Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

18:40 - Pasien Warga Bunut Sembuh,...
08:42 - Kemenag Pelalawan Taja Sos...
11:24 - "Untung Ada yang Membantu ...
11:36 - 15 Desa MoU Program Desa B...
17:08 - Enam Tahun Berjalan, Progr...
12:49 - Karhutla di Desa Merbau Su...
09:47 - Cegah Covid-19, Ruas Jalan...
06:01 - Sambut Hari Bhayangkara ke...
16:43 - Bupati Pelalawan Letakkan ...
14:16 - Bupati Pelalawan Serahkan ...
21:34 - Setelah 15 Hari Zero Covid...
17:58 - Saat Pandemi Covid-19, Per...
14:38 - DPMD Sosialisasikan Aplika...
22:51 - Peringati HUT ke-74 Bhayan...
06:00 - Tiga PDP di Pelalawan, Sat...
11:54 - Bupati Pelalawan Serahkan ...
17:19 - Pemerintah Kelurahan Bunut...
13:20 - Warga Riau Kompleks Tetap ...
13:06 - Bupati Pelalawan HM Harris...
22:47 - Serahkan Secara Simbolis B...
 
Tak Ada Titik Api, BPBD Pelalawan Waspadai Asap Kiriman dari Tetangga
Jumat, 18 Oktober 2019 - 15:09:53 WIB
Kabut asap Pelalawan beberapa waktu lalu.
Kabut asap Pelalawan beberapa waktu lalu.
TERKAIT:

PELALAWAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Riau mewaspadai asap kiriman dari daerah lain yang saat ini masih terdapat titik api hingga Oktober ini.

Pasalnya, dua hari terakhir Pelalawan dilanda kabut asap tipis yang menguasai angkasa dan mempengaruhi pandangan mata.

Padahal hotspot maupun firespot di Pelalawan tidak ada terpantau dan bahkan lahan yang terbakar telah satu bulan padam total.

"Melihat dari arah angin, kita mewasdai asap kiriman dari daerah tetangga. Angin berhembus dari selatan ke utara yakni Pelalawan dan sekitarnya," kata Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio, Jumat (18/10/2019).

Hadi Penandio menjelaskan di tribun, hotspot dan firespot banyak terpantau di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Kemudian di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel) juga masih terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Alhasil asap yang dihasilkan dari Karhutla terbawa angin ke utara.

Di Pelalawan, tambah Hadi, intensitas turunnya hujan semakin tinggi setiap hari. Dari pantauan satelit BMKG, potensi terjadinya hujan di Pangkalan Kerinci dan sekitarnya setiap hari tetap ada.

Disisi lain, hotspot sudah jarang terdeteksi dan jikapun ada terdeteksi tingkat confidence di bawah 70 persen.

"Artinya hotspot kita nihil dan hujan turun, kalau ada asap berarti asap kiriman," tegasnya. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Geger, Dua Beruang Muncul di Ladang dan Perumahan Warga di Kotogasib Siak
  • Hasil Swab Keluar, Satu Warga Ujung Batu Rohul Positif Covid-19, Kini Berada di Jakarta
  • Hadiri Rakor Penanganan Karhutla, Bupati Sukiman Imbau Antisipsi Dini Cegah Karhutla
  • Jauh dari Target, Dirut PGN Buka Data Progres Pembangunan Jargas
  • Nasihat Kapolri ke Taruna Akpol: Jangan Lupa Tolong, Maaf, Terima Kasih
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved