www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Harga Solar Naik, Mobil Diesel Kini Lebih Sering Parkir di Garasi
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Riau Nol Titik Api, Pesawat OMC Tetap Siaga Cari Awan Potensial
Minggu, 27 September 2026 - 17:40:57 WIB
OMC tetap digencarkan setelah Karhutla Riau padam.(ilustrasi/AI/halloriau.com)
OMC tetap digencarkan setelah Karhutla Riau padam.(ilustrasi/AI/halloriau.com)

PEKANBARU - Titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau kini dilaporkan nihil. Namun, kondisi tersebut belum membuat penanganan Karhutla dihentikan.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih digencarkan untuk menjaga kelembapan lahan, terutama kawasan gambut yang rentan kembali terbakar ketika kondisi kering.

Kalaksa BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal mengatakan, seluruh titik Karhutla yang sebelumnya masih terpantau di sejumlah wilayah telah berhasil dipadamkan.

Sebelumnya, kebakaran masih terjadi di Kabupaten Inhil, Inhu dan Bengkalis. Namun, berdasarkan pemantauan terbaru, tidak ada lagi titik api yang dilaporkan aktif.

“Karhutla di Riau sudah nihil. Beberapa titik yang sebelumnya terbakar sudah padam,” kata Edy, Minggu (27/9/2026).

Meski api telah padam, ancaman Karhutla belum sepenuhnya berakhir. Pemerintah daerah memilih mempertahankan OMC sebagai langkah antisipasi, khususnya untuk mencegah lahan gambut kembali mengering dan menjadi sumber kebakaran baru.

Edy menjelaskan, OMC dilakukan dengan memanfaatkan awan yang memiliki potensi untuk menghasilkan hujan.

Pesawat akan diterbangkan ketika kondisi atmosfer dinilai memungkinkan untuk dilakukan penyemaian awan.

“OMC masih terus dilakukan. Hal ini sebagai upaya antisipasi membasahi lahan terutama lahan gambut yang mudah terbakar jika kering,” ujarnya.

Keputusan mempertahankan OMC menunjukkan bahwa nihilnya titik api belum dianggap sebagai akhir dari periode rawan Karhutla di Riau.

Operasi tersebut akan dilanjutkan hingga kondisi cuaca memasuki musim hujan secara konsisten.

Menurut Edy, pelaksanaan OMC bersifat situasional. Ketika ditemukan awan potensial, operasi akan segera dilakukan untuk memaksimalkan peluang turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan tambahan kelembapan.

“Jika ada awan potensial akan langsung dilakukan OMC sampai cuaca di Riau benar-benar memasuki musim hujan,” katanya.

Langkah tersebut menjadi penting karena pemadaman api hanya menyelesaikan persoalan di permukaan.

Pada kawasan gambut, risiko kebakaran dapat kembali meningkat apabila lapisan lahan mengalami kekeringan dan kondisi atmosfer kembali mendukung terjadinya kebakaran.

Besarnya perhatian terhadap pencegahan tidak terlepas dari akumulasi dampak Karhutla sepanjang tahun.

Data BPBD Damkar Riau mencatat total luas lahan yang terbakar di provinsi tersebut telah mencapai 20.597,23 hektare.

Bengkalis tercatat sebagai daerah dengan luasan lahan terbakar terbesar di Riau, yakni 8.569,25 hektare.

Angka tersebut berasal dari 4.305 hotspot dan 73 fire spot yang tercatat di wilayah tersebut.

Pelalawan berada di posisi berikutnya dengan luas lahan terbakar mencapai 6.710,21 hektare, dengan 3.787 hotspot.

Sementara itu, luas lahan terbakar di sejumlah daerah lainnya tercatat:

Inhu: 1.631,95 hektare
Inhil: 1.381,54 hektare
Dumai: 651,09 hektare
Rohil: 445,47 hektare
Siak: 429,72 hektare
Kepulauan Meranti: 307,91 hektare
Kampar: 171,67 hektare
Kuansing: 129,32 hektare
Pekanbaru: 106,73 hektare
Rohul: 62,37 hektare

“Untuk wilayah lain yakni Rohil 445,47 hektare, Siak 429,72 hektare, Meranti 307,91 hektare, Kampar 171,67 hektare, Kuansing 129,32 hektare, Pekanbaru 106,73 hektare dan Rohul 62,37 hektare,” pungkasnya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
ilustrasi.Harga Solar Naik, Mobil Diesel Kini Lebih Sering Parkir di Garasi
Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni.APBD Perubahan Bengkalis 2026 Capai Rp3,578 Triliun, Ini Rincian Pendapatan dan Belanja
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho melantik 63 pejabat Pemko Pekanbaru, terdiri dari camat, sekretaris camat, lurah, pejabat struktural dan fungsional.Agung Nugroho Lantik 63 Pejabat, Ada Camat, 29 Lurah hingga Pejabat Fungsional
Anggota DPRD Riau Eva Yuliana.DPRD Riau Soroti Kinerja BUMD, Eva Yuliana Beri Waktu hingga Akhir Tahun
Kabut asap kiriman selimuti Inhu.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Kembali Diselimuti Kabut Asap, BPBD Inhu: Bukan dari Kebakaran Lokal
  Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.Kerugian Negara Diperkirakan Rp10 Triliun, Kejagung Belum Periksa Nanik S Deyang
Audensi perwakilan dosen ongoing dengan Wakil Menteri Kemendiktisaintek dan Kepala PPAPT beberapa waktu lalu. Mahasiswa program doktoral ini berharap beasiswa dari Kemendiktisaintek dapat direalisasikan karena bisa mengancam keberlanjtan studi para mahasiswa,Realisasi Anggaran Kemdiktisaintek Capai 68 Persen, Dosen S3 Ongoing Masih Tunggu Kepastian Pembiayaan
ist.PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026 atas Inovasi Dukung Transisi Energi
Oknum Ahli Waris klaim lapak di Pasar Simpang Baru Panam, Pekanbaru dan minta bayar jutaan.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Heboh Klaim Ahli Waris di Pasar Simpang Baru Panam, Pemko Pekanbaru: Ini Aset Pemerintah
Ratusan hewan peliharaan di Riau dapat vaksin rabies gratis.(ilustrasi/AI/halloriau.com)204 Hewan di Riau Divaksin Rabies Gratis, 170 di Antaranya Kucing
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved