www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Jubir Covid-19 Riau Ungkap Kekhawatiran, Masyarakat Masih Banyak Melanggar Protokol Kesehatan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Bencana Asap Pekanbaru
Sudah Seminggu Nurhadisyah Keluhkan Sesak Nafas
Rabu, 18 September 2019 - 11:25:38 WIB
Pemeriksaan Nurhadisyah di Posko dan Rumah Singgah kabut asap di Kota Pekanbaru.
Pemeriksaan Nurhadisyah di Posko dan Rumah Singgah kabut asap di Kota Pekanbaru.

PEKANBARU - Puluhan pasien tercatat berobat di Posko dan Rumah Singgah kabut asap di Kota Pekanbaru. Mereka mengeluhkan batuk dan pilek hingga sesak nafas.

Keluhan itu dirasakan sejak kabut asap semakin pekat di Ibukota Provinsi Riau itu. Seperti Nurhadisyah Nasri (27), sudah seminggu Ia merasakan dampak kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan.

Guru cantik SMK Perpajakan ini mengeluhkan batuk hingga sesak nafas. "Batuk sudah seminggu. Sesak juga. Kemaren sudah berobat ke posko di MTQ. Tapi belum berkurang," kata Nurhadisyah, Rabu (18/9/2019) saat mendatangi rumah singgah kabut asap di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Pekanbaru.

Ia datang bersama rekannya. Keluhannya sama, batuk akibat terpapar kabut asap. Menurut Nurhadisyah, baru kali ini Ia merasakan dampak kabut asap.

"Semenjak asap pekat parah kali. Dulu asap juga, tapi gak terlalu," kata dia.

Saat malam, Ia harus meninggikan bantal agar bisa tidur. Ia menyebut, sudah tiga kali meminta izin ke sekolah untuk tidak masuk. Paparan asap yang Ia rasakan sudah cukup mengganggu aktivitasnya.

"Kalau tidur bantal harus ditinggikan, kalau tidak (ditinggikan) tidak bisa tidur," jelasnya.

"Sudah tiga kali minta izin tidak masuk sekolah," tambahnya.

Sejak ruang vip MPP dijadikan rumah singgah kabut asap, sudah puluhan pasien yang berobat. Keluhannya sama, mereka yang datang rata-rata batuk, pilek dan sesak nafas.

"Senin itu ada 21 pasien, Selasa ada 26, hari ini ada lima pasien," kata dr Risfayati usai memeriksa pasien di ruang vip MPP.

Dokter RS Ibnu Sina ini menyebut, obat yang diberi ke pasien yang ditangani tergantung keluhan. "Batuk berdahak pilek dan sesak nafas. Kepala pusing juga. Pengobatan tergantung klinis, kita juga kasih obat alergi," jelasnya.

Sementara itu, setiap hari ada belasan pasien datang berobat ke Puskesmas Pekanbaru Kota. Pasien yang datang ke Puskesmas yang kini dijadikan posko kabut asap mengeluhkan batuk dan pilek.

"Setiap hari ada pasien 15, ada yang 14 pasien yang datang. Ada juga 18 pasien. Rata-rata belasan pasien," kata Kepala Puskesmas Pekanbaru Kota, dr Armieti.

Pasien yang datang, kata dia, merupakan pasien yang terpapar kabut asap. "Itu khusus yang gangguan pernafasan, penyakit yang terdampak kabut asap. Tapi rata-rata yang datang keluhkan batik pilek," jelasnya.

Puskesmas menangani pasien dengan memeriksa keluhan serta memberi obat sesuai keluhan yang dirasakan pasien. Puskesmas juga menyediakan tabung oksigen untuk pasien yang sesak nafas.

"Kalau datang dengan batuk pilek bantu dengan obat. Kalau ada yg sesak kita bantu dengan oksigen. Saya rasa di Pekanbaru Kota belum separah di daerah pinggiran, Rumbai misalnya," kata dia.

Di Puskesmas Pekanbaru Kota, rata-rata pasien yang berobat usia anak-anak. "Pasien usia. 1 tahun sampai 4 tahun. Tapi yang banyak itu usia 5 tahun sampai 15 tahun,"  kata dia.

Penulis : Delvi Adri
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiPagi Ini Hotspot di Riau Terpantau 130 Titik, Pekanbaru Sedikit Diselimuti Asap
Pertemuan Kapolda Riau dengan sejumlah wartawan di Kota Pekanbaru, Selasa (26/11/2019) siang, di Jalan Bima kantor Multimedia Bidhumas Polda Riau. Gagas Pemantapan Metode Baru, Kapolda Riau Ingin 2020 Riau Bebas Asap
Ilustrasi14 Hotspot Terpantau di Riau, Jarak Pandang Terbatas Pagi Ini karena Partikel Basah
  IlustrasiWalau Februari Diprediksi Musim Kemarau, Warga Harap Riau Bebas Asap
Foto bersama.Polda Riau Gagas Program Kelas Bebas Asap untuk Selamatkan Kesehatan Anak
IlustrasiSumatera Dikepung 504 Titik Panas, Riau Tetap Berpotensi Hujan Malam Nanti

 
Berita Lainnya :
  • Jubir Covid-19 Riau Ungkap Kekhawatiran, Masyarakat Masih Banyak Melanggar Protokol Kesehatan
  • Riset Terbaru: Resiko Menularkan Covid-19 Lebih Besar daripada Ketularan
  • Kali Ini Pura Agung Jagatnatha Dikunjungi PB GNP Covid-19, Silaturahmi & Salurkan Kebutuhan Pokok
  • Holy Basil, Ratu Herbal yang Menenangkan Hati dan Kendalikan Gula Darah
  • KPU: Pasien Positif Covid-19 Bisa Nyoblos di Pilkada 2020
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Bhakti Sosial untuk Indonesia Peduli Covid-19
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved