PATI - Ratusan siswa dan guru dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati, Jawa Tengah (Jateng), diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Menyikapi kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati langsung menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan penetapan status KLB dilakukan untuk memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan kesehatan secara maksimal.
"Karena menyangkut keselamatan korban dan (jumlah penderita ratusan) kasus tersebut masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB)," katanya dikutip detikJateng, Kamis (10/9/2026).
Menurut Chandra, kondisi tersebut juga memungkinkan pemerintah daerah menggunakan belanja tidak terduga untuk membiayai penanganan dalam situasi darurat. Langkah itu dinilai penting karena kasus menyangkut keselamatan ratusan warga sekolah.
"Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan serta memastikan kondisi mereka terus terpantau," jelas dia.
Hingga Kamis pagi, sekitar 45 siswa masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit. Mereka merupakan bagian dari ratusan siswa dan guru yang sebelumnya mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Chandra mengatakan para siswa tersebut masih menjalani perawatan di RSUD Soewondo dan RS Mitra Bangsa.
"Totalnya 45 siswa yang masih dirawat inap di rumah sakit," ujarnya.
Pemkab Pati, lanjut Chandra, masih melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban. Pemerintah daerah juga mengawal investigasi guna memastikan penyebab kejadian berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.
"Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi," jelas Chandra.
Chandra turut menyampaikan permintaan maaf kepada para orang tua siswa dan masyarakat Pati atas kejadian tersebut. Ia memastikan pemerintah daerah akan berupaya agar seluruh korban segera mendapatkan penanganan.
"Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Pati, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Pati," jelas Chandra.
Sebelumnya, dugaan keracunan terjadi di dua sekolah yang berada di Kecamatan Gembong, yakni SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati.
Di SMP Negeri 1 Gembong, sebanyak 103 siswa dan 13 guru dilaporkan mengalami mual dan diare. Sementara di MTs Negeri 3 Pati, terdapat 127 siswa dan 30 guru yang mengalami keluhan serupa setelah menyantap MBG.
Dengan jumlah korban yang mencapai ratusan, Pemkab Pati kini memprioritaskan penanganan kesehatan para korban sekaligus menunggu hasil investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.Kalau ingin dibuat lebih tajam untuk portal berita, judul nomor 3 paling kuat karena langsung menonjolkan angka 45 siswa yang masih dirawat dan tetap menarik perhatian pembaca.