www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Kesal Tarif Dinaikkan Sepihak, Pelajar Bacok Tukang Ojek di Bengkalis
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Opini
138 Blok Migas untuk Rusia, Sebuah Harapan Baru Industri Migas Indonesia
Rabu, 16 September 2026 - 09:36:58 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Oleh: Suhendra Atmaja, Praktisi Komunikasi Perminyakan
suhendraa@fikom.untar.ac.id

Indonesia sedang menghadapi paradoks energi. Di satu sisi, negeri ini memiliki potensi sumber daya migas yang cukup besar. Sebut saja, Indonesia masih memiliki potensi 128 cekungan yang belum dikelola. Di sisi lain, produksi minyak terus menghadapi tekanan, sementara kebutuhan energi domestik semakin meningkat. Akibatnya, Indonesia terus menjadi negara net importer minyak.

Dalam situasi seperti itu, di forum Eastern Economic Forum yang dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Prabowo mengambil langkah menawarkan pengembangan 138 blok eksplorasi energi kepada perusahaan-perusahaan Rusia. Langkah ini patut dilihat sebagai manuver strategis dan langkah yang jitu. Bukan sekadar diplomasi ekonomi, melainkan bagian dari pertaruhan besar Indonesia untuk menemukan cadangan migas baru di mata dunia.

Namun, ada satu pertanyaan yang harus dijawab sejak awal: apakah Indonesia sedang mencari investor atau sedang mencari energi?

Jawabannya tidak boleh berhenti pada investasi. Sebab, investasi hanyalah pintu masuk. Tujuan akhirnya adalah penemuan cadangan, produksi, peningkatan lifting, penerimaan negara bertambah, dan ketahanan energi nasional.

Indonesia Butuh Teknologi dan Uang Besar

Industri hulu migas adalah bisnis mahal (high cost), membutuhkan teknologi tinggi (high tech), dan memiliki risiko besar (high risk). Eksplorasi membutuhkan modal besar, sementara tidak ada jaminan setiap pengeboran akan menemukan cadangan yang komersial atau ekonomis. Selain itu, teknologi yang digunakan dalam eksplorasi juga harus canggih.

Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, data 2025 menunjukkan investasi migas Indonesia mencapai sekitar US$17,99 miliar, dengan investasi hulu sekitar US$15,4 miliar. Pada 2026, pemerintah menargetkan investasi hulu sekitar US$16 miliar. (Bloomberg Technoz, 22/05).

Angka ini menggambarkan satu kenyataan: Indonesia tidak mungkin mengembangkan potensi migas hanya dengan mengandalkan kemampuan pendanaan domestik atau dalam negeri saja. Kita membutuhkan investor yang serius melakukan pengeboran, bukan investor yang sekadar memegang blok migas tanpa melakukan pengeboran atau eksplorasi.

Indonesia membutuhkan eksplorasi baru karena produksi minyak nasional telah mengalami tren penurunan dalam jangka panjang. Sementara itu, konsumsi domestik terus tumbuh. Inilah alasan mengapa 138 blok harus dibaca sebagai cadangan harapan baru bagi industri hulu migas Indonesia.

Pertanyaan pentingnya, akankah Rusia datang? Kalau pun datang, perusahaan minyak apa yang akan masuk?

Rusia memiliki pengalaman panjang dalam industri hulu migas dan mengembangkan sumber daya di wilayah dengan tingkat kompleksitas tinggi. Namun, Indonesia jangan terjebak pada logika sederhana: perusahaan Rusia datang membawa uang, lalu blok migas diberikan.

Yang harus dikejar Indonesia adalah kombinasi modal, teknologi, pengalaman eksplorasi, dan transfer pengetahuan. Indonesia membutuhkan teknologi untuk mengembangkan wilayah kerja yang semakin sulit, termasuk laut dalam (extreme deepwater), pengurasan lapangan tua, serta pengembangan gas dan LNG.

Maka, negosiasi dengan investor Rusia seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan, “Berapa investasinya?”

Pertanyaan yang lebih penting lainnya adalah: berapa sumur yang akan dibor? Teknologi apa yang dibawa? Berapa tenaga ahli Indonesia yang akan ditingkatkan kapasitasnya? Berapa besar keterlibatan industri nasional? Dan kapan cadangan tersebut bisa berproduksi?

Jangan sampai geopolitik mengalahkan ekonomi karena Rusia diyakini bukan investor biasa.

Perang Rusia-Ukraina telah menciptakan peta geopolitik baru. Sanksi Amerika Serikat dan Eropa terhadap Rusia berpotensi memengaruhi pembiayaan, transaksi perbankan, asuransi, teknologi, dan rantai pasok proyek.

Ini bukan alasan bagi Indonesia untuk menutup pintu. Tetapi, juga bukan alasan untuk membuka pintu tanpa menghitung risikonya. Indonesia harus sangat hati-hati. Jangan sampai sebuah proyek migas yang secara geologis menarik menjadi tidak ekonomis karena persoalan pembiayaan dan sanksi internasional.

Karena itu, due diligence terhadap calon investor Rusia harus dilakukan secara ketat.

Indonesia harus mengetahui siapa pemilik perusahaan, dari mana sumber pendanaannya, bagaimana struktur pembiayaannya, dan sejauh mana perusahaan tersebut memiliki eksposur terhadap sanksi internasional. Kita tidak ingin mendapatkan investasi yang pada akhirnya sulit bergerak.

Ada kecenderungan dalam setiap kebijakan investasi untuk menjadikan nilai komitmen sebagai ukuran keberhasilan. Padahal, untuk sektor hulu migas, angka komitmen investasi belum tentu berarti apa-apa jika tidak berubah menjadi kegiatan eksplorasi dan produksi.

Jika 138 blok migas Indonesia benar-benar diminati investor Rusia, pertanyaan menarik lainnya adalah perusahaan migas mana yang akan masuk ke Indonesia.

Kita sama-sama ketahui, Rusia memiliki pengalaman mengembangkan aset migas di luar Rusia. Ada beberapa perusahaan minyak dan gas Rusia yang memiliki pengalaman panjang di bidang migas, di antaranya Rosneft dan Zarubezhneft yang merupakan perusahaan minyak milik pemerintah. Ada juga Lukoil, perusahaan minyak swasta yang aktif secara internasional.

Kita berharap investor dari perusahaan-perusahaan minyak Rusia benar-benar datang ke Indonesia. Apalagi, Presiden Prabowo telah menawarkan 138 blok migas kepada mereka.

Nah, kita tunggu saja realisasi ini. *)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi remaja 14 tahun bacok tukang ojek di Bengkalis (foto/detiksumut)Kesal Tarif Dinaikkan Sepihak, Pelajar Bacok Tukang Ojek di Bengkalis
Ketua Komisariat Hima Persis PNP PSDKU Pelalawan, Muhammad Farma Chaniago (foto/Andy)HIMA Persis PNP PSDKU Pelalawan Dukung Pengawasan Ketat Distribusi BBM Subsidi
Mentan, Amran Sulaiman turun ke Pekanbaru.(foto: mimi/halloriau.com)Mentan Turun Langsung Bagikan Bantuan Pangan Beras Untuk 619.290 Penerima di Provinsi Riau
Mentan sekaligus Kepala Bapanas Amran Sulaiman memberikan kuliah umum di UMRI dan mengajak mahasiswa berani bermimpi besar, disiplin, tekun, serta menjaga moral.Kuliah Umum PKKMB UMRI, Amran Tekankan Pentingnya Keberanian dan Ketekunan
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Muklisin (foto/Andy)Plt Bupati Muklisin Dorong Pemanfaatan Sekolah Rakyat bagi Keluarga Kurang Mampu
  Mentan Amran minta harga TBS sawit Riau dijaga.(foto: mimi/halloriau.com)Peringatan Keras Mentan Amran: Harga TBS Sawit Riau Tak Boleh di Bawah Rp3.000!
Dampingi Mentan Amran, SF Hariyanto Pastikan Bantuan Beras untuk Warga Pekanbaru Tersalurkan
Kualitas udara di Kota Pekanbaru terus memburuk akibat kabut asap karhutla.(foto: angga/halloriau.com)Kualitas Udara Pekanbaru Siang ini Memburuk, PM2.5 Tinggi di Tengah 225 Hotspot Riau
Bupati Ade Agus bersama Kapolda Riau Irjen Herry dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi  tinjau Karhutla di Kuala Cenaku, Inhu (foto/ist)Menyeberang Naik Pompong, Kapolda-Pangdam Tinjau Karhutla dan Sholat Istisqo di Kuala Cenaku
Kepala Disdukcapil Kota Pekanbaru, Irma Novrita (foto/int)Waspada! Penipu Catut Nama Disdukcapil Pekanbaru, Kirim Tautan Berbahaya
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved