PEKANBARU – Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau mengalami peningkatan. Berdasarkan pembaruan data BMKG hingga Senin (2/11/2026) pukul 23.59 WIB, tercatat sebanyak 15 titik panas tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Deby, mengatakan Kota Dumai menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni enam titik.
Selanjutnya, Kabupaten Indragiri Hulu tercatat memiliki tiga titik panas, Bengkalis dua titik, sedangkan Pelalawan, Rokan Hilir, Kampar, dan Kuantan Singingi masing-masing satu titik.
Dengan demikian, seluruh hotspot di Riau tersebar di tujuh kabupaten dan kota. Kondisi ini perlu menjadi perhatian, terutama dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sementara itu, berdasarkan pemantauan BMKG, jumlah titik panas di wilayah Sumatera secara keseluruhan mencapai 414 titik.
Sebaran terbanyak berada di Bangka Belitung dengan 143 titik, disusul Sumatera Selatan sebanyak 141 titik dan Jambi 91 titik.
Kemudian Lampung tercatat 13 titik, Sumatera Barat lima titik, serta Bengkulu dan Sumatera Utara masing-masing tiga titik.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan lingkungan, khususnya warga yang berada di sekitar lokasi terdeteksinya titik panas.
Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.