PEKANBARU – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia, mengumpulkan seluruh pegawainya di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Muara Fajar, Kamis (5/11/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh jajaran DLHK memahami langsung kondisi pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru.
Reza menyebut, kegiatan tersebut bukan sekadar apel rutin, melainkan bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada seluruh pegawai mengenai tanggung jawab mereka sebagai ujung tombak kebersihan Kota Pekanbaru.
"Kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman yang bekerja di DLHK. Kita tahu bahwa kita yang bekerja di DLHK adalah ujung tombak kebersihan Kota Pekanbaru, makanya kami bawa supaya tahu dan bisa menjadi contoh di masyarakat," kata Reza, Minggu (8/11/2026).
Reza juga menekankan kepada pegawai DLHK pentingnya membangun kebiasaan memilah sampah mulai dari rumah masing-masing.
Menurutnya, pegawai DLHK tidak cukup hanya memberikan imbauan kepada masyarakat. Mereka harus terlebih dahulu menerapkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari agar dapat menjadi contoh di lingkungan tempat tinggal.
Selain memilah sampah secara mandiri, seluruh pegawai juga diminta aktif memberikan pendampingan kepada masyarakat yang ingin menerapkan pengelolaan sampah berbasis pemilahan.
Reza menegaskan, keterlibatan seluruh jajaran sangat diperlukan mengingat persoalan sampah di Pekanbaru membutuhkan penanganan dari hulu hingga hilir.
"Pak Walikota saja sudah berulang kali datang untuk memastikan muara dari penanganan sampah ini betul-betul maksimal. Artinya, kita yang bekerja juga harus melihat ini dan harus sudah memulai pemilahan dari rumah," katanya.
Ia menyebutkan, volume sampah yang dihasilkan Kota Pekanbaru saat ini mencapai sekitar 1.300 ton per hari. Jumlah tersebut membutuhkan penanganan serius dan keterlibatan berbagai pihak agar tidak seluruh sampah berakhir di tempat pemrosesan akhir.
Karena itu, upaya mengurangi sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan antara sampah yang dapat didaur ulang, dimanfaatkan kembali, dan sampah residu.
Di kawasan TPA Muara Fajar itu, Reza bersama seluruh pegawai, baik aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN, sempat melakukan penanaman pohon.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian lingkungan sekaligus mengingatkan seluruh pegawai bahwa tanggung jawab menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan harus dimulai dari diri sendiri.