Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

17:59 - RPK APP-Sinar Mas Forestry...
11:10 - Bimtek Pengelolaan Perpust...
17:57 - Kades se-Pelalawan Ikuti P...
16:11 - Silahturahmi dengan Vetera...
18:09 - Jadi Irup HUT RI di Riau K...
18:14 - Seribuan Warga Hadiri Sala...
18:16 - Pejabat Negara dan Rombong...
18:49 - Tertibkan Perusahaan Sawit...
15:17 - "Purnama" Listrik di Desa ...
15:06 - Salat Idul Adha di Pelalaw...
14:56 - Salurkan 7.600 Kantong Kur...
10:50 - Program "Sabu Mempro", Ter...
18:07 - Wujudkan Perpustakaan Berb...
16:53 - Pusda Pelalawan Jadi Pilot...
16:30 - PT RAPP Catat 500 Hari Tan...
16:16 - Tahun Ini, Disdukcapil Pel...
15:43 - Tidak Hanya Bekerja, Karya...
16:44 - Bupati Harris Harapkan Mas...
15:36 - Danramil 03/Bunut Optimis ...
20:06 - Tiga Hari di Lokasi, Letko...
 
Heboh di Medsos, Harimau Diduga Penerkam Jumiati Kembali Muncul, Ternyata Ada yang Tak Lazim
Minggu, 11/02/2018 - 15:36:25 WIB

PELALAWAN - Terlihatnya Harimau Sumatera yang diduga berada di Jalan Lintas Bono, Pulau Muda, dan malah mendekati seseorang yang tengah merekam Harimau tersebut, tengah menjadi viral di media sosial. 

Dari video tersebut, terlihat Harimau itu tak nampak sedikit rasa takut, bahkan Harimau tersebut mendekati seseorang yang tengah merekam dari sebuah kamera di dalam mobil.

"Iya, bang, ini lagi viral di medsos, videonya dan photonya. Katanya di Jalan Lintas Bono, Pulau Muda," kata salah seorang masyarakat, Andi, yang memberikan video kemunculan Harimau ini, Minggu (11/2/2018).

Andi menjelaskan bahwa video dan photo ini sudah tersebar di media sosial dan kini tengah menjadi viral. Apalagi dalam beberapa belakangan ini, kasus kemunculan Harimau makin kerap terjadi di Kabupaten Pelalawan. Beberapa waktu lalu, bahkan ada Harimau yang tertangkap di Terusan Baru.

Terpisah, Kabid Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah 1, Utomo, saat ditanya soal kemunculan Harimau di Jalan Lintas Bono, Pulau Muda, membantah hal tersebut. Menurutnya, kemunculan Harimau yang tengah menjadi viral tersebut bukan berada di Jalan Lintas Bono tapi masih di areal perusahaan yang sama tempat terjadinya penerkaman pada pekerja perusahaan tersebut, awal Januari lalu.

"Itu bukan di Jalan Lintas Bono, tapi video kemunculan Harimau itu masih berada di lokasi perusahaan yang sama, tempat dimana ada pekerja yang tewas diterkam Harimau, awal Januari lalu. Lokasinya di Pelangiran, Inhil, di PT TH Indo Plantation," terang Utomo via selulernya, pada media ini, Minggu (11/2/2018).

Utomo menjelaskan bahwa sejak terjadi penerkaman pada pekerja PT TH Indo Plantation bernama Jumiati itu, pihaknya terus memburu Harimau tersebut. Sebagai identifikasi, Harimau tersebut diberi nama Bonita. Identifikasi ini diperlukan agar pihaknya bisa membedakan dengan Harimau yang lain.

"Kita beri nama Bonita, Harimau yang menerkam pekerja di perusahaan PT TH Indo Plantation itu. Kemunculan Bonita itu terjadi pada tanggal 4 Februari lalu. Sebenarnya tanggal 30 Januari, tim kita juga bertemu dengan Bonita dalam jarak 30-50 meter, dan tim kita merekam kemunculan Harimau Bonita itu," ungkapnya.

Rekaman video kemunculan Harimau Bonita yang menjadi viral itu dikarenakan Bonita muncul di Jalan Poros milik perusahaan PT TH Indo Plantation, yang kerap dilalui para pekerja perusahaan. Namun pihaknya tidak bermaksud untuk memviralkan rekaman tersebut ke medsos sehingga menjadi heboh, tapi diharapkan viralnya video itu bisa menjadi peringatan agar hati-hati untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

"Yang jelas, itu bukan di Jalan lintas Bono, tapi di Jalan Poros milik perusahaan PT TH Indo Plantation. Sekarang jalan itu telah diberi portal dan sudah kita beri papan peringatan agar masyarakat hati-hati karena jalan ini merupakan lintasan jalan Harimau," ujarnya.

Ditanya soal antisipasi gangguan harimau Bonita agar tak kembali menimbulkan korban, Utomo menjelaskan bahwa sejak peritiswa penerkaman Jumiati, timnya masih berada di lapangan. Tim berganti-ganti setiap 10 hari sekali, dan jalur lintasan Harimau Bonita telah ditandai dan diberi perangkap oleh tim.

"Tim kita jumlahnya 12-15 orang, gabungan dari BKSDA Riau, Polres Inhil, Forum Harimau Kita, PKHS, WWF, Tim Divisi Konservasi PT Arara Abadi dan dari pihak perusahaan sendiri. Sampai saat ini kita belum berhasil menangkap Harimau Bonita, namun kita terus mengikuti pergerakannya," katanya.

Ditanya soal kendala penangkapan harimau Bonita, Utomo mengakui bahwa Harimau Bonita ini memiliki perilaku yang berbeda dibanding harimau-harimau pada umumnya. Pasalnya, Harimau Bonita itu justru semakin mendekat saat melihat manusia atau melihat kendaraan. Ini bisa dilihat dalam video rekaman yang menjadi viral di mesos.

"Apa yang terjadi pada Harimau Bonita itu kita namakan Inhabituasi atau perubahan perilaku satwa liar. Harimau Bonita ini memang di luar kelaziman, karena ia justru mendekat saat melihat manusia atau kendaraan. Karena itu, kita hanya mengikuti saja pergerakannya dari jauh sambil memasang perangkap guna menjerat harimau tersebut. Kita harapkan dalam waktu dekat, harimau itu bisa kita tangkap," tukasnya. 

Penulis:  Andy Indrayanto 
Editor: Yusni Fatimah

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Disbud Tampilkan Berbagai Kesenian Masyarakat Adat di Provinsi Riau
  • Warga Pekan Arba Inhil Dilaporkan Hilang di Sungai Batang Tuaka
  • Serapan PAD di Bapenda Pekanbaru Capai Rp372 Miliar
  • Mahasiswa Kukerta UR Ajarkan Warga Desa Tanjung Gadai Olah Ikan Debuk Jadi Siomay dan Es Krim Sagu
  • Keseruan Test Drive dengan New TRITON di Lapangan Sampoerna Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved