PEKANBARU - Gangguan distribusi air bersih Perumda Tirta Siak Pekanbaru dalam beberapa bulan terakhir mulai mendapat perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.
Sejumlah pelanggan mengeluhkan pasokan air yang tidak optimal, bahkan sebagian mengaku tidak lagi mendapatkan aliran air ke rumah.
Pemko Pekanbaru mengakui persoalan tersebut dan menyebut Perumda Tirta Siak masih berada dalam tahap pemulihan setelah menghadapi berbagai persoalan pengelolaan, jaringan perpipaan, hingga dinamika kerja sama.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, perbaikan layanan tidak dapat dilakukan secara instan.
Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi perusahaan daerah untuk mengabaikan kebutuhan pelanggan.
“Kita akan tuntaskan persoalan yang ada secara bertahap dan tentu ada kepastian,” kata Ingot, Senin (21/9/2026).
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian Pemko Pekanbaru adalah Rumbai dan wilayah sekitarnya. Menurut Ingot, kawasan tersebut sebelumnya memperoleh pasokan air bersih dari zona 2.
Namun, perubahan kondisi jaringan setelah adanya kebijakan pemerintah provinsi dan penertiban jaringan perpipaan membuat distribusi air ke kawasan tersebut terganggu.
“Namun atas kebijakan Gubernur Riau kala itu, berlangsung pembersihan jaringan di Jembatan Leighton 1, termasuk penertiban jaringan pipa perumda,” ujarnya.
Dampaknya, Perumda Tirta Siak tidak lagi dapat mengandalkan jaringan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Rumbai.
Pemko kini mendorong pemanfaatan jaringan perpipaan dari kawasan Danau Kayangan sebagai salah satu alternatif untuk mengembalikan dan memperluas cakupan pelayanan air bersih.
“Kita bisa maksimalkan dan kembangkan untuk kebutuhan warga dan pelanggan di Rumbai,” kata Ingot.
Persoalan berbeda terjadi di Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Senapelan. Ingot menyebut saat ini dilakukan penertiban terhadap sambungan jaringan ilegal sekaligus pembenahan jaringan lama yang mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kebocoran dan pada akhirnya mengganggu kontinuitas distribusi air kepada pelanggan.
“Sedangkan di Senapelan karena saat ini sedang penertiban terhadap sambungan jaringan ilegal dan jaringan lama yang sudah rusak, sehingga ada kebocoran,” jelasnya.
Pipa di kawasan tersebut kini dalam proses perbaikan. Pemko mengakui langkah penertiban dan perbaikan jaringan ikut berdampak kepada pelanggan yang selama ini mengandalkan pasokan air perpipaan.
“Kami memohon agar bersabar, secepatnya perumda bakal menuntaskan persoalan ini,” ungkapnya.
Persoalan distribusi air ini menunjukkan bahwa pemulihan kinerja Perumda Tirta Siak tidak hanya menyangkut kemampuan memproduksi air, tetapi juga kondisi infrastruktur distribusi hingga sambungan pelanggan.
Di sisi lain, pelanggan tetap membutuhkan kepastian kapan layanan kembali normal.
Karena itu, Pemko Pekanbaru mendorong manajemen perumda tidak berhenti pada perbaikan jaringan, tetapi juga memastikan adanya informasi yang jelas kepada pelanggan selama proses berlangsung.
Untuk wilayah Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Ingot menjelaskan, pengelolaan jaringan berada di bawah PT Tirta Riau sehingga penanganannya memiliki konteks berbeda dengan jaringan yang dikelola Perumda Tirta Siak.
Pemko juga membuka kemungkinan adanya kompensasi bagi pelanggan yang terdampak gangguan pelayanan.
Namun, keputusan tersebut masih akan mempertimbangkan kondisi perusahaan dan persoalan teknis yang sedang ditangani.
Ingot menegaskan peningkatan kualitas pelayanan harus menjadi fokus utama Perumda Tirta Siak, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
“Yang jelas perumda terus meningkatkan kinerja bagi masyarakat dan pelanggan, kita dorong masyarakat bisa menyuplai air bersih,” tandasnya.