Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

12:28 - Kadiskoperindag Ingatkan M...
18:35 - Bupati Harris Harapkan Per...
16:59 - ODP Corona di Pelalawan Ta...
11:31 - Baznas Kabupaten Pelalawan...
14:58 - Antisipasi Pencegahan Viru...
19:22 - Bupati Pelalawan Tinjau Fa...
15:16 - Antisipasi Sebaran Virus C...
08:19 - Camat Bandar Petalangan Pi...
19:51 - BKPSDM Pelalawan Tak Libur...
16:13 - Status Siaga Darurat, Bupa...
11:53 - Arus Listrik Sering Mati, ...
17:16 - Antisipasi Virus Corona di...
14:54 - Satu PDP di Pelawan Dinyat...
18:30 - Kapolsek Pangkalankerinci ...
12:14 - Kadiskes Ungkap Ada 4 Oran...
19:38 - Kadiskes Pelalawan Sebut 4...
16:52 - Antisipasi Virus Corona, D...
13:13 - Dinas Koperasi UKM dan Per...
18:48 - Di Bandar Petalangan, Bupa...
12:47 - Antisipasi Virus Corona, B...
 
Sosialisasi ke Masyarakat, BBKSDA Riau Tinjau Lokasi Konflik Manusia dengan Harimau di Pelalawan
Senin, 17/02/2020 - 16:20:34 WIB

PEKANBARU - Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menjangkau lokasi konflik manusia dengan Harimau Sumatera untuk membersihkan jerat, sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang satwa dilindungi tersebut.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono, di Pekanbaru, Senin (17/2/2020) mengatakan telah memerintahkan tim untuk menuju Desa Kuala Tolam, Kabupaten Pelalawan, yang merupakan lokasi konflik manusia dengan harimau. Tujuan utama tim adalah untuk memasang kamera tersembunyi (camera trap) dan sosialisasi kepada warga setempat.

"Hari ini sudah kami perintahkan tim di bawah koordinasi kepala seksi 1 turun kembali ke tempat kejadian perkara (konflik manusia denganharimau) untuk bersama masyarakat memasang camera trap dan juga sosialisasi dan edukasi dengan memasang spanduk-spanduk peringatan terhadap masyarakat," katanya dikutip dari antarariau.

Ia mengatakan konflik manusia dengan panthera tigris sumatraedi Desa Kuala Tolam itu menjadi perhatian khusus dari BBKSDA Riau. Ia menyatakan tim mitigasi menemukan jejak satwa dilindungi itu di daerah tersebut.

Selain itu, katanya, tim juga menemukan beberapa jerat saat melakukan penyisiran di daerah tersebut.

"Kami melakukan mitigasi ke sana, termasuk melakukan operasi sapu jerat di wilayah tersebut, dan ditemukan jejak harimau sumatera yang jaraknya cukup jauh dari permukiman, seberang sungai di areal perkebunan masyarakat, serta menemukan dua jerat yang dipasang oleh masyarakat," katanya.

Ia mengatakan menerima informasi terbaru bahwa ada bangkai sapi yang diduga mati akibat terkaman harimau. Suharyono menanggapi hal tersebut dengan menyatakan kasus itu perlu diteliti lebih lanjut.

Sebabnya, ia mengatakan ciri luka yang ada di bangkai sapi tidak seperti akibat terkaman harimau.

"Kami tidak dapat memberikan opini terhadap berita tersebut karena berdasarkan info yang didapat dari Kades Kuala Tolam, bangkai sapi utuh tidak dimakan serta kondisi luka yang minim, bahkan tidak ada luka gigitan," katanya. (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Lagi, 67 TKI dari Malaysia Tiba di Pelabuhan Dumai
  • Telantarkan TKI, Bupati Irwan Akan Stop Rute Kapal ke Selatpanjang
  • Satu dari 7 Pasien Positif Corona di Sumbar Meninggal Dunia
  • Selama Wabah Corona, Pemko Diminta Pastikan Ketersediaan Pangan dan Anggaran Aman
  • Cegah Corona, DPW FPI Kepulauan Meranti Semprot Disinfectant di Masjid dan Musala
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved