Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

16:55 - Disdik Pelalawan Kembali P...
16:32 - PSBB di Pelalawan Tak Dipe...
12:16 - Pemdes Sialang Bungkuk Bag...
15:50 - Soal Penerapan Sanksi PSBB...
14:01 - PT Selaras Abadi Utama dan...
13:27 - Pemkab Pelalawan Pastikan ...
05:14 - Ratusan Paket Sembako Disa...
05:09 - Jelang Idul Fitri, PT RAPP...
16:33 - Jalin Kemitraan dan Silatu...
12:49 - Koptan Binaan RAPP Diakui ...
17:36 - Drainase Tak Kunjung Diper...
13:07 - Hadapi Kesulitan Dampak Co...
21:55 - 4 Pasien Positif Covid-19 ...
19:19 - Gerakan Bakti Sosial Polri...
17:15 - Bupati Harris Salurkan Ban...
16:53 - Lepas Tim Penyalur Bantuan...
05:54 - Mulai Hari Ini PSBB Pelala...
20:40 - Pelalawan Tambah 1 Lagi Po...
14:56 - Penerapan PSBB di Pelalawa...
23:24 - Terima Penghargaan Indones...
 
Bentrok, Warga Desa Godai Pelalawan Hadang Alat Berat PT NWR
Selasa, 04 Februari 2020 - 16:05:41 WIB
Masyarakat Desa Godai bentrok saat menghadang alat berat PT NWR.
Masyarakat Desa Godai bentrok saat menghadang alat berat PT NWR.
TERKAIT:

PEKANBARU - Masyarakat yang memiliki lahan sawit plasma di Desa Godai Langgam Kabupaten Pelalawan, yang saat ini bermitra dengan PT PSJ, akhirnya berujung bentrok dengan PT Nusa Wana Raya (NWR). Kerjadian itu pecah, karena pihak PT NWR berusaha masuk dan serobot lahan masyarakat dengan bantuan alat berat, Selasa (4/2/2020).

Dalam bentrok yang terjadi, tiga orang masyarakat menjadi korban luka-luka akibat lemparan batu. Masyarakat menghadang sejumlah alat berat PT NWR yang menerobos masuk ke lahan warga yang telah ditanami tanaman sumber kehidupan masyarakat.

"Dilaporkan ada tiga orang masyarakat terluka akibat lemparan batu," kata Kuasa Hukum Koperasi Gondai Bersatu, Asep Ruhiat saat dihubungi di Pekanbaru, Selasa siang.

Informasi di lokasi kejadian, peristiwa itu terjadi saat sejumlah alat berat milik PT NWR mencoba menerobos masuk ke lahan sawit plasma milik masyarakat dengan dikawal aparat kepolisian.

"Peristiwa ini sangat kita sayangkan, padahal kemarin baru saja legislator DPR RI datang ke lokasi untuk meminta dihentikan eksekusi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dan NWR," kata Asep.

Sebanyak seratus alat berat diturunkan untuk membabat habis 3.300 haktera lahan masyarakat di Desa Gondai yang menjadi mata pencaharian masyarakat tempatan.

Bahkan saat ini, dari ratusan alat berat yang berada di lokasi, tujuh di antaranya masih bekerja meratakan lahan masyarakat di Desa Gondai hingga bentrokan tak terhindarkan.

Sebelumnya masyarakat juga telah melaporkan peristiwa tersebut ke Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko yang hasilnya lahan masyarakat akan menjadi pertimbangan kuat untuk eksekusi segera dihentikan.

Penulis : Helmi
Editor : Fauzia



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Pria di Kepulauan Meranti Cabuli Dua Anak Laki-laki dan Ancam Sebarkan Hutang di Medsos
  • Menteri Agama Keluarkan SE Berisi Syarat untuk Penyelenggaraan di Tempat Ibadah
  • Ditetapkan Jadi Tersangka Gara-gara Minta Presiden Mundur, Pecatan TNI Ditahan
  • Penambahan Kasus Nihil, 1 Lagi Pasien Covid-19 di Riau Sembuh
  • Gencar Berantas Narkoba, Polres Inhu Tangkap Lagi 2 Pengedar Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved