Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

13:20 - Paling Lambat Pertengahan ...
16:53 - Dihadiri Bupati, Pemkab Pe...
16:39 - RAPP Gelar Seminar Nasiona...
16:03 - Tolak RUU Omnibus Law, Rat...
08:26 - Pemerintah Pusat Serius Du...
14:48 - Diikuti 111 Peserta, Tes C...
11:11 - Dinilai Tak Serius Tangani...
17:35 - Perkuat Aturan Spektrum Fr...
17:09 - Peringatan Bulan K3 PT RAP...
15:04 - Tahun Ini, Kuota CJH Pelal...
11:30 - Siap-siap, Pelaksanaan SKD...
20:28 - Diduga Besok Akan Diekseku...
16:15 - Peduli Penghijauan, Polres...
18:00 - PT Musim Mas Serahkan Bant...
12:12 - Banjir di Pelalawan Masih ...
17:33 - Komisi V DPR RI H Syahrul ...
13:23 - Bupati Pelalawan Lantik 27...
14:53 - Sambangi Korban Banjir di ...
09:56 - Bupati Pelalawan Lantik 6 ...
17:14 - Kapolres Pelalawan Ajak Ma...
 
BPN Pelalawan Targetkan Terbitkan SHM Melalui PTSL Gratis
Selasa, 09/07/2019 - 17:16:16 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
TERKAIT:
 
  • BPN Pelalawan Targetkan Terbitkan SHM Melalui PTSL Gratis
  •  

    PELALAWAN - Tahun ini, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pelalawan menargetkan akan menerbitkan sertifikat hak milik (SHM) melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) secara gratis.


    Dibanding tahun lalu, target ini menurun karena di tahun sebelumnya BPN Pelalawan telah menerbitkan 19 ribu sertifikat PTSL yang dibiayai oleh APBN.

    "Tapi target 8.000 ribu sertifikat tahun ini itu direncanakan akan bertambah sebanyak 4.000 yang dananya berasal dari World Bank," kata Kepala BPN Pelalawan, Iwan, pada halloriau.com, Selasa (9/7/2019).

    Iwan menjelaskan bahwa saat ini Proyek Nasional Agraria (Prona) sudah 'ditiadakan'. Sekarang berganti nama menjadi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang termaktub dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap.

    "PTSL merupakan program sertifikat gratis dari BPN ke masyarakat. Program Prona dan PTSL mengalami sedikit perbedaan. Pendekatan yang dilakukan dalam PTSL ini adalah melalui desa per desa, kabupaten per kabupaten, serta kota per kota. Sedangkan pendataan tanah sebagai penerima sertifikat prona dilakukan secara merata di seluruh desa dan kelurahan dalam satu kabupaten. Inilah yang membedakan program sertifikat gratis melalui Prona dengan PTSL," jelasnya.

    Lanjutnya, dalam program Prona, satu tahun anggaran bisa di sebar ke beberapa desa bahkan hingga 10 desa. Sedangkan program PTSL terpusat di satu desa. Dalam Program Prona, tidak seluruh bidang tanah yang tidak bersertifikat dalam satu desa diberikan bantuan tetapi secara bertahap. Sedangkan PTSL, seluruh tanah dalam daerah tersebut yang belum memiliki sertifikat akan dibuatkan.

    "Keberadaan PTSL ini tentu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Pasalnya, keberadaannya akan membantu percepatan dan memenuhi semua kebutuhan masyarakat yang belum memiliki sertifikat tanah. Apalagi dalam Prona hanya ditujukan pada masyarakat kelas menengah ke bawah, sedangkan program PTSL untuk semua golongan, tak mengenal kaya atau miskin, semuanya akan dibuatkan sertifikat," katanya.

    Menurut Iwan, tujuan PTSL ini adalah untuk percepatan pemberian kepastian hukum dan perlindungan hukum hak atas tanah rakyat secara pasti, sederhana, cepat, lancar, aman, adil, merata dan terbuka secara akuntabel.

    Lanjutnya, karena hal tersebut dirinya meminta kepada masyarakat yang belum memiliki sertifikat untuk memanfaatkan benar kesempatan emas tersebut. Di tahun 2018 lalu, BPN Pelalawan telah menerbitkan 19 ribu sertifikat PTSL yang dibiayai oleh APBN. Sedangkan di tahun ini target BPN adalah menerbitkan 8000 SHM melalui PTSL.

    "Kemungkinan akan bertambah 4000 target tersebut, karena adanya dana dari World Bank," katanya.

    Dikatakannya, meski dibiayai oleh negara namun tak semua obyek pendaftaran tanah di wilayah Republik Indonesia berhak mendapatkan sertifikat tanah. Untuk lokasi tanah milik BUMN, BUMD dan yang memiliki badan hukum harus bayar sendiri, tidak dibiayai oleh negara. Ditargetkan di tahun 2025, tidak ada lagi masyarakat yang tidak memiliki sertifikat tanah kecuali yang tidak mau.

    Penulis : Andi Indrayanto
    Editor : Fauzia


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Bertemu Gubri saat Umrah, Imam Masjidil Haram Doakan Riau Lebih Baik
  • CATAT! Ini Lokasi dan Jadwal SKD CPNS Kemenag di 12 Provinsi, Wanita Wajib Pakai Rok
  • Jenazah TKI Ilegal yang Ditemukan Tewas Mengapung Teridentifikasi, Warga Batu Bara
  • Istri Larang Minum Miras, Pria Ini Malah Gantung Diri
  • BMKG Deteksi 13 Hotspot di Riau, Paling Banyak di Bengkalis
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved