PEKANBARU - Sebanyak 1.106 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Sumatera pada Sabtu (3/10/2026) sore.
Dari jumlah tersebut, 1.001 titik berada di Sumatera Selatan, menjadikan provinsi itu sebagai wilayah dengan konsentrasi hotspot paling tinggi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan hotspot juga terdeteksi di sejumlah provinsi lain, termasuk Riau.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera, Sabtu (3/10/2026) sore ada 1.106 titik," ujar Ranti.
Data pemantauan BMKG menunjukkan, selain Sumatera Selatan, hotspot tersebar di Bangka Belitung sebanyak 50 titik, Lampung 38 titik, Jambi 12 titik, Sumatera Utara 2 titik dan Riau 3 titik.
Khusus Riau, tiga hotspot tersebut berada di dua kabupaten. Kabupaten Pelalawan menyumbang dua titik, sedangkan Kabupaten Inhil terdeteksi satu titik.
Sebaran hotspot Sumatera pada Sabtu sore meliputi Sumatera Selatan 1.001 titik, Bangka Belitung 50 titik, Lampung 38 titik, Jambi 12 titik, Sumatera Utara 2 titik dan Riaub3 titik.
Meski jumlah hotspot Riau jauh lebih kecil dibandingkan Sumatera Selatan, keberadaan titik panas di Pelalawan dan Inhil tetap menjadi indikator yang perlu dipantau, terutama karena kedua wilayah tersebut memiliki kawasan yang rentan terhadap kebakaran lahan dan hutan.
Dominasi hotspot di Sumatera Selatan juga menjadi gambaran bahwa aktivitas titik panas pada Sabtu sore masih terkonsentrasi kuat di wilayah tertentu.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan, termasuk kemungkinan perkembangan titik panas akibat perubahan cuaca dan kondisi permukaan lahan.
BMKG melalui pemantauan hotspot menjadi salah satu sumber informasi awal dalam mendeteksi indikasi aktivitas kebakaran.
Namun, keberadaan hotspot tidak secara otomatis menunjukkan bahwa seluruh titik merupakan kebakaran hutan dan lahan, sehingga diperlukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.