PEKANBARU – Sebanyak 1.452 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatra pada Senin (14/9/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang 42 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Deby, mengatakan berdasarkan pemantauan hotspot, jumlah titik panas di Sumatera masih cukup tinggi, dengan konsentrasi terbesar berada di Provinsi Sumatra Selatan.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatra ada 1.452," kata Deby, Senin (14/9/2026).
Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 1.026 titik. Selanjutnya Jambi terdeteksi 137 titik panas, Lampung 91 titik, Bangka Belitung 97 titik, Bengkulu 25 titik, Kepulauan Riau 21 titik, Sumatera Barat 9 titik dan Sumatera Utara 4 titik.
Sementara itu, Riau berada di urutan berikutnya dengan total 42 titik panas.
Di Riau, titik panas paling banyak terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hulu dengan 22 titik. Kemudian Kabupaten Kuantan Singingi dan Kabupaten Siak masing-masing terpantau 4 titik.
Kabupaten Bengkalis terdeteksi 3 titik panas, sedangkan Kabupaten Indragiri Hilir, Pelalawan dan Rokan Hilir masing-masing 2 titik.
Hotspot juga terpantau masing-masing 1 titik di Kabupaten Kampar, Rokan Hulu dan Kota Dumai.
Secara keseluruhan, sebaran hotspot di Riau mencakup Kabupaten Bengkalis sebanyak 3 titik, Indragiri Hilir 2 titik, Indragiri Hulu 22 titik, Kampar 1 titik, Kuantan Singingi 4 titik, Pelalawan 2 titik, Rokan Hilir 2 titik, Rokan Hulu 1 titik, Siak 4 titik, serta Kota Dumai 1 titik.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keberadaan titik panas dapat menjadi salah satu indikator adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama ketika didukung kondisi cuaca yang kering dan angin yang cukup kencang.
Masyarakat, khususnya di wilayah yang terdeteksi memiliki hotspot, diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu meluasnya kebakaran.