Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

19:52 - Penggunaan APBD Diperiksa ...
16:54 - Ribuan Pelajar SD Gunakan ...
13:20 - Paling Lambat Pertengahan ...
16:53 - Dihadiri Bupati, Pemkab Pe...
16:39 - RAPP Gelar Seminar Nasiona...
16:03 - Tolak RUU Omnibus Law, Rat...
08:26 - Pemerintah Pusat Serius Du...
14:48 - Diikuti 111 Peserta, Tes C...
11:11 - Dinilai Tak Serius Tangani...
17:35 - Perkuat Aturan Spektrum Fr...
17:09 - Peringatan Bulan K3 PT RAP...
15:04 - Tahun Ini, Kuota CJH Pelal...
11:30 - Siap-siap, Pelaksanaan SKD...
20:28 - Diduga Besok Akan Diekseku...
16:15 - Peduli Penghijauan, Polres...
18:00 - PT Musim Mas Serahkan Bant...
12:12 - Banjir di Pelalawan Masih ...
17:33 - Komisi V DPR RI H Syahrul ...
13:23 - Bupati Pelalawan Lantik 27...
14:53 - Sambangi Korban Banjir di ...
 
Tak Ada Titik Api, BPBD Pelalawan Waspadai Asap Kiriman dari Tetangga
Jumat, 18/10/2019 - 15:09:53 WIB

PELALAWAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Riau mewaspadai asap kiriman dari daerah lain yang saat ini masih terdapat titik api hingga Oktober ini.

Pasalnya, dua hari terakhir Pelalawan dilanda kabut asap tipis yang menguasai angkasa dan mempengaruhi pandangan mata.

Padahal hotspot maupun firespot di Pelalawan tidak ada terpantau dan bahkan lahan yang terbakar telah satu bulan padam total.

"Melihat dari arah angin, kita mewasdai asap kiriman dari daerah tetangga. Angin berhembus dari selatan ke utara yakni Pelalawan dan sekitarnya," kata Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, Jumat (18/10/2019).

Hadi Penandio menjelaskan di tribun, hotspot dan firespot banyak terpantau di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Kemudian di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel) juga masih terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Alhasil asap yang dihasilkan dari Karhutla terbawa angin ke utara.

Di Pelalawan, tambah Hadi, intensitas turunnya hujan semakin tinggi setiap hari. Dari pantauan satelit BMKG, potensi terjadinya hujan di Pangkalan Kerinci dan sekitarnya setiap hari tetap ada.

Disisi lain, hotspot sudah jarang terdeteksi dan jikapun ada terdeteksi tingkat confidence di bawah 70 persen.

"Artinya hotspot kita nihil dan hujan turun, kalau ada asap berarti asap kiriman," tegasnya. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Warga RTB Rambah Dambakan Jalan Layak untuk Angkut Hasil Kebun
  • PUPR Rohul Siapkan Anggaran Rp1 Miliar untuk Bangun Akses Jalan ke Air Panas Hapanasan
  • Baksos HUT PWI Riau Himpun 96 Kantong Darah, Deslina dan Frikles Raih Door Prize ke Australia
  • Kajari Rohul Gelar Konsolidasi Internal, Penanganan Korupsi Jadi Prioritas
  • Buntut Kasus Harun Masiku, Yasonna Laoly Copot Dirjen Imigrasi
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved