www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Hasil Liga Jerman: Munchen Tekuk Dortmund 1-0
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Grup APRIL Luncurkan Desa Bebas Api
Ciptakan Desa Bebas Karhutla
Selasa, 28 Juli 2015 - 18:29:33 WIB
Pembersihan lahan dengan menggunakan escavator di Desa Sering. Foto: Unik Susanti
Pembersihan lahan dengan menggunakan escavator di Desa Sering. Foto: Unik Susanti

PANGKALAN KERINCI - Berbagai Pemangku Kepentingan telah bersepakat untuk secara aktif mempromosikan pencegahan kebakaran lahan di Sumatera. Diinisiasi dan dipimpin oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), unit bisnis dari Grup APRIL, Program Desa Bebas Api (Fire Free Village) yang diselenggarakan di 9 desa di Pelalawan ini bertujuan untuk menciptakan desa bebas kebakaran melalui kolaborasi dengan masyarakat, pemangku kepentingan dan lembaga penegak hukum lainnya.

Sembilan desa tersebut ialah Kelurahan Pelalawan, Desa Sering, Desa Kuala Tolam, Kelurahan Teluk Meranti, Desa Teluk Binjai, Desa Petodaan, Desa Kuala Panduk, Desa Pulau Muda dan Desa Segamai. Sembilan desa ini dinilai rawan terhadap bahaya kebakaran lahan karena berdekatan dengan sungai Kampar.  

Mitra RAPP yang membantu menggandeng 9 (sembilan) desa di Riau dalam peluncuran program ini adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal yaitu Rumah Pohon dan Komunitas Blue Green.  

Program ini juga didukung oleh Masyarakat Peduli Api (MPA), Pemerintah Daerah, Kepolisian, TNI dan BPBD. Selain itu, Mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko juga ikut menyaksikan peresmian peluncuran program ini.

Direktur RAPP, Grup APRIL Rudi Fajar dalam sambutannya pada acara penandatanganan "komitmen bersama Pemangku Kepentingan Program Desa Bebas Api" di Bandara Sultan Syarief Haroen (SSH) Setia Negara, Pangkalan Kerinci, Pelalawan mengatakan selama ini strategi pemadaman kebakaran hanya menyentuh pada aspek permukaan saja.  Untuk itu, Grup APRIL telah mengambil langkah strategis melalui pendekatan bentang alam yang komprehensif termasuk pencegahan kebakaran lahan.

"Pencegahan kebakaran lahan artinya menjaga jangan sampai terjadi kebakaran dengan munculnya api, dan untuk mencapai tujuan ini dibutuhkan berbagai program dan inisiatif kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Program ini memiliki 5 pendekatan yang komprehensif diantaranya skema insentif senilai Rp100 juta bagi masyarakat untuk tidak membakar, membentuk Ketua Tim Komunitas Pemadam Kebakaran, alternatif pembukaan lahan pertanian yang berkelanjutan, Pemantauan Kualitas Udara, dan Kampanye Peningkatan Kesadaran Publik," ujar Rudi Fajar.



Lanjut Rudi, dalam program ini,  RAPP bersama Rumah Pohon dan Komunitas Blue Green akan bekerja sama dengan masyarakat untuk mengindentifikasi dan mendukung alternatif lain pembukaan lahan tanpa bakar, mempekerjakan dan mendukung ketua tim kelompok pencegahan kebakaran dan melanjutkan peningkatan kesadaran masyarakat akan lingkungan, dan dampak ekonomi akibat adanya kebakaran dan asap.  RAPP akan terus melanjutkan program Desa Bebas Api yang telah sukses dilaksanakan, saat ini merupakan tahun kedua, dimana beberapa desa akan menerima bantuan dana pembangunan infrastruktur jika desa mereka berhasil mencapai target wilayah yang bebas dari kebakaran.  RAPP juga berinvestasi dalam Sistem Pengawasan untuk Program Udara Bersih untuk mengukur capaian keberhasilan.

"Fokus di tingkat kerja sama komunitas, dengan menggandeng masyarakat dan Pemerintah Daerah serta LSM lokal, adalah kunci utama untuk perubahan jangka panjang secara langsung karena akan menyentuh akar permasalahan yang selama ini menyebabkan kebakaran lahan. Caranya, dengan menyediakan alternatif lain untuk pembukaan lahan tanpa bakar yang sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap pengelolaan hutan berkelanjutan di dalam maupun di luar konsesi perusahaan.  Kesuksesan dari program yang berbasiskan komunitas ini telah mendorong perusahaan untuk meningkatkan upaya-upaya edukasi dan peningkatan kualitas masyarakat dalam memahami permasalahan ini," jelasnya.



Mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyampaikan kebakaran hutan yang terjadi di Riau sudah menjadi tradisi dan menjadi agenda tahunan. 

"Karena itulah, dibutuhkan suatu metode baru dan juga solusi baru sehingga kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi. 
Apalagi isu kebakaran ini bukan hanya menjadi isu nasional saja, tapi juga sudah menjadi isu internasional. Nah, tentu itu akan menjadi perhatian dunia bagaimana permasalahan itu bisa dipecahkan," ujar Moeldoko.

Oleh karena itu, lanjut Moeldoko dirinya sangat mengapresiasi program yang dicanangkan oleh RAPP. "Ini terobosan baru, metode baru. Harapan kita lahan yang terbakar bisa terus berkurang. Lanjutkan!," tegas Moeldoko.

Sementara itu, Plt Gubri, Arsyajuliandi Rahman dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada RAPP atas langkahnya untuk mengurangi kabut asap. "Langkah water boombing yang dilakukan selama ini dinilai kurang efisien dan terlalu banyak memakan biaya. Makanya dibuatlah program ini, sehingga akan lebih bisa mengatasi dan lebih efektif," ujar Plt.

Selain itu, Plt juga mengatakan atas kerjasama stakeholder dan dibantu oleh berbagai pihak dibanding tahun lalu dinilai berkurang. "Selain itu, kita ucapkan juga terimakasih kepada Pak Moeldok yang berkenan hadir di acara ini. Terimakasih," ucap Plt.



Komitmen bersama pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan Desa Bebas Api ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh RAPP, Lurah Pelalawan, 9 desa, Direktur RGE, LSM Rumah Pohon, Kapolda Riau, Moeldoko, Dandrem 031 Wirabima, Plt Gubri, Kapolres Pelalawan, Bupati Pelalawan, Kepala BLH Pelalawan, Plt Kepala BPBPKAD Pelalawan, Kadishutbun Pelalawan, 6 Kepala desa, 2 Lurah dan 2 Camat Teluk Meranti dan Pelalawan.

*Targetkan 900 Hektar Tahun Ini
PT RAPP yang merupakan pabrik kertas terbesar di Riau ini menargetkan melakukan pembersihan lahan dengan cara mekanik menggunakan escavator di 9 desa di Pelalawan seluas 900 hektar. Hal ini disampaikan Manager Program Desa Bebas Api, Sailal Amiri kepada wartawan di sela-sela peninjauan ke salah satu program desa bebas api yakni Desa Sering. Ia mengatakan pihaknya menargetkan ini akan selesai akhir Desember mendatang.

"Kita targetkan 100 hektar untuk setiap desa, jadi ada 900 hektar lahan yang akan kita selesaikan di tahun ini. Dimana masing-masing desa akan mendapatkan 1 unit alat escavator," ujarnya.



Ia mengatakan untuk tahun ini pihaknya masih memberdayakan karyawan RAPP untuk melakukan pembersihan lahan tersebut. "Kita belum berdayakan para petani di desa. Tahun depan kita akan berdayakan Masyarakat Peduli Api (MPA) di setiap desa untuk melakukannya, karena kita masih akan memberikan pembinaan terlebih dahulu kepada mereka," jelasnya.

Untuk anggaran program Desa Bebas Api ini, Sailal Amiri mengatakan RAPP sudah menyiapkan dana sebesar Rp12 Miliar agar program ini bisa berjalan. "Rp12 Miliar ini akan digunakan untuk Reward, pembersihan lahan,  penyiapan bibit, biaya operasional kru Rider, dan pembinaan serta pemantauan udara," paparnya. 

Selain itu, ujar Sailal, pihaknya juga selalu siap untuk membantu masyarakat memadamkan api apabila hal tersebut terjadi. "Hubungi kami dan dipastikan kami akan langsung turun ke lapangan untuk membantu memadamkan api," pungkasnya.

*Terimakasih RAPP
Kebakaran hutan dan lahan yang menjadi "langganan" Provinsi Riau menjadi keprihatinan semua pihak. Tak terkecuali dari masyarakat Pelalawan sendiri. Bahkan dari yang sebelumnya dalam pembersihan lahannya dilakukan dengan pembakaran, kini dilakukan dengan cara mekanik dengan menggunakan eskafator.

Hal ini seperti disampaikan Sekertaris Kelompok Tani Yakin Mandiri Amirul kepada wartawan saat melakukan peninjauan ke salah satu program desa bebas api yakni Desa Sering. Ia mengatakan pihaknya melakukan ini sebagai wujud kesadaran diri karena miris akan dampak yang ditimbulkannya.

"Sejak tahun 2012 lalu kita sudah menggunakan cara mekanik yaitu dengan escavator dalam melakukan pembukaan lahan yakni dengan cara menyewa. Namun biaya yang kami butuhkan untuk membersihkan 1-2 hektar lahan itu mencapai Rp6 Juta. Tentu ini bukan hal yang mudah bagi kami," ujar Amirul.



Namun alhamdulillah, lanjutnya, kepedulian RAPP kepada masyarakat di wilayah kerjanya dan juga kepedulian akan lingkungan, akhirnya RAPP memberikan bantuan berupa escavator ini kepada masyarakat. "Terimakasih RAPP yang telah peduli kepada kami dan juga kepada lingkungan, bantuan escavator ini sendiri sangat membantu kami untuk sama-sama menjaga agar kebakaran lahan tidak terjadi lagi di Riau," ungkapnya. 

Amirul juga menyampaikan untuk desa Sering sendiri, ada 85 hektar yang akan dibuka lahannya dengan escavator. Ada dua kelompok tani yang mengolah lahannya yaitu kelompok tani Yakin Mandiri dan juga kelompok tani Sadar Jaya. Masing-masing kelompok tani tersebut terdiri dari 20 petani. "Jadi ada 40 petani yang diberdayakan untuk melakukan pengolahan lahan di Desa Sering ini," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sering, HM Yunus, mengatakan dirinya sangat bersukur atas bantuan yang diberikan oleh RAPP kepada 9 desa dan salah satunya adalah Desa Sering. "Sekali lagi terimakasih RAPP. Karena selain bantuan Escavator ini sendiri, pihak RAPP juga telah memberikan bantuan sebelumnya kepada kami berupa bibit nanas, palawija dan juga pupuk," ujarnya sambil tersenyum.

Lebih lanjut Ia berharap agar pemerintah setempat juga peduli kepada masyarakat agar tak terjadi lagi kebakaran lahan dan hutan yang biasanya terjadi karena memang masyarakat masih banyak melakukan pembakaran untuk membuka lahan. "Kiranya langkah RAPP ini bisa diikuti oleh Pemerintah setempat, harapan kita agar setiap desa itu bisalah diberi 3 escavator agar lebih maksimal," harapnya.

Penulis : Unik Susanti

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Penyerahan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari PT RAPP dan APR kepada Pemerintah Provinsi Riau, melalui Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Riau, Rabu (8/4/2020), di PekanbaruDukung Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Riau, RAPP dan APR Serahkan Bantuan APD
Pangelaran budaya Minang yang bertajuk Semalam di Ranah Minang menampilkan kesenian dari Minangkabau.Semalam di Ranah Minang, Cara Perantau Obati Kerinduan Kampung Halaman
  Sayur kangkung dan jagung manis organik produksi dari Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) memperoleh Sertifikasi Prima 3 dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau, pada Senin (30/12/2019).Kualitas Sayuran BPPUT RAPP Peroleh Sertifikat Prima 3
  Sheila Annisa (20) Saya senang menjahit, apalagi di sini alatnya canggih-canggih, semuanya sudah digital, jadi sudah sangat mudah dalam menjahit, bordir, maupun sistem pasang kancingnya. Banyak ilmu yang bisa saya pelajarin disini.Sheila: Alat Jahit APR Canggih-canggih
Suasana Kegiatan KDD Riau Kompleks ke 60 akhir pekan lalu yang berhasil mengumpulkan 1.097 kantong darah.Tak hanya Fokus Kerja, Karyawan RAPP Juga Bantu Persediaan Darah
  Anggota IKMR berfoto bersama seusai kegiatan Malam Budaya yang bertajuk “ Dendang Melayu, Resah Hilang Senyum pun Datang” pada Senin malam (16/12/2019).Semalam dengan Pial dan Barjanzi

 
Berita Lainnya :
  • Hasil Liga Jerman: Munchen Tekuk Dortmund 1-0
  • Syukurlah, Dua Hari Riau Nihil Kasus Positif Covid-19
  • DPRD Siak Minta Evaluasi Program Tour de Kampung
  • Apel Pagi Pemkab Kepulauan Meranti Sudah Sesuai Protokol Kesehatan
  • PSBB, Akses Menuju Wisata Pantai Selatbaru Ditutup
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Gubri Teken Sertifikat Serah Terima 2 Insinerator Relawan Peduli Covid-19
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved