PEKANBARU - Langit Pulau Sumatera kembali dihadapkan pada ancaman krisis kabut asap pekat.
Data terbaru yang dirilis pada Kamis (10/9/2026) sore menunjukkan lonjakan tajam titik panas (hotspot) yang mengindikasikan darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 1.179 titik api mengepung sembilan provinsi, memicu pertanyaan kritis terkait efektivitas langkah mitigasi yang selama ini digembar-gemborkan.
Provinsi Riau, yang memiliki rekam jejak panjang terkait bencana asap, kini berada di fase siaga dengan temuan 123 titik panas.
Ironisnya, ancaman terbesar justru terpusat di satu wilayah. Kabupaten Inhu meledak menjadi episentrum Karhutla di Bumi Lancang Kuning dengan sumbangan dominan mencapai 100 titik panas.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menegaskan bahwa kondisi ini harus segera disikapi dengan tindakan penanggulangan yang agresif sebelum eskalasi api meluas dan kabut asap melumpuhkan aktivitas publik.
"Hingga Kamis sore, satelit mendeteksi lonjakan tajam hingga 1.179 titik panas di wilayah Sumatera," ucap Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine.
"Untuk Riau sendiri, angka 123 titik pantauan ini wajib menjadi alarm keras bagi tim satgas darat maupun udara. Khususnya di wilayah Inhu yang mendominasi temuan titik panas hari ini," sambungnya.
Lebih lanjut, jika dibedah secara regional, Sumatera Selatan memegang rapor merah sebagai penyumbang titik panas terburuk se-Sumatera dengan 721 titik.
Disusul oleh Bangka Belitung dengan 124 titik, kemudian Riau di posisi ketiga dengan 123 titik.
Sisa titik panas di Pulau Sumatera tersebar di Provinsi Lampung 90 titik, Jambi 89 titik, Kepulauan Riau 22 titik, Sumatera Utara 5 titik, Sumatera Barat 4 titik, dan Bengkulu yang terpantau hanya memiliki 1 titik panas.
Sementara itu, untuk distribusi detail di Provinsi Riau, di luar Inhu yang menyumbang 100 titik, sisa hotspot terpantau menyebar dalam skala lebih kecil.
Inhil mencatat 9 titik panas, disusul Kepulauan Meranti 6 titik, Bengkalis 5 titik, Pelalawan 2 titik, dan Kampar 1 titik.