PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Riau mulai melakukan penataan kabel fiber optik (FO) yang selama ini dinilai semrawut dan mengganggu estetika kota.
Kegiatan perdana dilaksanakan di Jalan Ronggowarsito pada Minggu (31/5/2026) sebagai langkah awal program penataan jaringan telekomunikasi di sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Kota Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat yang telah disampaikan Pemko Pekanbaru kepada APJATEL sejak Januari 2026.
Menurut pria yang akrab disapa Yayan itu, pemerintah kota menginginkan proses penataan kabel dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan guna menjawab berbagai keluhan masyarakat terkait keberadaan kabel udara yang dinilai tidak tertata.
"Kami meminta APJATEL menyusun rencana tindak lanjut dalam waktu dekat sehingga kegiatan perapian kabel dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan," ujarnya.
Yayan menjelaskan, Pemko Pekanbaru memiliki target jangka panjang untuk mengurangi keberadaan kabel udara di ruas-ruas jalan utama dengan memindahkannya ke sistem ducting atau jaringan bawah tanah.
Saat ini, pemerintah kota masih menyusun kajian dan rekomendasi teknis yang akan menjadi dasar pelaksanaan program tersebut.
"Target kami ke depan adalah mengurangi kabel udara di ruas jalan utama melalui sistem ducting. Namun sembari menunggu kajian teknis dan rekomendasi selesai, seluruh kabel yang ada saat ini harus dirapikan terlebih dahulu karena sudah menjadi perhatian dan keluhan masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris APJATEL Riau, Dardi Suryanto, menyebut penataan kabel dilakukan sebagai tindak lanjut atas surat imbauan Pemko Pekanbaru terkait pembenahan jaringan telekomunikasi.
Menurutnya, Jalan Ronggowarsito dipilih sebagai lokasi pertama penataan sebelum kegiatan serupa dilanjutkan ke sejumlah ruas jalan prioritas lainnya.
"Hari ini kami memulai pekerjaan di Jalan Ronggowarsito. Setelah itu, penataan akan dilanjutkan ke Jalan Lobak, Jalan Delima, dan Jalan Paus," kata Dardi.
Ia menjelaskan, fokus pekerjaan saat ini adalah merapikan kabel yang menjuntai menggunakan metode crimping sehingga jaringan fiber optik menjadi lebih tertata dan aman bagi masyarakat.
"Kabel yang selama ini terlihat semrawut akan dirapikan agar tidak lagi menjuntai, baik yang melintasi jalan maupun berada di depan rumah warga. Dengan demikian lingkungan menjadi lebih aman dan lebih nyaman dipandang," ujarnya.
Menurut Dardi, kondisi kabel yang menjuntai umumnya disebabkan jarak antar tiang yang cukup jauh sehingga terjadi penurunan posisi kabel. Karena itu, APJATEL bersama penyedia layanan internet melakukan pengencangan dan penyesuaian jaringan agar lebih rapi.
Sedikitnya 10 perusahaan penyedia layanan telekomunikasi, termasuk sejumlah provider berskala nasional, telah bergabung dalam kegiatan tersebut.
APJATEL berharap seluruh penyedia layanan dapat berpartisipasi sehingga proses penataan jaringan telekomunikasi di Kota Pekanbaru dapat berjalan lebih cepat dan optimal.
"Kami berharap seluruh provider ikut berpartisipasi agar proses penataan dapat diselesaikan lebih cepat dan hasilnya bisa dirasakan masyarakat," pungkasnya.(*)