PEKANBARU — Kualitas udara di Kota Pekanbaru cenderung membaik setelah hujan mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (22/9/2026) dini hari. Kondisi ini menjadi angin segar setelah kualitas udara sebelumnya sempat berada dalam kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap.
Berdasarkan data dari laman resmi BMKG, konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di Kota Pekanbaru berada di angka 25 mikrogram per meter kubik (µg/m3). Angka tersebut menunjukkan kualitas udara berada dalam kategori sedang.
Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan perbaikan kualitas udara terlihat setelah hujan turun.
"Kita melihat kualitas udara cendrung membaik, setelah sempat berada dalam kategori sangat tidak sehat," terang Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin.
Selain kualitas udara yang membaik, kondisi langit di Pekanbaru juga tampak lebih cerah dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Namun, potensi hujan masih diperkirakan terjadi dalam dua hari ke depan.
Zulhelmi mengatakan Pemerintah Kota Pekanbaru telah menggelar rapat lintas instansi untuk membahas kondisi terkini, termasuk perkembangan kualitas udara dan potensi hujan.
"Kami sudah mendapatkan informasi dari BMKG, bahwa dua hari ini seusai prakiraan cuaca ada potensi hujan," ungkapnya.
Di sisi lain, pemerintah memastikan saat ini tidak terdapat titik api di wilayah Kota Pekanbaru yang berpotensi memicu kebakaran lahan.
Meski demikian, kabut asap masih berpotensi menyelimuti Pekanbaru. Kondisi tersebut disebut berasal dari kebakaran lahan di sejumlah daerah di bagian selatan Sumatera dan terbawa angin menuju Kota Pekanbaru.
"Jadi kita tidak ada titik api di Kota Pekanbaru, asap yang terlihat adalah asap kiriman dari sejumlah daerah di selatan Sumatera. Arah angin dari selatan, bertumpuk di kota kita," terangnya.
Untuk mengantisipasi dampak paparan kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, seluruh puskesmas di Pekanbaru masih membuka layanan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Layanan tersebut tersedia di 21 puskesmas yang tersebar di Kota Pekanbaru. Pemerintah juga menyiapkan obat-obatan, termasuk fasilitas nebulizer bagi pasien yang membutuhkan.
"Kita siapkan obat-obatan bagi pasien ISPA, di RSD Madani, ada juga nebulizer bagi pasien dan juga masker," tuturnya.