PEKANBARU - Ancaman banjir di Kota Pekanbaru meningkat menjadi perhatian saat hujan terus mengguyur wilayah tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru menetapkan Rumbai dan Sail sebagai kawasan yang perlu diwaspadai karena berdekatan dengan aliran Sungai Siak dan Sungai Sail.
Potensi banjir di kedua wilayah itu dipengaruhi luapan sungai serta perubahan permukaan air akibat pasang surut.
Kondisi tersebut membuat permukiman di sekitar bantaran sungai berisiko terdampak ketika debit air meningkat.
Plt Kalaksa BPBD Kota Pekanbaru, Martin Manulok mengatakan, pihaknya terus memantau sejumlah lokasi yang dinilai rawan banjir.
"Rumbai dan Sail menjadi kawasan titik rawan banjir di Kota Pekanbaru, banjir terjadi," kata Martin, Kamis (29/10/2026).
Untuk mengantisipasi kemungkinan banjir, BPBD melakukan patroli dan menyiagakan personel di sejumlah titik yang berpotensi terdampak.
"Kami juga siagakan personel guna mengantisipasi adanya banjir di sejumlah wilayah kota," ujarnya.
Meski hujan deras rutin mengguyur Pekanbaru, BPBD mengaku belum menerima laporan mengenai wilayah yang terdampak banjir.
Hingga Kamis, belum ada laporan yang memerlukan evakuasi maupun penyaluran bantuan.
"Kalau untuk banjir sampai hari ini dengan kondisi hujan, kita masih belum menerima laporan. Terutama laporan evakuasi dan bantuan," jelas Martin.
Belum adanya laporan banjir belum menghilangkan potensi risiko, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Siak dan Sungai Sail.
Pemantauan kondisi sungai dan kesiapsiagaan petugas menjadi penting untuk mengantisipasi kenaikan air secara mendadak.
Warga di kawasan rawan diimbau memantau perkembangan cuaca dan permukaan air sungai serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan genangan yang berpotensi membahayakan permukiman.