PEKANBARU – Sebaran titik panas (hotspot) di Sumatera pada Rabu (14/10/2026) sore didominasi Sumatera Selatan dengan 1.320 titik dari total 1.558 titik yang terpantau.
Sementara itu, Riau mencatat empat titik panas yang tersebar di tiga kabupaten/kota.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati menyebutkan, titik panas di Riau terdeteksi di Kabupaten Siak sebanyak dua titik, Kabupaten Bengkalis satu titik, dan Kota Dumai satu titik.
Meski jumlah hotspot di Riau relatif sedikit dibandingkan provinsi lain, pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama jika kondisi cuaca mendukung penyebaran api.
Di tingkat Sumatera, setelah Sumatera Selatan, jumlah hotspot terbanyak berada di Jambi dengan 138 titik. Bangka Belitung mencatat 54 titik, Lampung 37 titik, dan Sumatera Barat tiga titik.
"Adapun Aceh dan Sumatera Utara masing-masing terpantau satu titik panas," ucap Ranti.
Dominasi hotspot di Sumatera Selatan menunjukkan bahwa konsentrasi titik panas pada periode pemantauan ini tidak merata antardaerah.
Namun, jumlah hotspot semata belum cukup untuk memastikan luas kebakaran maupun tingkat ancaman karhutla.
Verifikasi lapangan dan pemantauan lanjutan tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.