PEKANBARU - Pemko Pekanbaru terus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis daur ulang dengan menambah lima unit waste station baru di sejumlah titik strategis kota.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.
Saat ini, Kota Pekanbaru baru memiliki satu waste station yang aktif beroperasi, yakni di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas di Jalan Ahmad Yani. Ke depan, fasilitas serupa akan diperluas menjadi enam unit.
Lima waste station tambahan tersebut rencananya dibangun di kawasan RTH Ratu Kaca Mayang Jalan Jenderal Sudirman, wilayah Panam, Rumbai, dan Tenayan Raya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra mengatakan, pembangunan fasilitas baru ini bertujuan mempermudah masyarakat dalam menyalurkan sampah nonorganik yang masih memiliki nilai ekonomis.
“Kami menggandeng sejumlah pihak swasta untuk membuka waste station di sejumlah lokasi,” ujar Reza, Kamis (21/5/2026).
Waste station merupakan fasilitas pengelolaan sampah yang difokuskan pada pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah agar bisa didaur ulang maupun dimanfaatkan kembali.
Kehadiran fasilitas ini dinilai penting untuk menekan penumpukan sampah di TPA serta mendukung program lingkungan berkelanjutan di Pekanbaru.
Selain menjadi tempat penampungan sampah nonorganik, waste station juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.