www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Target 100 MMSCFD pada 2030, Ini Peran Riau dalam Produksi Gas EMP
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Karhutla Riau Kini Nihil, Titik Terakhir di Inhil Akhirnya Padam Total
Kamis, 01 Oktober 2026 - 21:03:17 WIB
Tak ada lagi titik api di Riau, Karhutla Inhil berhasil dipadamkan.(ilustrasi/AI/halloriau.com)
Tak ada lagi titik api di Riau, Karhutla Inhil berhasil dipadamkan.(ilustrasi/AI/halloriau.com)

PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kembali berada pada titik nihil. Hingga Kamis (1/10/2026), tidak ditemukan lagi titik api yang aktif maupun lokasi karhutla yang masih membutuhkan proses pendinginan.

Titik terakhir yang mendapat penanganan berada di Desa Karya Tunas Jaya, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Inhil.

Setelah sebelumnya masih ditemukan asap tipis, kawasan tersebut kini telah dinyatakan padam sepenuhnya.

Kabid Kedaruratan BPBD Damkar Riau, Jim Ghofur memastikan tim di lapangan tidak lagi menemukan indikasi kebakaran di lokasi tersebut.

"Hari ini karhutla di Riau nihil. Tidak ada lagi titik karhutla yang aktif. Lokasi di Inhil yang kemarin masih dilakukan pendinginan juga sudah dinyatakan padam total," kata Jim Ghofur, Kamis (1/10/2026).

Penanganan di Inhil sebelumnya belum sepenuhnya selesai karena petugas masih mendapati asap tipis dari lahan yang terbakar.

Kondisi tersebut membuat proses pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Helikopter water bombing bahkan telah disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila penanganan dari udara diperlukan.

Namun, operasi tersebut tidak jadi dilakukan setelah hujan lebat mengguyur kawasan itu.

Curah hujan membantu membasahi lahan sekaligus mempercepat proses pendinginan. Setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan lagi titik yang memerlukan pemadaman maupun pendinginan.

"Untuk kondisi sekarang sudah tidak ada lagi titik yang dilakukan pemadaman maupun pendinginan. Meski begitu, petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi apabila muncul titik karhutla baru," ujar Jim.

Status nihil karhutla menjadi perkembangan positif bagi Riau setelah dalam beberapa waktu terakhir tim gabungan masih harus menangani kebakaran di sejumlah daerah.

Namun, berakhirnya proses pemadaman tidak otomatis menghilangkan risiko kebakaran.

Kondisi ini terutama perlu diwaspadai pada kawasan dengan karakteristik lahan gambut, yang dapat menyimpan bara di bawah permukaan meskipun api dan asap di permukaan sudah tidak terlihat.

Karena itu, fase pemantauan menjadi bagian penting setelah kebakaran dinyatakan padam. Pemeriksaan ulang diperlukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali aktif ketika kondisi lahan mengering.

Sebelumnya, penanganan karhutla di sejumlah wilayah Riau melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, pemerintah daerah hingga unsur terkait lainnya.

Penanganan dilakukan melalui jalur darat dan dukungan udara. Operasi water bombing digunakan sebagai salah satu opsi ketika titik kebakaran sulit dijangkau melalui jalur darat atau membutuhkan penanganan cepat.

Dengan seluruh titik karhutla telah dinyatakan padam, perhatian kini bergeser pada upaya mencegah munculnya kebakaran baru.

BPBD Damkar Riau meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran saat membuka ataupun membersihkan lahan. Pencegahan dinilai penting karena munculnya satu titik api baru dapat kembali meningkatkan beban penanganan, terutama apabila terjadi pada kawasan gambut dan cuaca mendukung penyebaran api.

"Kondisinya memang sudah nihil, tetapi kewaspadaan tetap harus dijaga. Kami mengimbau masyarakat jangan melakukan pembakaran lahan agar karhutla tidak kembali terjadi," pungkas Jim.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Sebastian Julius dalam Forum Interaktif EMP & SKK Migas bersama media
(foto: budy/halloriau.com)Target 100 MMSCFD pada 2030, Ini Peran Riau dalam Produksi Gas EMP
Pengedar pil ekstasi jaringan Pekanbaru-Kampar diringkus polisi.(ilustrasi/AI/halloriau.com)122 Pil Ekstasi Disita Polisi dari Dua Lokasi Pekanbaru-Kampar, Satu Pria Ditangkap
Jalan perbatasan Riau-Sumbar di Ujung Batu, Rohul rusak parah.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Jalan Perbatasan Ujung Batu-Sumbar Rusak di Banyak Titik, DPRD Riau: Jangan Tunggu Korban
Inflasi di Riau naik.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Bukan Cuma Pangan, Ini Kelompokn Pemicu Utama Inflasi Riau September 2026 Meroket
Medy, Ketua Kelompok Tani Tanjung Pulai menggemburkan lahan sawah menggunakan hand tractor bantuan CD RAPP.Pendampingan RAPP Bantu Petani Pulau Muda Tingkatkan Produksi dan Kualitas Padi
  Kabut asap tebal selimuti perairan Bengkalis.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Kabut Asap Tebal Sempat Pangkas Jarak Pandang, Kapal di Bengkalis Tetap Berlayar
Tak ada lagi titik api di Riau, Karhutla Inhil berhasil dipadamkan.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Karhutla Riau Kini Nihil, Titik Terakhir di Inhil Akhirnya Padam Total
Mitsubishi Pajero dalam perkara suap Bupati Kuansing.(foto: tribunpekanbaru.com)Bukan Hanya Bupati Kuansing, Sang Istri Disebut Juga Ikut Gunakan Pajero Suap
Wisatawan asing di Riau menginap 2,39 malam.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Wisman ke Riau Naik 3,08 Persen, tapi Setahun Malah Anjlok 10,51 Persen
Bupati Rohil, Bistamam masuk bursa calon ketua Golkar Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Bistamam Masuk Bursa Ketua Golkar Rohil, Dua Nama Sudah Ambil Formulir
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved