www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Kesaksian Persidangan Sebut BBM di SPBU PT BLJ Dioplos, Direktur PT BLJ: Kita Merasa Dirugikan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Ada Kandungan Zat Besi di Air Mineral, BBPOM Pekanbaru: Wajar, Aman Dikonsumsi
Sabtu, 04 Juli 2020 - 09:36:38 WIB
Plt Kepala BBPOM PekanbaruĀ Dra Syarnida Apt
Plt Kepala BBPOM PekanbaruĀ Dra Syarnida Apt

PEKANBARU - Baru-baru ini sempat viral di media sosial video terkait air mineral yang beredar di pasaran mengandung zat besi yang tinggi. Dalam video tersebut ditampilkan berbagai jenis air mineral, air mineral dicelupkan adaptor atau steker yang dialiri listrik dan tersambung ke lampu. Air disebut memiliki kandungan logam tinggi saat lampu bisa menyala.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru  Dra Syarnida Apt MM mengungkapkan, adanya zat besi di dalam air mineral adalah hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.

"Air mineral itu mengandung berbagai ion-ion, salah satunya zat besi. Itu wajar dan tak bahaya buat kesehatan. Kalau sudah memiliki izin edar BPOM itu aman," kata Syarnida, Jumat (3/7/2020) dikutip dari riupos.

BPOM membagi air minum dalam kemasan (AMDK) ke dalam empat jenis yaitu air mineral, air demineral, air beroksigen, dan air alkali. Menurut Syarnida, masyarakat tinggal memilih mana yang paling diperlukan oleh tubuh.

Selain itu, Syarnida mengimbau masyarakat agar menganalisa terlebih dahulu informasi yang meragukan, dan memastikan ke lembaga berwenang seperti BBPOM.
"Lihat dulu sumbernya, kebenarannya seperti apa, siapa yang berbicara, apakah dia memang ahli atau sekadar coba-coba. Bagaimanapun jika tubuh kita perlu zat besi," ujarnya.

Syarnida menegaskan, dalam memberikan izin edar BBPOM sudah memastikan produk tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat, sehingga tidak perlu mengkhawatirkannya. "BBPOM dalam memberikan izin edar juga tidak sembarangan," tuturnya.

Selain itu, Syarnida mengingatkan agar masyarakat dalam mengonsumsi suatu produk, agar cek kemasan, label, Izin edar, dan kadalauarsa (KLIK) terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengonsumsi.

Lebih lanjut, Syarnida menambahkan masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan BBPOM untuk memastikan aman tidaknya sebuah produk. "Kita terbuka, punya unit pengaduan, bisa by phone atau Whatsapp, serta bisa juga akses ke BPOM mobile. Tidak harus datang ke kantor langsung," jelasnya.(*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
 

 
Berita Lainnya :
  • Kesaksian Persidangan Sebut BBM di SPBU PT BLJ Dioplos, Direktur PT BLJ: Kita Merasa Dirugikan
  • Satpol PP Diminta Tindak Pasar Ilegal di Pekanbaru
  • Riau Tambah 16 Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 Hari Ini
  • Kasus Corona Indonesia Tambah 1.693, Total Positif Jadi 128.776 Kasus
  • Uji Tera Tidak Ada Pungutan, Kadisperindag Rohul Akui Potensi PAD dari Tera Bisa Rp3 Miliar Per Tahun
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Webinar AMSI Merayu APBN untuk Infrastruktur Riau Lebih Baik
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved