PEKANBARU - Peringatan Hari Jadi Kota Pekanbaru 2026 ditutup dengan momen bersejarah. Sebanyak 9.184 peserta memadati halaman Masjid Raya An Nur Riau, Sabtu (4/7/2026) malam, untuk mengikuti pembacaan Surat Al-Mulk serentak yang sukses mengantarkan Pekanbaru meraih Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).
Kegiatan religius tersebut mencatatkan rekor sebagai pembacaan Surat Al-Mulk oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) terbanyak di Indonesia.
Ribuan peserta yang terdiri dari ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta jamaah masjid tampak mengenakan pakaian serba putih, menciptakan suasana khusyuk di kawasan Masjid Raya An Nur Riau.
Lantunan ayat-ayat Surat Al-Mulk menggema serempak dari ribuan peserta yang memenuhi halaman masjid.
Antusiasme masyarakat dan aparatur pemerintah bahkan melampaui target awal panitia.
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho mengungkapkan, jumlah peserta jauh melebihi estimasi semula.
"Pemecahan rekor kali ini adalah puncak dari momen Hari Jadi Pekanbaru," ujar Agung Nugroho.
Ia menjelaskan, semula panitia memperkirakan sekitar 5.000 peserta akan hadir. Namun, realisasinya mencapai 9.184 orang, hampir dua kali lipat dari target awal.
Menurut Agung, gagasan menggelar pembacaan Surat Al-Mulk secara massal berasal dari Ketua TP PKK Kota Pekanbaru, Sulastri.
Ide tersebut kemudian diwujudkan sebagai salah satu agenda utama dalam peringatan hari jadi kota tahun ini.
"Ide ini berasal dari Ketua TP PKK Pekanbaru, Sulastri, dan akhirnya kami jadikan sebagai bagian dari puncak peringatan Hari Jadi Pekanbaru," katanya.
Agung menegaskan, konsep peringatan Hari Jadi Pekanbaru tahun ini dirancang berbeda dengan memperbanyak kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dibandingkan acara seremonial.
Selain pemecahan rekor pembacaan Surat Al-Mulk, Pemerintah Kota Pekanbaru sebelumnya juga berhasil mencatatkan prestasi melalui rekor Kue Talam Ketan Durian terpanjang di dunia dengan panjang mencapai satu kilometer.
Menurut Agung, kedua rekor tersebut menjadi upaya memperkuat identitas Kota Pekanbaru, baik dari sisi budaya maupun nilai-nilai religius.
"Kita berhasil memperkenalkan Kue Talam Ketan Durian, bukan hanya di Pekanbaru, tapi juga di nasional serta internasional," pungkasnya.