www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Polisi Buru Direktur Utama PT CKBN Terkait Korupsi Pipa Transmisi PDAM di Inhil
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Tingkatkan Kesehatan Keuangan
PTPN V Teken Kredit Sindikasi Rp4,86 Triliun
Selasa, 11 April 2017 - 18:51:31 WIB

PEKANBARU - PTPN V menandatangani kredit sindikasi senilai Rp4,86 triliun lebih dengan enam bank di Jakarta, Selasa (11/04/2017). Kredit ini untuk meningkatkan kesehatan keuangan. 

Demikian dikatakan Direktur Utama PTPN V, Mohammad Yudayat dalam siaran persnya. 

"Puji syukur, hari ini PTPN V menorehkan sejarah dalam hal sumber pendanaan di perusahaan melalui penandatanganan kredit sindikasi dengan plafon Rp4,866 triliun lebih," sebut Yudayat.

Dijelaskan, dalam sindikasi tersebut, sedikitnya ada enam bank dan lembaga pembiayaan sebagai kreditur dengan nominal kredit beragam.
Enam kreditur yang terlibat yakni Bank Mandiri sebagai Mandated Lead Arranger/MLA dengan porsi Rp1,446 triliun, Bank BCA 0,75 triliun, Maybank Indonesia Rp1 trilyun, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Rp0,87 triliun, ICBC Rp0,5 triliun, dan PT Bank Riau Kepri Rp0,3 triliun.

Penandatanganan sindikasi dilaksanakan di Kantor PT Bank Mandiri (Persero) Jalan Jenderal Gatot Subroto dan dihadiri Direktur Komersil PTPN V, M Arwin Nasution serta nama-nama dari kreditur seperti Group Head – Corporate Banking VI Mandiri, Wono Budi Tjahyono, Pj Kepala Divisi Pembiayaan II LPEI Ridha Farid Lesmana, ST Hadir juga Ricky Antariksa selaku Head of Public Sector & Energy dari Maybank Indonesia, Senior Leader Bank BCA Raymond Tanuwibowo dan Dhejani Surjadi, Steveen Johanes dari Bank ICBC Indonesia dan Dirut Bank Riau Kepri Irvandi Gustari SE, MBA.

Lebih lanjut disebutkan Yudayat, selain sebagai sumber pendanaan kebutuhan investasi dan modal kerja Perseroan, sindikasi tersebut merupakan salah satu upaya Perusahaan Perkebunan Negara dengan komoditas sawit dan karet di Provinsi Riau itu dalam penyehatan keuangan korporasinya.

"Tahun 2017 ini ada Rp347 miliar pembayaran kewajiban pokok KI PTPN V yang jatuh tempo dan nilainya terus bervariasi hingga tahun 2023 senilai 2,223 trilyun. Kewajiban Pokok yang harus dibayarkan tersebut, tentu mempengaruhi pendanaan kegiatan operasional  PTPN V. Maka dengan kredit sindikasi ini, akan membantu perusahaan untuk menyegarkan dan penyehatan keuangan perusahaan," ungkapnya.

Dijelaskan Yudayat, sindikasi tersebut memperpanjang masa kredit yang semula jatuh tempo tahun 2023 menjadi tahun 2026.

"Ada grace period tiga setengah tahun, itu juga memperingan beban pembayaran pokok hutang per tahunnya sesuai dengan cash flow Perusahaan," papar Yudayat menjelaskan.

Dengan nominal Rp4,86 triliun tersebut, perusahaan perkebunan komoditas sawit dan karet itu diberi 2 tranche kredit investasi dan 1 tranche kredit modal kerja.

"Fasilitas Kredit Investasi tranche I sebesar Rp2,223 triliun digunakan untuk pelunasan kredit existing. KI tranche II sebesar Rp2,143 triliun lagi dimanfaatkan untuk pembiayaan investasi tahun 2017 sampai 2019 dan membiayai Interest During Construction (IDC) dengan porsi Kreditur maksimum sebesar 70 persen, selanjutnya tranche III sebesar Rp500 miliar untuk pembiayaan modal kerja Perseroan," terang Yudayat.

Dalam sindikasi kredit terhadap PTPN V, sedikitnya ada 6 bank dan lembaga pembiayaan sebagai kreditur yang terlibat dengan nominal kredit beragam diantaranya Bank Mandiri, Bank BCA, Bank Maybank, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia/Indonesia Eximbank, Bank ICBC dan Bank Riau Kepri.

Dengan jangka waktu 10 tahun dan grace period 3,5 tahun, menurut Group Head - Corporate Banking VI Mandiri, Wono Budi Tjahyono, ia optimis hal tersebut akan berpengaruh positif bagi operasional Perusahaan. 

"Dengan struktur pendanaan yang lebih sehat, kami yakin prospek kedepan yang dimiliki sangat besar. Semoga dengan penerbitan kredit sindikasi ini, PTPN V bisa unggul dalam menghadapi persaingan di industry ini,” tukasnya. 

Penulis : Sri
Editor : Unik Susanti

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Direktur Utama PTPN V, Jatmiko K Santosa secara simbolis menyerahkan APD kepada Gubernur Riau, H Syamsuar.PTPN V dan Satgas BUMN Peduli Bantu APD untuk Puskesmas di Riau
PTPN V serahkan lahan pada negara.PTPN V Kembalikan Lahan 2.800 Hektare pada Negara untuk Warga Desa Senama Nenek Kampar
Kantor PTPN V jalan Rambutan<br>PTPN V Sembelih Sembilan Ekor Sapi
  Ilustrasi.3.000 Sertifikat Tanah Diserahkan ke Masyarakat Kampar, Pelalawan dan Rohul
PTPN V Teken Kredit Sindikasi Rp4,86 Triliun

 
Berita Lainnya :
  • Polisi Buru Direktur Utama PT CKBN Terkait Korupsi Pipa Transmisi PDAM di Inhil
  • Dari 6.779 Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Riau, 3.171 Warga Pekanbaru
  • Laju GSX-RR Tak Terbendung, Suzuki Amankan Double Podium Catalunya GP
  • Tim Pemburu Teking Covid-19 Jaring 12 Warga Pekanbaru Tak Pakai Masker, Nyapu Jalan !
  • Intip Kekayaan Paslon Pilkada Kepulauan Meranti, Siapa Calon Terkaya? Siapa Paling Miskin? Ini Rinciannya...
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Kepala Balai PPW Riau dan Bupati Bahas Penuntasan Kawasan Kumuh
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved