Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

16:03 - Tolak RUU Omnibus Law, Rat...
08:26 - Pemerintah Pusat Serius Du...
14:48 - Diikuti 111 Peserta, Tes C...
11:11 - Dinilai Tak Serius Tangani...
17:35 - Perkuat Aturan Spektrum Fr...
17:09 - Peringatan Bulan K3 PT RAP...
15:04 - Tahun Ini, Kuota CJH Pelal...
11:30 - Siap-siap, Pelaksanaan SKD...
20:28 - Diduga Besok Akan Diekseku...
16:15 - Peduli Penghijauan, Polres...
18:00 - PT Musim Mas Serahkan Bant...
12:12 - Banjir di Pelalawan Masih ...
17:33 - Komisi V DPR RI H Syahrul ...
13:23 - Bupati Pelalawan Lantik 27...
14:53 - Sambangi Korban Banjir di ...
09:56 - Bupati Pelalawan Lantik 6 ...
17:14 - Kapolres Pelalawan Ajak Ma...
19:31 - Tinjau Command Center, Ini...
09:01 - Puluhan Anak di Pangkalan ...
17:42 - APRIL dan APR Gulirkan Ban...
 
Ketinggian Air Sungai Pelalawan Fluktuatif, BPBD Minta Masyarakat Waspada Banjir
Rabu, 04/12/2019 - 20:43:36 WIB
Level indikator air Sungai Kampar di Simpang Kualo Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau pada Rabu (4/12/2019). Foto: Tribunpekanbaru
Level indikator air Sungai Kampar di Simpang Kualo Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau pada Rabu (4/12/2019). Foto: Tribunpekanbaru
TERKAIT:

PANGKALAN KERINCI - Waspada Banjir di Riau menjadi fokus beberapa wilayah di Bumi Lancang Kuning, terutama memasuki Desember ini

Ada dua sungai besar yang menjadi fokus pemantauan dari Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) yakni Sungai Kampar dan Sungai Nilo yang membentang di beberapa kecamatan dan kabupaten.

Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, Rabu (4/12/2019), mengimbau masyarakat yang berada di bantaran sungai agar tetap berhati-hati mengingat debit air berubah-ubah, khususnya daerah-daerah yang rawan banjir.

Meski demikian, Hadi memastikan hingga kini belum ada wilayah yang tergenang banjir.

Kondisi ketinggian air yang fluktuatif menjadi perhatian serius BPBD Pelalawan.

Setiap pergerakan ketinggian debit airnya terus dikontrol oleh petugas.

"Ketinggiannya saat ini masih fluktuatif. Kemarin sempat naik, sekarang turun. Makanya kita terus waspada ketinggian airnya," terang Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, Rabu (4/12/2019) dikutip dari Tribunpekanbaru.

Menurut Hadi Penandio, Sungai Nilo yang berhulu di Indragiri Hulu sempat sedikit meluap akhir pekan lalu hingga meluber ke jalan di Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui.

Namun air kembali surut dua hari setelahnya dan bertahan hingga sekarang. Dikuatirkan debit air meningkat lagi lantaran intensitas hujan semakin tinggi, khususnya di bagian hulu.

Sedangkan Sungai Kampar ketinggiannya masih dibawah batas normal, meski menunjukan kenaikan beberapa hari lalu.

Ketinggiannya selalu dikontrol setiap hari berdasarkan level indikator yang ada di jembatan penyeberangan pontoon di Kecamatan Langgam.

Air diperkirakan akan naik terus akibat intensitas hujan tinggi ditambah lagi kiriman dari Kampar Kiri yang berhulu di Kota Padang.

"Kita juga mewaspadai air dari PLTA Koto Panjang di Bangkinang. Ketinggian air mulai mendekati level maksimal. Jika suatu waktu pintu air dibuka, kita harus siap-siap," tambah Hadi.

Intensitas hujan yang turun mengguyur wilayah Kabupaten Pelalawan dan sekitarnya semakin tinggi mulai pagi, siang, hingga malam hari.

Intensitas hujan mulai sedang hingga lebat mempengaruhi ketinggian air sungai yang ada di Kabupaten Pelalawan.

Waspada banjir

Banjir di Riau sebelumnya juga telah dirasakan di beberapa wilayah di bumi lancang kuning.

Kini, mulai melanda wilayah Kabupaten Kampar, perdana Desa Padang Sawah dan Desa Kuntu yang berada di Kecamatan Kampar Kiri, Rabu (4/12)

Dua desa tersebut dilanda banjir tadi pagi. Banjir semata kaki melanda dua desa tersebut.

Kepala Operasi BPBD Kampar, Adi Chandra Lukita melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kampar, Ahmad menuturkan bencana banjir ini disebabkan naiknya debit air Sungai Kampar Kiri.

Akibatnya, 25 rumah di dua desa digenangi air.

"Tadi kita tanya warga banjir yang melanda desa umum terjadi setiap hujan melanda di musim penghujan," ungkapnya.

Ia menuturkan banjir yang melanda biasanya tidak berlangsung lama, kebiasaannya beberapa jam setelah kejadian banjir sudah surut.

Ia menjelaskan terkait bencana banjir sejumlah daerah Kampar masih terbilang aman.

Elevasi air Sungai Kampar Kanan ada kenaikan tapi belum signifikan.

Sementara Sungai Kampar Kiri elevasi air mengalami kenaikan karena kiriman dari Sumatera Barat. Kenaikan elevasi tidak berlangsung lama. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Cari Korban Kapal Tenggelam di Perairan Rupat, KN RB 218 Basarnas Pekanbaru Diterjunkan
  • Jalan Lintas Riau - Sumbar Longsor Lagi, Tepatnya di Desa Pulang Gadang
  • Dugaan Uang Pungut Rp 1,3 Miliar, Kejari Pekanbaru Klarifikasi Sejumlah Pejabat Bapenda
  • Satelit Pantau Tiga Titik Panas di Bengkalis
  • Data BNPB: Bencana Alam Renggut Nyawa 80 Orang di Awal 2020
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved