www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Akibat Gedung Telkomsel Terbakar, Pencairan Gaji ke-13 ASN Pemprov Riau Ditunda
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Enam Bulan, 417 Kasus DBD Tercatat di Pekanbaru
Jumat, 03 Juli 2020 - 15:45:31 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - Hingga pekan ke-26 tahun 2020, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, mencatat Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 417 kasus.

Data yang dihimpun Diskes Kota Pekanbaru dari 21 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), jumlah tersebut tersebar di 12 Kecamatan di Pekanbaru.

Kepala Diskes Kota Pekanbaru, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maisel Fidayesi, mengatakan, Kecamatan Tenayan Raya menjadi penyumbang kasus tertinggi, yakni mencapai 77 kasus.

"Dari Januari sampai akhir Juni 2020 ini ada 417 kasus yang terdata. Itu tersebar di 12 Kecamatan," kata Maisel, Kamis (2/7/2020).

Kasus tertinggi terdapat di Kecamatan Tenayan Raya dengan 77 kasus. Disusul Kecamatan Tampan 68 Kasus, Marpoyan Damai 56 kasus, Payung Sekaki 49 kasus dan Bukit Raya 47 kasus.

Kecamatan Limapuluh 33 kasus, Rumbai 26 kasus, Rumbai Pesisir 18 kasus, Sukajadi 16 kasus, Senapelan 15 kasus, Pekanbaru Kota 7 kasus, dan Sail 5 kasus. 

Menurutnya, lingkungan menjadi faktor utama terjadi peningkatan kasus DBD. DBD disebabkan gigitan nyamuk Aedes agepty. Sementara nyamuk Aedes agepty bersarang dan berkembang biak pada lingkungan yang kumuh. "Lewat Puskesmas kita beri penyuluhan ke masyarakat terkait mencegah DBD ini," ucapnya.

Masyarakat diimbau untuk melakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Lewat gerakan 3M, menguras bak mandi, mengubur barang bekas dan menutup bak penampungan.

Selain itu jika didapati gejala-gejala DBD seperti demam tinggi, muntah, dan terjadi bintik merah pada kulit supaya segera memeriksakan diri. "Karena DBD tidak main-main. Harus mendapatkan penanganan yang cepat dari medis," tegasnya.

DBD sendiri dapat berujung kematian jika mendapatkan penanganan medis yang lambat. Ditambahkan Maisel, dari total kasus, hingga saat ini masih dirawat sebanyak 6 orang, sementara yang lainnya sudah sembuh.

Penulis : Novi Kawandi
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir.Kadiskes Riau Akui DBD Tahun Ini Meningkat, Obat-obatan Stand By di Puskesmas
Januari Hingga Juni, 606 Kasus DBD Ditemukan di Bengkalis
DBDPemda Lamban, Ratusan Warga Riau "Tumbang" Karena DBD, Dua Meninggal Dunia
  Amroni.Penyakit DBD dan Pencegahan Kasus Bagi Masyarakat
Gagal Atasi DBD, Dewan Minta Kadiskes Dicopot
Kasus DBD Meningkat, BPBD Riau Turun Tangan Lakukan Fogging

 
Berita Lainnya :
  • Akibat Gedung Telkomsel Terbakar, Pencairan Gaji ke-13 ASN Pemprov Riau Ditunda
  • Masih Menunggak Iuran? Segera Ikuti Program Relaksasi BPJS Kesehatan
  • Rohul Miliki IPLT di Tanjung Belit dengan Kapasitas 10 Meter Kubik Per Hari
  • Dari Tambahan 32 Kasus Baru Covid-19 Riau Hari Ini, 16 Warga Pekanbaru
  • Program Sanitasi Nasional Agar Covid - 19 Berakhir, 65 Petugas TFL dan KSM Ikuti Pelatihan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Webinar AMSI Merayu APBN untuk Infrastruktur Riau Lebih Baik
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved