Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

08:42 - Kemenag Pelalawan Taja Sos...
11:24 - "Untung Ada yang Membantu ...
11:36 - 15 Desa MoU Program Desa B...
17:08 - Enam Tahun Berjalan, Progr...
12:49 - Karhutla di Desa Merbau Su...
09:47 - Cegah Covid-19, Ruas Jalan...
06:01 - Sambut Hari Bhayangkara ke...
16:43 - Bupati Pelalawan Letakkan ...
14:16 - Bupati Pelalawan Serahkan ...
21:34 - Setelah 15 Hari Zero Covid...
17:58 - Saat Pandemi Covid-19, Per...
14:38 - DPMD Sosialisasikan Aplika...
22:51 - Peringati HUT ke-74 Bhayan...
06:00 - Tiga PDP di Pelalawan, Sat...
11:54 - Bupati Pelalawan Serahkan ...
17:19 - Pemerintah Kelurahan Bunut...
13:20 - Warga Riau Kompleks Tetap ...
13:06 - Bupati Pelalawan HM Harris...
22:47 - Serahkan Secara Simbolis B...
16:32 - Warga Pangkalan Kerinci Te...
 
Usai Lebaran, Pemkab Pelalawan Adakan Asesmen dan Mutasi Pejabat
Selasa, 14 Mei 2019 - 13:21:42 WIB

PANGKALAN KERINCI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan Provinsi Riau mengisyaratkan akan melaksanakan asesmen bagi para pejabat di lingkungan Pemda Pelalawan Bulan Juni tahun 2019 mendatang.

Asesmen dilakukan untuk kepentingan mutasi jabatan di jajaran Organisasi Pemerintah Daerah (OPD).

Asesmen bagi jabatan tinggi pratama ini dimaksudkan untuk mengisi kekosongan jabatan yang terjadi di jajaran eselon II, mulai dari Kepala Dinas, Kepala Badan, Asisten Sekda, hingga staff ahli.

"Informasibdari pak Sekda tadi, asesmen pejabat akan kita gelar sesudah lebaran. Setelah itu baru pelantikan," beber Bupati Pelalawan HM Harris, dikutip dari Tribunpelalawan.com, Selasa (14/5/2019) lalu.

Menurut Harris beberapa jabatan kepala dinas saat ini diisi oleh pelaksana tugas, termasuk instansi-instansi yang bersifat teknis.

Posisi jabatan itu harus segera diisi oleh pejabat yang defenitif agar program pembangunan berjalan dengan baik.

Apalagi beban dan tantangan yang dihadapi pemda kedepan semakin berat, mengingat anggaran terbatas.

Pimpinan OPD yang akan terpilih akan diberikan kewenangan untuk memilih para pejabat yang akan mendukungnya diinstansi tersebut.

Mulai dari Kepala Bidang hingga Kepala Seksi, bahkan sampai ke staf paling bawah.

Sehingga kinerja dapat berjalan dengan selara, tanpa ada konflik lantara tidak cocok.

"Sudah kita beri kewenangan, jadi tak ada lagi alasan bagi kadis, jika bawahannya tak bisa diatur atau ngak mau bekerja. Karena sudah dia sendiri yang milih," tandasnya.

Saat ini ada empat OPD yang pimpinannya dijabat Pelaksan tugas (Plt) dan hampir semuanya instansi yang potensial dalam pembangunan daerah.

Seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kesehatan (Diskes) dan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo).

Keempat dinas itu dipegang oleh Sekretaris Dinas (Sekdis) yang menjadi Plt Kadis.

Namun tidak menutup kemungkinan pada pimpinan OPD yang saat ini menjabat akan ikut dimutasi setelah pemda melakukan evaluasi atas kinerja selama ini termasuk target-target yang diberikan.

Termasuk juga para pejabat eselon lll dan eselon lV harus mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu akan dimutasi.

Plt Belum Tentu Jadi Kadis Defenitif

Bupati Pelalawan Provinsi Riau, HM Harris, mengisyaratkan asesmen dan mutasi pejabat akan kembali digelar setelah Hari Raya Idul Fitri tahun 2019 mendatang.

Para pejabat diminta untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi jabatan tersebut.

Menurut Bupati Harris, asesmen dilakukan untuk mengisi jabatan eselon II yang saat ini diisi pejabat Pelaksana tugas (Plt) termasuk pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Seluruh pejabat yang hendak mengisi posisi Kepala Dinas (Kadis) atau sederajatnya harus mengikuti asesment tanpa terkecuali.

Demikian juga para pejabat Plt yang saat ini mengerjakan tugas Kadis meski jabatan sebenarnya adalah sekretaris dinas. Para Plt Kadis tidak bisa serta merta diangkat sebagai Kadis defenitif pada posisinya saat ini dan harus melalui seleksi atau asesmen.

"(Pejabat) Pelaksana tugas inikan tidak harus dia yang jadi kepala dinas. Harus ikut asesment juga," beber Harris kepada tribunpelalawan.com, Selasa (14/5/2019).

Bupati Pelalawan dua periode ini menjelaskan, untuk bisa menjadi kepala dinas defenitif pejabat pelaksana tugas disamping mengikuti asesment, kinerjanya selama ini akan dilihat.

Cara menyelesaikan persoalan di OPD tersebut, termasuk cara memimpin dan menjalankan program kerja.

Apabila yang bersangkutan dinilai mampu akan menjadi pertimbangan saat asesment.

Tetapi jika sebaliknya Pejabat Plt dipandang tak bisa menjadi pemimpin di OPD tersebut, tentu harapannya akan tipis.

Mengingat dinas-dinas yang diisi Plt mengedepankan pelayanan kepada masyarakat luas.

"Satu lagi kita kedepan lebih meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jika Plt tidak bisa jalan (bekerja), sama juga nanti tak bisa diberi target," tandasnya. (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Forum CSR Bengkalis Diaktifkan Kembali Setelah 5 Tahun Vakum
  • Pecah Rekor, Indonesia Periksa 23.519 Spesimen Covid-19 Hari Ini
  • Data Terbaru Covid-19 Dumai: 4 Pasien Sembuh, 1 Positif Baru
  • Terkait Program Bantuan ke Masyarakat, Dinsos Bengkalis Paparkan Ada 7 Jenis Bansos
  • Usai Nonton Porno, Pemuda di Rumbai Cabuli Bocah 4 Tahun di Samping Kandang Babi
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved