www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Lampaui Inggris, India Jadi Negara Kematian Corona Tertinggi Keempat Dunia
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Diskes Klaim Warga Pekanbaru Bebas Cacar Monyet
Rabu, 15 Mei 2019 - 16:23:47 WIB
Cacar Monyet.
Cacar Monyet.

PEKANBARU - Akhir-akhir ini pemberitaan dihebohkan dengan penyakit cacar monyet atau monkeypox. Cacar berbahaya ini sekarang sedang mewabah di Singapura.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Dr Zaini Rizaldi mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya warga Pekanbaru yang terjangkit cacar tersebut.

"Dari Puskesmas belum ada kasus cacar monyet di Pekanbaru," kata Zaini, Rabu (15/5/2019).

Zaini menjelaskan, sejak adanya kasus cacar monyet di Singapura, Diskes sudah melakukan pemantauan dan monitoring hingga ke tingkat desa lewat Puskesmas.

"Kami selalu monitor kasus penyakit yang berjangkit melalui Puskesmas dan Rumah Sakit," tegasnya.

Lanjutnya, Diskes juga memantau arus penumpang dengan berkoordinasi kepada pihak Kantor Kesehatan Pelabulan (KKP) bandara dan pelabuhan. Apabila menemukan kasus tersebut, segera dilakukan karantina.

Sedangkan internal, Puskesmas juga melakukan sosialisasi dan penyuluhan baik langsung maupun tidak kepada masyarakat saat berobat, agar waspada pada cacar monyet. Apabila menemui gejala tersebut agar mendatangi Puskesmas atau fasilitas kesehatan yang ada.

Seperti diketahui, penyakit cacar monyet adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus "monkeypox" yang dapat terjadi pada hewan tertentu termasuk manusia.

Gejala dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, dan rasa lelah yang diikuti oleh ruam yang membentuk lepuh dan kerak.

Waktu dari paparan hingga timbulnya gejala adalah sekitar 10 hari. Durasi gejala biasanya 2 sampai 5 minggu.

Sementara untuk pencegahan dengan membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS ), hindari kontak dengan hewan dari Afrika, konsumsi makanan bergizi, hindari kontak dengan kasus.

Penulis : Delvi Adri
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiRSUD Arifin Achmad Pekanbaru Sudah Periksa 34.514 Spesimen Sampel Swab
IlustrasiHari Ini Riau Bakal Diguyur Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
Tol Pekanbaru-DumaiSekdaprov Riau Yakinkan 12 Permasalahan Tol Pekanbaru-Dumai Segera Selesai
  IlustrasiRiau Bakal Diguyur Hujan Disertai Petir Hari Ini
IlustrasiSebagian Wilayah Riau Hari Ini Bakal Diguyur Hujan
Ilustrasi33 Hotspot Terpantau di Riau, Terbanyak Pelalawan 9 Titik

 
Berita Lainnya :
  • Lampaui Inggris, India Jadi Negara Kematian Corona Tertinggi Keempat Dunia
  • Camat Rayan Ajukan Relaksasi Pedagang Kaki Lima ke Bupati Meranti
  • Corona Masih Ganas, Gubri Imbau Masyarakat Tidak Gelar Lomba Peringatan HUT ke-75 RI
  • Kontak Erat Pasien dan Nakes di Pekanbaru Jadi Prioritas Tes Swab
  • Menurun Dibanding Kemarin, Hari Ini Riau Tambah 29 Kasus Baru Covid-19
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    CEO Eka Hospital Buka Seminar Program Jaminan Kecelakaan Kerja
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved