www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Sempena Hari Apoteker Sedunia, IAI Bengkalis Gelar Kampanye Kesehatan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Advertorial
Setelah Batik Andalan, Kini PT RAPP Bina dan Kembangkan Para Penenun
Rabu, 23 Mei 2018 - 19:06:51 WIB
Perwakilan PT RAPP sedang berdiskusi dengan Sri Mardiyah (30), salah satu pengerajin Tenun Pelalawan, beberapa waktu lalu, di rumahnya, Pangkalan Kerinci
Perwakilan PT RAPP sedang berdiskusi dengan Sri Mardiyah (30), salah satu pengerajin Tenun Pelalawan, beberapa waktu lalu, di rumahnya, Pangkalan Kerinci

PELALAWAN - Tidak hanya meluncurkan Batik Andalan, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) kini telah mulai mengembangkan para pengrajin penenun di Kabupaten Pelalawan. Awalnya, program yang menjadi bagian dari Community Development (CD) perusahaan kayu yang berbasis di Pangkalankerinci ini bermula dari Kabupaten Kepulauan Meranti, dimana PT RAPP telah memiliki pengrajin tenun binaan mereka.

"Lalu ide itu melebar, kenapa hanya di Kabupaten Kepulauan Meranti saja, kenapa di Kabupaten Pelalawan tidak ada pengrajin penenun yang bisa dibina seperti di Kabupaten Meranti," terang Koordinator Mitra Offline CD PT RAPP, R Adhe Pramono, memulai ceritanya pada media ini via selulernya, Selasa (22/5/2018). 

Adhe kemudian bertanya ke Dekranasda Pelalawan soal keberadaan para penenun yang ada di daerah ini. Pucuk dicinta ulam pun tiba, karena ternyata Dekranasda Pelalawan rupanya pernah membina dan mengembangkan para pengrajin penenun yang ada di Kabupaten Pelalawan. Namun karena berbagai kendala, pembinaan dan pengembangan yang dilakukan oleh Dekranasda pada para penenun ini tidak berjalan.

"Akhirnya, program yang kita mulai di akhir tahun 2017 kemaren itu, kita laksanakan. Kita rekrut penenun yang telah dibina oleh Dekranasda, kemudian kita latih kembali di Pekanbaru," ujarnya.

Awal tahun 2018, Management PT RAPP lewat program CD-nya kemudian fokus membina 2 perajin penenun di daerah ini. Rahmi dan Siti Mardiyah merupakan dua penenun pioner yang kini dibina oleh PT RAPP. Siti Mardiyah sendiri merupakan penenun yang telah memiliki dasar menenun, karena ia sebelumnya telah mengikuti dasar-dasar pelatihan menenun yang diadakan oleh Dekranasda.

"Sedangkan Rahmi benar-benar dari nol. Kita kirim Rahmi untuk belajar atau mengikuti pelatihan di Pekanbaru. Lamanya pelatihan antara dua sampai tiga minggu," ujarnya.
Salah seorang pengerajin tenun Pelalawan,  Rahmi (30), yang dibina oleh program CD PT RAPP. Berkat PT RAPP, Rahmi mendapat bantuan peralatan dan pelatihan, serta bisa menambah penghasilan rumah tangganya.

Berbeda dengan pembuatan kain batik yang dikerjakan di lokasi, jika penenun bisa dikerjakan di rumah. Artinya, sebagai seorang Ibu mereka jadi tidak melupakan kewajibannya untuk melayani suami. Proses pembuatan satu helai kain tenun memakan waktu sekitar 4-5 hari, dan paling lama satu minggu.

"Jadi setelah mereka menyelesaikan satu kain, kita bayar dulu upahnya sebesar Rp 250 ribu. Harga kain kita jual rata-rata Rp 600 ribu, setelah kain terjual maka akan kita berikan lagi sisanya. Intinya, kita membantu dalam hal memasarkan kain yang mereka buat," ungkapnya.

Namun karena mereka telah menjadi binaan PT RAPP, otomatis perusahaan yang telah membina mereka membantu dalam hal peralatan, tidak hanya sekedar pemasaran saja. Dari situ, mereka bisa menambah pneghasilan rumah tangganya.  

Indonesia memiliki kain tradisional lain yaitu tenun. Sayangnya, hingga saat ini masyarakat Indonesia belum sepenuhnya peduli akan kebudayaan yang dimiliki, termasuk kain tenun. Sejauh ini, meski baru berjalan 4-5 bulan, prospek pengembangan kain tenun ini cukup menjanjikan. Perlahan namun pasti sudah banyak permintaan kain tenunan dengan motif khas Melayu yang diminta.

"Kita simpan juga di Hotel Unigraha, dan kebanyakan bule-bule justru banyak yang menyukai kain tenun kita yang merupakan ciri khas budaya Melayu," tandasnya.

Ditanya soal target ke depan, Adhe menjelaskan bahwa dirinya menargetkan lokasi yang berada di Gang 2000, Pangkalankerinci, menjadi Sentra penenun di Kabupaten Pelalawan. Karena itu, pihaknya juga tengah mengembangkan untuk merekrut perajin tenun ke masyarakat sekitar.

"Jadi kalau ada tetangga yang ingin mendapatkan penghasilan sampingan dengan menjadi pengrajin tenun, bisa diajarkan oleh Rahmi dan Siti Mardiyah. Tapi menjadi perajin penenun harus benar-benar serius, jangan nanti sudah kita beri bantuan namun tidak serius dijalankan. Karena menjadi pengrajin penenun jelas butuh keseriusan dan ketelitian di atas rata-rata," ungkapnya. (Adv)


  Berita Terkait

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA LAINNYA    
Sempena Hari Apoteker Sedunia, IAI Bengkalis Gelar Kampanye Kesehatan
Rider Ducati Lenovo, Jack Miller juarai MotoGP Jepang 2022.(foto: int)Naik Podium, Miller Raih Kemenangan Pertamanya di MotoGP Jepang 2022
Tim Ro Rena Polda Riau meninjau lokasi pembangunan Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Tim Ro Rena Polda Riau Tinjau Lokasi Pembangunan Mapolres Pelalawan
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto.(foto: istimewa)Polda Riau Gerak Cepat Usut Kasus Dugaan Pengeroyokan Oknum Polwan dan Ibunya
Marc Marquez jatuh di Sirkuit Motegi saat pemanasan jelang race MotoGP Jepang 2022.(foto: int)Marc Marquez Jatuh saat Pemanasan di Sirkuit Motegi
  Rider Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia.(foto: int)Bagnaia Crash, Quartararo Makin Nyaman di Puncak Klasemen MotoGP 2022
Ilustrasi.(int)Bongkar Pasang Pengerjaan Proyek SPAM Pekanbaru, Robin: Perhatikan Kenyamanan Masyarakat
Sejumlah barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka DP.(foto: istimewa)Polsek Kubu Ciduk DPO Pengedar Narkoba Bagan Sinembah
Bupati Rohil Afrizal Sintong menerima penghargaan KDI 2022 MNC.(foto: istimewa)Raih Penghargaan KDI 2022 MNC, Afrizal Sintong: Pelayanan dan Kebersihan Kebiasaan Kami
Kegiatan Pelatihan ToT Fasda Program School Improvement PT RAPP, 24-27 September 2022 di Pekanbaru.(foto: istimewa)Begini Cara RAPP Dorong Peningkatan Kualitas Sekolah Dasar di Riau
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Redaktur Metro Riau Lulusan Terbaik UKW SPS dan PWI Riau
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2022 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved