www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Masuki Musim Penghujan, SF Hariyanto Minta Warga Tak Abaikan Potensi Bencana
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Awal Bros Group Gelar Seminar Epilepsi di Pekanbaru, Edukasi Masyarakat Lawan Stigma
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:17:25 WIB
Awal Bros Group menggelar seminar tentang epilepsi di Pekanbaru (foto/riki)
Awal Bros Group menggelar seminar tentang epilepsi di Pekanbaru (foto/riki)

PEKANBARU – Masih banyak kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai penyakit epilepsi. Mulai dari anggapan bahwa epilepsi menular hingga mitos bahwa penderitanya tidak bisa sekolah, bekerja, bahkan menikah.

Untuk meluruskan berbagai persepsi tersebut, Awal Bros Group menggelar Seminar Epilepsi dan Bedah Epilepsi bertajuk “Mengenal Epilepsi Lebih Dekat, Membuka Jalan Menuju Harapan Baru” di Hotel Pangeran, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 yang jatuh pada 12 November 2026. Seminar dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. dr. Zainal Muttaqin, Sp.BS(K), Ph.D, Neurosurgery Specialist Subspecialist in Functional Neurosurgery, serta dr. Denny Wellyam Sigarlaki, M.Sc, Sp.A, Subsp.Neuro(K), dokter spesialis anak subspesialis neurologi.

Dalam sambutannya, Zulkifli berharap seminar tersebut tidak hanya menjadi sarana menambah wawasan, tetapi juga mendorong peserta menjadi agen edukasi di tengah masyarakat.

“Ilmu yang didapat agar dapat disampaikan kepada yang lain sehingga dapat menjadi bekal terutama dalam upaya pencegahan dan penanganannya,” katanya.

Ia mengungkapkan, epilepsi masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Secara global, penyakit ini diperkirakan menyerang sekitar 50 juta orang. Sementara di Indonesia, jumlah penyandang epilepsi diperkirakan mencapai 1,5 juta orang.

Adapun di Provinsi Riau, kasus epilepsi diperkirakan berada pada kisaran 35 ribu hingga 59 ribu kasus setiap tahunnya.

“Dengan adanya seminar seperti ini, setidaknya penyakit ini dapat lebih menjadi perhatian. Fenomena inilah yang kami baca untuk melahirkan sejumlah kebijakan,” jelasnya.

Zulkifli menambahkan, Pemerintah Provinsi Riau saat ini terus berupaya membenahi sektor kesehatan. Salah satu fokusnya adalah membangun integrasi antara sektor kesehatan dengan sektor lainnya sehingga tercipta ekosistem pelayanan yang mampu memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

Asisten Group Head (AGH) Marketing Awal Bros Group, dr. Noca Arianti mengatakan, RS Awal Bros Group menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau selama periode Oktober hingga November 2026 dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026.

“RS Awal Bros Group mendukung penuh rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional ke-62. Melalui berbagai kegiatan ini, kami ingin turut berkontribusi dalam memberikan edukasi kesehatan, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan, serta mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar dr. Noca.

Dukungan tersebut, kata dr Noca diwujudkan melalui partisipasi dalam sejumlah kegiatan, di antaranya Seminar Epilepsi hari ini, Bapelkes Vaganza pada 9–11 November 2026, serta kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Sosialisasi Pencegahan HIV di Universitas Hang Tuah Pekanbaru.

Selain itu, RS Awal Bros Group juga mendukung pelaksanaan Seminar Awam pada 11 November 2026 dan Senam Bersama HKN ke-62 pada 15 November 2026 di halaman Kantor Gubernur Riau.

Bentuk dukungan yang diberikan meliputi penyediaan narasumber dokter spesialis, pemeriksaan kesehatan gratis, tenaga medis, posko kesehatan, ambulans siaga, booth layanan dan informasi kesehatan, serta media promosi dan edukasi kesehatan.

"Melalui kolaborasi ini, RS Awal Bros Group berharap dapat terus mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah dan memperluas akses edukasi serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat," ujar dr Noca.

Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Medis RS Awal Bros, dr. Ruth Hutagalung, menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai epilepsi.

Menurutnya, selama ini masih banyak persepsi keliru yang berkembang dan justru menjadi penghalang bagi penyandang epilepsi untuk mendapatkan penerimaan sosial.

Salah satu stigma yang masih sering ditemukan adalah anggapan bahwa seseorang yang mengalami epilepsi tidak memiliki masa depan.

“Bagi kami, penyandang epilepsi itu tidak hanya butuh pengobatan, kecanggihan teknologi dan penanganan medis yang tepat, tapi juga butuh dukungan dari semua pihak agar mereka dapat menjalani hidup layaknya manusia normal pada umumnya,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, dr. Denny Wellyam Sigarlaki juga mengajak masyarakat untuk memahami epilepsi berdasarkan fakta medis, bukan mitos yang berkembang secara turun-temurun.

Ia menjelaskan, salah satu kesalahpahaman yang masih sering ditemukan adalah anggapan bahwa epilepsi merupakan penyakit menular. Padahal, epilepsi bukan disebabkan oleh bakteri maupun virus sehingga tidak dapat menular melalui kontak dengan penderitanya.

Selain itu, muncul pula anggapan bahwa kopi dapat menyembuhkan epilepsi. Menurutnya, anggapan tersebut tidak benar karena kopi bukan obat untuk mengatasi penyakit tersebut.

Masyarakat juga perlu memahami langkah pertolongan pertama ketika menemukan seseorang mengalami kejang.

"Penderita epilepsi juga disebut tidak bisa sekolah, bekerja, dan menikah. Itu mitos ya. Karena faktanya tidak semua penderita epilepsi mengalami gangguan kognitif atau kecerdasan," ungkapnya

Ia juga mengingatkan bahwa kejang tidak selalu disebabkan oleh epilepsi. Kondisi tersebut dapat dipicu berbagai masalah kesehatan lain, seperti cedera kepala, infeksi, maupun tumor otak.

"Anak juga bisa mengalami epilepsi meski tidak ada riwayat keluarga epilepsi," sambungnya.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif kepada penyandang epilepsi. Lingkungan sekolah, misalnya, harus mampu memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan potensinya.

Guru juga diharapkan dapat membangun empati di lingkungan kelas sehingga anak dengan epilepsi tidak mengalami diskriminasi maupun perundungan. "Jangan sampai ada pembullyan," katanya.

Selain lingkungan sekolah, dukungan keluarga juga memiliki peran penting dalam membantu penyandang epilepsi menjalani kehidupan sehari-hari.

Orang tua diimbau untuk melakukan pengawasan, memastikan kepatuhan anak dalam menjalani terapi, serta memahami langkah pertolongan pertama ketika terjadi kejang.

Dukungan psikologis dan sosial juga perlu diberikan agar penyandang epilepsi tetap memiliki kepercayaan diri dalam beraktivitas.

Melalui seminar ini, Awal Bros Group berharap pemahaman masyarakat mengenai epilepsi semakin meningkat. Dengan edukasi yang tepat, penanganan medis yang sesuai, serta dukungan lingkungan, penyandang epilepsi diharapkan dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, bekerja, berkarya, dan menjalani kehidupan secara produktif.

Editor: Riki


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.Masuki Musim Penghujan, SF Hariyanto Minta Warga Tak Abaikan Potensi Bencana
Marc dan Alex Marquez berjaya di Sepang, Malaysia (foto/Sc IG MotoGP)Marc Marquez Juara MotoGP Malaysia 2026, Pedro dan Alex Lengkapi Podium
Bambang Prayetno menyampaikan kata sambutan usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Dumai Periode 2026-2029 pada Konferkot PWI Dumai (foto/ist)Wawako Sugiyarto Buka Konferkot PWI Dumai, Bambang Kembali Terpilih Aklamasi
PWA Riau gelar diskusi parenting, orang tua diajak kenali minat dan bakat anak sejak dini (foto/ist)PWA Riau dan Umri Kolaborasi, Bahas Pentingnya Kesehatan dalam Pembangan Potensi Anak
Polisi tangkap seorang DPO Curat dana ATM yang viral di Ukui (foto/Andy)Seorang DPO Curat Dana ATM Viral Diciduk Tim Polsek Ukui di Medan
  BYD Atto 1.Atto 1 Jadi Andalan, Penjualan BYD di Indonesia Capai 46.700 Unit
Kepala Dinas PUPR Pekanbaru, Edwar Riansyah (foto/int)PUPR Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan, Sisa 12 Km Ditargetkan Rampung Desember
Ilustrasi Dumai dan Inhu terbanyak (foto/int)Hotspot di Sumatra Capai 280, Riau Terdeteksi 9 Titik Tersebar di Lima Wilayah
Ditutup Wabup Hendrizal, Inhu Expo 2026 hadirkan hiburan hingga pembagian doorprize (foto/ist)Inhu Expo 2026 Resmi Ditutup, Ribuan Warga Meriahkan Malam Penutupan di RTH Rengat
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Purwadi Soeprihanto (kanan) mendampingi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq (kiri) memberikan pemaparan kepada media seusai memimpin apel bersama tim gabungan penanganan karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (30/10/2026). ANTARA/HO-APHIAPHI Kerahkan Regu Pemadam dan Siapkan Sumur Bor untuk Tangani Karhutla di Kalteng
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved