PEKANBARU – Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatra kembali terpantau tinggi. Berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Pekanbaru pada Rabu (16/9/2026), tercatat sebanyak 5.983 hotspot tersebar di sejumlah provinsi di Sumatra.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Putri Santy mengatakan, dari total tersebut, Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 4.169 titik.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera ada 5.983," kata Putri Santy, Rabu (16/9/2026).
Selain Sumatra Selatan, hotspot dalam jumlah cukup tinggi juga terdeteksi di Jambi sebanyak 735 titik, Bangka Belitung 446 titik, dan Lampung 378 titik.
Sementara itu, Provinsi Riau berada di urutan berikutnya dengan 115 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak di Riau, yakni mencapai 84 titik. Selanjutnya, Indragiri Hilir terpantau 16 titik, Kuantan Singingi 6 titik, Pelalawan 5 titik, Rokan Hilir 2 titik, serta Rokan Hulu dan Kota Dumai masing-masing 1 titik.
Secara rinci, sebaran hotspot di wilayah Riau pada Rabu (16/9/2026) adalah sebagai berikut:
-
Kuantan Singingi 6 titik
-
Pelalawan 5 titik
-
Rokan Hulu 1 titik
-
Rokan Hilir 2 titik
-
Indragiri Hulu 84 titik
-
Indragiri Hilir 16 titik
-
Kota Dumai 1 titik.
Di provinsi lainnya, BMKG mencatat hotspot di Bengkulu sebanyak 74 titik, Sumatera Barat 46 titik, Sumatera Utara 14 titik, Kepulauan Riau 5 titik, serta Aceh 1 titik.
Tingginya jumlah hotspot tersebut menunjukkan aktivitas titik panas masih tersebar di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Riau. Kondisi ini perlu menjadi perhatian, terutama di daerah yang memiliki sebaran hotspot cukup tinggi.