PEKANBARU - Asian Agri memperkuat patroli dan pemantauan area rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Kesiapan personel dan peralatan juga ditingkatkan agar tim dapat bergerak cepat ketika ditemukan kebakaran, baik di dalam area operasional maupun di wilayah sekitar yang membutuhkan dukungan penanganan.
Di sejumlah wilayah operasionalnya, Asian Agri meningkatkan frekuensi patroli rutin dan pemantauan titik panas atau hotspot, serta memastikan kesiapan sumber air dan peralatan pemadam. Setiap indikasi titik panas yang terpantau ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi aktual dan menentukan respons yang diperlukan.
Ketika hasil pengecekan menunjukkan adanya potensi kebakaran, tim Asian Agri bergerak membantu proses pemadaman bersama masyarakat dan pihak terkait. Dukungan tidak terbatas pada area perusahaan, tetapi juga diberikan untuk membantu penanganan kebakaran di sekitar wilayah operasional guna mengendalikan api dan mencegahnya meluas.
Putu Grhyate Yonata Aksa, Senior Manager Sustainability Operations & CSR Asian Agri, mengatakan pencegahan tetap menjadi prioritas utama, sementara kesiapan untuk merespons kondisi di lapangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya tersebut.
“Patroli dan pemantauan terus kami tingkatkan agar potensi kebakaran dapat diketahui sedini mungkin. Ketika ditemukan kebakaran, tim kami juga siap bergerak bersama masyarakat dan pihak terkait untuk membantu melakukan penanganan, termasuk apabila lokasi kebakaran berada di luar area perusahaan,” ujar Putu.
Selain membantu proses pemadaman, Asian Agri juga memberikan dukungan kepada masyarakat di sekitar area terdampak, termasuk melalui pembagian masker untuk membantu mengurangi paparan asap di sejumlah lokasi. Dukungan tersebut dilakukan bersamaan dengan koordinasi di lapangan untuk menyesuaikan respons dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Respons terhadap kebakaran berjalan beriringan dengan upaya pencegahan jangka panjang yang dilakukan Asian Agri bersama masyarakat. Sejak 2016, perusahaan menjalankan Program Desa Bebas Api (DBA) untuk memperkuat kemampuan masyarakat dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons potensi kebakaran sejak dini.
Melalui program tersebut, Asian Agri mendorong edukasi mengenai bahaya karhutla, patroli dan pemantauan, pelaporan dini, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, serta praktik pembukaan lahan tanpa bakar. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pencegahan karena berada paling dekat dengan wilayahnya dan dapat berperan dalam mendeteksi risiko sejak awal.
Pendekatan tersebut sejalan dengan arahan pemerintah di tingkat nasional yang menekankan perlunya peningkatan pendekatan pencegahan presisi berbasis desa, termasuk melalui penguatan peran masyarakat dalam mendeteksi dan merespons potensi kebakaran sejak dini, salah satunya melalui MPA.
“Kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam pencegahan karhutla. Oleh karena itu, kami terus memperkuat kemampuan masyarakat untuk mengenali risiko, melakukan pemantauan, dan merespons sejak awal agar potensi kebakaran dapat ditangani sebelum semakin meluas,” tambah Putu.
Asian Agri terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, TNI, Polri, dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Riau. Perusahaan juga telah menerapkan kebijakan tanpa membakar di seluruh area operasionalnya sejak 1994.

Tentang Asian Agri
Didirikan pada tahun 1979, Asian Agri merupakan perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Indonesia dan mengelola lebih dari 100.000 hektare perkebunan kelapa sawit.
Sebagai pelopor Program Inti Perkebunan Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans) bersama pemerintah Indonesia, Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi, yang secara kolektif mengelola 60.000 hektare perkebunan kelapa sawit. Perusahaan ini juga menjalin kemitraan dengan petani swadaya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan mendorong pertumbuhan sosial ekonomi.
Lewat komitmen terhadap praktik berkelanjutan, Asian Agri menjunjung tinggi kebijakan tanpa bakar dan menerapkan praktik-praktik terbaik perkebunan untuk membantu petani plasma meningkatkan produktivitas, hasil panen, dan ketertelusuran rantai pasok, serta mendukung perjalanan mereka menuju sertifikasi. Pabrik Asian Agri memanfaatkan teknologi canggih dan energi hijau yang dihasilkan sendiri untuk meminimalkan emisi gas rumah kaca.
Perkebunan Asian Agri serta perkebunan petani plasma sepenuhnya bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), yang menggarisbawahi komitmen perusahaan terhadap produksi minyak sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.(*)