kata Binahidra.

    Saat ini, perusahaan bagian dari grup APRIL ini memfokuskan pada tiga aspek inti dan empat aspek pendukung implementasi SDGs.Tiga aspek inti itu adalah nomor 12 konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, nomor 13 aksi terhadap iklim dan nomor 15 ekosistem daratan.

    Kemudian empat target pendukung yakni nomor 3 tentang kesehatan yang baik dan kesejahteraan, nomor 4 tentang pendidikan berkualitas, nomor 6 tentang ketersediaan air bersih dan sanitasi, serta nomor 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. (rilis)


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Banyak Dikritik Masyarakat, Aidil Amri Minta Rumah Sakit Tidak Diskriminasi Pasien BPJS
  • Meningkat Tajam, Terkonfirmasi Covid-19 di Siak Capai 100 Pasien, Kebanyakan OTG
  • 435 Pelanggar Kena Tilang Selama Operasi Patuh Lancang Kuning 2020 di Dumai
  • Sebaran 15 Kasus Terkonfirmasi di Riau, Siak Tertinggi Disusul Pelalawan
  • Jalin Silaturrahmi, Manajemen PTPN V Distrik Barat Silaturahmi dengan Sejumlah Wartawan
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved