Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

13:20 - Paling Lambat Pertengahan ...
16:53 - Dihadiri Bupati, Pemkab Pe...
16:39 - RAPP Gelar Seminar Nasiona...
16:03 - Tolak RUU Omnibus Law, Rat...
08:26 - Pemerintah Pusat Serius Du...
14:48 - Diikuti 111 Peserta, Tes C...
11:11 - Dinilai Tak Serius Tangani...
17:35 - Perkuat Aturan Spektrum Fr...
17:09 - Peringatan Bulan K3 PT RAP...
15:04 - Tahun Ini, Kuota CJH Pelal...
11:30 - Siap-siap, Pelaksanaan SKD...
20:28 - Diduga Besok Akan Diekseku...
16:15 - Peduli Penghijauan, Polres...
18:00 - PT Musim Mas Serahkan Bant...
12:12 - Banjir di Pelalawan Masih ...
17:33 - Komisi V DPR RI H Syahrul ...
13:23 - Bupati Pelalawan Lantik 27...
14:53 - Sambangi Korban Banjir di ...
09:56 - Bupati Pelalawan Lantik 6 ...
17:14 - Kapolres Pelalawan Ajak Ma...
 
BPBD Pelalawan dan Tim Gabungan Masih Fokus Padamkan Karhutla
Kamis, 01/08/2019 - 16:17:51 WIB
 Bupati Harris didampingi Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi saat melakukan pemadaman api di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, belum lama ini.
Bupati Harris didampingi Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi saat melakukan pemadaman api di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, belum lama ini.
TERKAIT:

PELALAWAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan bersama Tim gabungan Karhutla saat ini tengah fokus melakukan pemadaman di Penarikan, Kecamatan Langgam, yang masih menyisakan api. Sementara untuk kebakaran yang terjadi di Kelurahan Langgam, api sudah berhasil dipadamkan Rabu malam tadi (31/7/2019).

Namun sampai saat ini, tim masih terjun ke daerah tersebut untuk melakukan pendinginan.

"Kalau di TNTN, ada dua tempat yang terbakar yakni Desa Lubuk Kembang Bungo dan Desa Kesuma. Lokasi api titik menyebar, tapi saat ini tengah ditangani oleh tim rayon yang di sana dan juga dari tim TNTN," kata Kepala BPBD Pelalawan, Drs Hadi Penandio, pada media ini via selulernya, Kamis (1/8/2019).

Hadi menjelaskan bahwa saat ini pihaknya bersama Kapolres Pelalawan, Kasatpol PP dan tim lainnya tengah berada di Penarikan, Langgam, untuk melokalisir kebakaran yang terjadi kemarin. Saat ini, untuk hotspot di Riau ada 39 titik panas sementara di Pelalawan ada 51 hotspot yang tercatat.

"Dari jumlah 51 hotspot itu, diduga yang convident di atas 70 ada 39 titik api. 39 titik api itu tersebar di 4 area yakni TNTN di dua tempat yakni Desa Lubuk Kembang Bungo dan Desa Kesuma, Penarikan dan Kelurahan Langgam," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pelalawan HM Harris menyikapi permasalahan kabut dan asap akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau, sampai hari ini sudah 721 orang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), berdasarkan sumber dan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan.

Atas kondisi tersebut, Bupati H.M.Harris menghimbau masyarakat terutama anak –anak sekolah, serta kelompok masyarakat yang rentan, seperti lansia dan ibu hamil, untuk mengurangi kegiatan di luar rumah.

Pemerintah Daerah disamping aktif melakukan koordinasi pemadaman api, bahu membahu bersama TNI/Polri, perusahaan,berbagai organisasi dan kelompok masyarakat  juga mengantisipasi dampak kabut asap tersebut, melalui pembagian masker, membuat posko kesehatan di setiap puskesmas, termasuk penyuluhan terhadap kelompok masyarakat yang rentan, sebagaimana yang disampaikan Bupati Harris saat di wawancarai Media Center Pelalawan melalui saluran telepon di Pangkalan Kerinci, Kamis (1/8/2019).

"Anak anak kami yang bersekolah melihat perkembangan kondisi kabut dan asap yang terjadi, kami harapkan tidak banyak untuk melakukan aktivitas dan kegiatan di luar rumah,untuk kegiatan diluar jam belajar dan mengajar agar di kurangi terutama juga kepada para guru supaya lebih banyak melakukan aktivitas di dalam kelas," jelasnya.

Di samping itu, Bupati Pelalawan dua periode ini menambahkan apabila kondisi semakin memburuk, Pemerintah Daerah akan mempertimbangkan meliburkan untuk jangka waktu tertentu. Tentu saja keputusan tersebut akan di ambil dengan memperhatikan pertimbangan instansi teknis terkait. Sementara itu juga kepada tenaga medis dan kesehatan Bupati Harris harapkan agar untuk selalu memantau dan stanby di tempat bertugas karena pelayanan masyarakat melihat kondisi sekarang sangat penting.

"Tenaga medis dan kesehatan yang bertugas di rumah sakit serta puskesmas agar selalu stanby dan memantau kondisi masyarakat kita yang terkena dampak dari kabut dan asap ini, kalau perlu jemput bola berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Harris.

Penulis: Andy Indrayanto
Editor : Yusni Fatimah







Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Kurang Lahan Parkir, Iven Proliga Diduga Bikin Macet Jalan Sudirman
  • Polres Kepulauan Meranti Musnahkan Sabu Bernilai Puluhan Juta Rupiah
  • Bertemu Gubri saat Umrah, Imam Masjidil Haram Doakan Riau Lebih Baik
  • CATAT! Ini Lokasi dan Jadwal SKD CPNS Kemenag di 12 Provinsi, Wanita Wajib Pakai Rok
  • Jenazah TKI Ilegal yang Ditemukan Tewas Mengapung Teridentifikasi, Warga Batu Bara
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved