www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
BSU Rp900 Ribu Periode Oktober-Desember 2026 Cair, Cek Info Disini!
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Banjir Pekanbaru Tak Bisa Ditangani dengan Satu Solusi, Pemko Mulai Petakan Titik Rawan
Jumat, 02 Oktober 2026 - 19:31:55 WIB
Penanganan banjir di Kota Pekanbaru.(ilustrasi/AI/halloriau.com)
Penanganan banjir di Kota Pekanbaru.(ilustrasi/AI/halloriau.com)

PEKANBARU - Pemko Pekanbaru mulai mengubah pola penanganan banjir dengan memetakan persoalan berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah.

Langkah ini dinilai penting karena genangan yang muncul di sejumlah kawasan tidak selalu disebabkan persoalan yang sama.

Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan, penanganan banjir tidak bisa dilakukan dengan satu pola untuk seluruh wilayah kota. Pemerintah akan membagi kawasan berdasarkan titik dan sumber persoalannya, kemudian menentukan intervensi yang sesuai.

"Kita akan cek satu persatu untuk pengendalian banjir di Kota Pekanbaru. Kita harus fokus karena masih banyak wilayah kota yang terendam banjir saat hujan," ujar Markarius, Jumat (2/10/2026).

Menurut Markarius, Pemko Pekanbaru dalam waktu dekat akan menurunkan master plan penanganan banjir yang sudah dimiliki menjadi rencana teknis untuk masing-masing kawasan.

"Kita akan petakan satu persatu, kita akan bagi per wilayah. Sebab setiap wilayah persoalannya berbeda-beda," katanya.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian Pemko Pekanbaru adalah Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani.

Wilayah tersebut masih menghadapi persoalan genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi.

Salah satu opsi yang disiapkan pemerintah adalah mengoptimalkan fungsi Waduk Cipta Karya sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir kawasan.

Namun, waduk tersebut masih memiliki keterbatasan infrastruktur. Salah satunya belum tersedianya pintu air yang dapat mengatur aliran air secara lebih optimal.

Pemko Pekanbaru berencana melakukan pembenahan Waduk Cipta Karya pada 2027. Sementara pembangunan pintu air saat ini masih berada pada tahap perencanaan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembangunan saluran air yang menghubungkan kawasan Jalan Suka Karya dengan Jalan Cipta Karya.

Untuk pekerjaan saluran air tersebut, Markarius menyebut prosesnya sudah berlangsung pada 2026.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan banjir Pekanbaru tidak hanya bergantung pada pembangunan drainase baru.

Pengendalian debit air, konektivitas antarsaluran, kapasitas waduk dan keberadaan pintu air juga menjadi bagian penting yang harus dibenahi.

Di sisi lain, Pemko Pekanbaru terus mengerjakan pembangunan drainase pada sejumlah ruas jalan. Salah satu kawasan yang mendapat penanganan berada di sekitar Jalan Paus.

Namun, pembangunan infrastruktur baru bukan satu-satunya pekerjaan yang diperlukan. Pemerintah juga akan melihat kondisi saluran yang sudah ada, termasuk kemungkinan terjadinya pendangkalan.

"Kemudian di wilayah lain mungkin terjadi pendangkalan aliran sungai atau drainase, sehingga dilakukan pengerukan," jelas Markarius.

Pendekatan tersebut membuat penanganan banjir diarahkan tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pemeliharaan dan peningkatan kapasitas infrastruktur yang telah tersedia.

Sebelumnya, Pemko Pekanbaru juga telah melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.

Setelah pekerjaan tersebut, pemerintah kini mengarahkan perhatian lebih besar pada persoalan banjir yang masih berulang ketika hujan turun.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
ilustrasi.BSU Rp900 Ribu Periode Oktober-Desember 2026 Cair, Cek Info Disini!
ilustrasi.Nasib Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Ditentukan MK Malam Ini
Sekda Riau, Syahrial Abdi.Pemprov Riau Siapkan Sistem Baru Pembayaran TPP, Kinerja ASN Jadi Acuan
Ratusan kasus DBD tercatat di Pekanbaru.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Waspada Pancaroba, 745 Kasus DBD Terjadi di Pekanbaru dan 3 Warga Meninggal
BYD bisa diretas.(ilustrasi/AI/halloriau.com)BYD Shark 6 Dibobol Hacker, Pintu, Lampu dan Wiper Bisa Diaktifkan dari Jarak Jauh
  Ilustrasi asap masih menyelimuti Riau (foto/int)Asap Masih Tebal di Riau, BMKG Imbau Warga Batasi Kegiatan Luar Ruangan
Pameran Honda di salah satu mal di Pekanbaru.Honda Brio RS 2026, Hatchback Sporty yang Cocok untuk Mobilitas Warga Pekanbaru
ilustrasi.Kualitas Udara Membahayakan, Pembelajaran PAUD-SMP di Pekanbaru Beralih Daring
Layanan 112 Pekanbaru dapat panggilan iseng.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Jangan Iseng! Panggilan Palsu ke 112 Pekanbaru Bisa Bahayakan Nyawa
Penjualan Daihatsu tumbuh 10 persen.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Daihatsu Cetak Penjualan 37.167 Unit di Kuartal III 2026, Gran Max Kuasai Separuh Pasar
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved