Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

12:30 - Dokumen Evajab Kabupaten P...
20:43 - Beri Jaminan Perlindungan,...
15:03 - 25 Agustus, Jamaah Haji Pe...
17:59 - RPK APP-Sinar Mas Forestry...
11:10 - Bimtek Pengelolaan Perpust...
17:57 - Kades se-Pelalawan Ikuti P...
16:11 - Silahturahmi dengan Vetera...
18:09 - Jadi Irup HUT RI di Riau K...
18:14 - Seribuan Warga Hadiri Sala...
18:16 - Pejabat Negara dan Rombong...
18:49 - Tertibkan Perusahaan Sawit...
15:17 - "Purnama" Listrik di Desa ...
15:06 - Salat Idul Adha di Pelalaw...
14:56 - Salurkan 7.600 Kantong Kur...
10:50 - Program "Sabu Mempro", Ter...
18:07 - Wujudkan Perpustakaan Berb...
16:53 - Pusda Pelalawan Jadi Pilot...
16:30 - PT RAPP Catat 500 Hari Tan...
16:16 - Tahun Ini, Disdukcapil Pel...
15:43 - Tidak Hanya Bekerja, Karya...
 
BPBD Pelalawan dan Tim Gabungan Masih Fokus Padamkan Karhutla
Kamis, 01/08/2019 - 16:17:51 WIB
 Bupati Harris didampingi Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi saat melakukan pemadaman api di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, belum lama ini.
Bupati Harris didampingi Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi saat melakukan pemadaman api di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, belum lama ini.
TERKAIT:

PELALAWAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan bersama Tim gabungan Karhutla saat ini tengah fokus melakukan pemadaman di Penarikan, Kecamatan Langgam, yang masih menyisakan api. Sementara untuk kebakaran yang terjadi di Kelurahan Langgam, api sudah berhasil dipadamkan Rabu malam tadi (31/7/2019).

Namun sampai saat ini, tim masih terjun ke daerah tersebut untuk melakukan pendinginan.

"Kalau di TNTN, ada dua tempat yang terbakar yakni Desa Lubuk Kembang Bungo dan Desa Kesuma. Lokasi api titik menyebar, tapi saat ini tengah ditangani oleh tim rayon yang di sana dan juga dari tim TNTN," kata Kepala BPBD Pelalawan, Drs Hadi Penandio, pada media ini via selulernya, Kamis (1/8/2019).

Hadi menjelaskan bahwa saat ini pihaknya bersama Kapolres Pelalawan, Kasatpol PP dan tim lainnya tengah berada di Penarikan, Langgam, untuk melokalisir kebakaran yang terjadi kemarin. Saat ini, untuk hotspot di Riau ada 39 titik panas sementara di Pelalawan ada 51 hotspot yang tercatat.

"Dari jumlah 51 hotspot itu, diduga yang convident di atas 70 ada 39 titik api. 39 titik api itu tersebar di 4 area yakni TNTN di dua tempat yakni Desa Lubuk Kembang Bungo dan Desa Kesuma, Penarikan dan Kelurahan Langgam," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pelalawan HM Harris menyikapi permasalahan kabut dan asap akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau, sampai hari ini sudah 721 orang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), berdasarkan sumber dan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan.

Atas kondisi tersebut, Bupati H.M.Harris menghimbau masyarakat terutama anak –anak sekolah, serta kelompok masyarakat yang rentan, seperti lansia dan ibu hamil, untuk mengurangi kegiatan di luar rumah.

Pemerintah Daerah disamping aktif melakukan koordinasi pemadaman api, bahu membahu bersama TNI/Polri, perusahaan,berbagai organisasi dan kelompok masyarakat  juga mengantisipasi dampak kabut asap tersebut, melalui pembagian masker, membuat posko kesehatan di setiap puskesmas, termasuk penyuluhan terhadap kelompok masyarakat yang rentan, sebagaimana yang disampaikan Bupati Harris saat di wawancarai Media Center Pelalawan melalui saluran telepon di Pangkalan Kerinci, Kamis (1/8/2019).

"Anak anak kami yang bersekolah melihat perkembangan kondisi kabut dan asap yang terjadi, kami harapkan tidak banyak untuk melakukan aktivitas dan kegiatan di luar rumah,untuk kegiatan diluar jam belajar dan mengajar agar di kurangi terutama juga kepada para guru supaya lebih banyak melakukan aktivitas di dalam kelas," jelasnya.

Di samping itu, Bupati Pelalawan dua periode ini menambahkan apabila kondisi semakin memburuk, Pemerintah Daerah akan mempertimbangkan meliburkan untuk jangka waktu tertentu. Tentu saja keputusan tersebut akan di ambil dengan memperhatikan pertimbangan instansi teknis terkait. Sementara itu juga kepada tenaga medis dan kesehatan Bupati Harris harapkan agar untuk selalu memantau dan stanby di tempat bertugas karena pelayanan masyarakat melihat kondisi sekarang sangat penting.

"Tenaga medis dan kesehatan yang bertugas di rumah sakit serta puskesmas agar selalu stanby dan memantau kondisi masyarakat kita yang terkena dampak dari kabut dan asap ini, kalau perlu jemput bola berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Harris.

Penulis: Andy Indrayanto
Editor : Yusni Fatimah







Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Waduh, Orang yang Kerap Gunakan Emoji Jago Kencan dan Aktif Secara Seksual
  • Defisit, Proyeksi Belanja RAPBD Meranti Tahun 2020 Naik Sebesar Rp1,453 Triliun
  • Wow, Kadisparbud Sebut Festival Pacu Jalur Kuansing 2019 Pecahkan 2 Rekor MURI
  • Lima Terdakwa Kasus 37 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati, Sampaikan Pembelaan dengan Tangisan
  • Gagal Melaju ke Babak Selanjutnya, Jonatan Tersingkir dari Kejuaraan Dunia Bulutangkis
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved