www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Siap-siap Potong Tunjangan! DPRD Riau Beri Ultimatum Pejabat yang Malas Gali Potensi Pajak
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Pendidikan Membuka Jalan bagi Perempuan Orang Rimba Menuju Perguruan Tinggi
Selasa, 01 September 2026 - 18:40:29 WIB
Perempuan dari komunitas Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi yang menempuh pendidikan tinggi di Kota Jambi (foto/ist)
Perempuan dari komunitas Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi yang menempuh pendidikan tinggi di Kota Jambi (foto/ist)

JAMBI — Melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dulu menjadi sesuatu yang sulit dibayangkan bagi sebagian anak Orang Rimba, terutama perempuan yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan kesempatan untuk menentukan pilihan masa depan. Kini, kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi mulai terbuka bagi generasi muda Orang Rimba.

Desi dan Kurnia adalah dua perempuan dari komunitas Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi yang menempuh pendidikan tinggi di Kota Jambi. Desi masih berkuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi, sementara Kurnia telah menyelesaikan pendidikan di Politeknik Kesehatan Jambi. Keduanya mendapat dukungan pendidikan dari PT Sari Aditya Loka (SAL).

“Saya bangga menjadi anak Rimba. Saya ingin terus sekolah supaya bisa meraih cita-cita, membanggakan orang tua, dan menjadi contoh bagi adik-adik saya. Saya juga ingin suatu hari kembali dan membantu anak-anak di komunitas saya belajar,” kata Desi.

Desi merupakan anak sulung dari empat bersaudara. Kedua orang tuanya hanya mengenyam pendidikan hingga sekolah dasar. Kondisi itu menjadi salah satu alasan Desi bertekad melanjutkan pendidikan, sekaligus menjadi contoh bagi adik-adiknya.

Bagi Desi, pendidikan bukan hanya soal sekolah. Ia melihat masih ada anak perempuan di komunitasnya yang memilih menikah daripada melanjutkan pendidikan. Karena itu, kesempatan mengenyam pendidikan lebih tinggi menjadi jalan yang ingin ia perjuangkan.

Keputusan untuk merantau ke Kota Jambi juga tidak mudah. Desi harus meninggalkan keluarga dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Namun, keinginan untuk terus sekolah membuatnya bertahan hingga kini.

Kisah Kurnia tidak jauh berbeda. Perempuan 20 tahun asal Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, itu sejak sekolah dasar telah bercita-cita menjadi tenaga kesehatan.

Ketika menyampaikan keinginannya melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan, Kurnia sempat menghadapi keraguan dari orang-orang di sekitarnya. Kekhawatiran mengenai biaya dan kehidupan di Kota Jambi juga sempat membuatnya bimbang.

“Ketika saya tahu bisa melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan, saya sangat bersyukur. Awalnya saya juga sempat ragu karena harus tinggal jauh dari keluarga dan memikirkan biaya hidup. Tapi saya ingin terus mencoba karena saya ingin mewujudkan cita-cita sejak kecil,” kata Kurnia.

Perjalanan Kurnia di bangku kuliah kini telah berakhir. Ia menjalani sidang tugas akhir pada Juni lalu dan dinyatakan lulus. Sambil menunggu prosesi wisuda yang direncanakan pada Oktober, Kurnia mulai menatap langkah berikutnya untuk mewujudkan cita-citanya menjadi tenaga kesehatan.

Kisah Desi dan Kurnia menunjukkan bahwa akses pendidikan bagi generasi Orang Rimba mulai bergerak lebih jauh. Tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana membuat anak-anak mengenal sekolah, tetapi juga bagaimana membuka jalan agar mereka dapat bertahan dan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Perjalanan itu tidak berlangsung sendiri. Di balik keberanian Desi dan Kurnia meninggalkan komunitas dan menempuh pendidikan di Kota Jambi, ada dukungan yang membantu keduanya menghadapi berbagai kebutuhan selama berada di perantauan.

Dukungan tersebut salah satunya datang dari PT Sari Aditya Loka (SAL) di Jambi, yang menjalankan pendampingan pendidikan bagi komunitas Orang Rimba melalui pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik sosial dan budaya mereka.

Hingga 2026, PT SAL telah mendukung lima anak Orang Rimba untuk menempuh pendidikan tinggi, terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan. Satu anak lainnya telah menyelesaikan pendidikan dan bergabung dalam kepolisian.

Desi dan Kurnia menjadi dua perempuan yang mendapat dukungan tersebut. Bagi keduanya, dukungan itu membantu mereka menjalani pendidikan jauh dari keluarga, termasuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan kehidupan selama berada di perantauan.

Pendampingan pendidikan PT SAL juga dilakukan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Sepanjang 2025, sebanyak 421 anak Orang Rimba dari tujuh rombongan dan 14 sub-rombong mendapat akses pendidikan melalui 13 PKBM, dukungan 16 tenaga pengajar, serta beasiswa untuk jenjang PAUD hingga perguruan tinggi.

Bagi PT SAL, pendidikan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dasar membaca dan menulis, tetapi juga membuka kesempatan bagi generasi muda Orang Rimba memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pilihan masa depan yang lebih luas. Pendekatan tersebut mempertimbangkan karakteristik sosial dan budaya masyarakat Orang Rimba agar akses pendidikan dapat berlanjut hingga jenjang yang lebih tinggi.

Desi dan Kurnia kini berada di tahap yang berbeda. Kurnia telah menyelesaikan pendidikan tingginya dan bersiap memasuki dunia kerja, sementara Desi masih melanjutkan perkuliahan dengan cita-cita menjadi pendidik dan kembali berkontribusi melalui pendidikan bagi anak-anak di komunitasnya.

Bagi keduanya, pendidikan bukan sekadar jalan menuju gelar. Dari kampung halaman ke ruang kuliah di Kota Jambi, perjalanan Desi dan Kurnia menunjukkan bahwa ketika akses pendidikan terbuka, anak perempuan Orang Rimba memiliki ruang yang lebih luas untuk menentukan masa depannya sendiri. (rls)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
TPP ASN di bakal dipotong.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Siap-siap Potong Tunjangan! DPRD Riau Beri Ultimatum Pejabat yang Malas Gali Potensi Pajak
Veda Ega.(foto: int)Petaka Lintasan Licin Aragon: Veda Ega Pratama Petik Pelajaran Berharga Menuju Misano
Lanal Dumai bongkar jalur ilegal Malaysia-Dumai, belasan penumpang gelap ditangkap.(foto: bambang/halloriau.com)Lanal Dumai Sergap 16 WNA & PMI Ilegal dari Malaysia
Seorang nelayan di Inhil bertahan di atas pohon menghindari buaya.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Selamat dari Terkaman Buaya di Inhil, Arbain Bertahan 6 Jam di Atas Pohon
PT Inti Indosawit Subur membagikan 2.900 masker gratis kepada warga Pangkalan Kerinci, Pelalawan, di tengah menurunnya kualitas udara akibat kabut asap.Peduli Kesehatan Masyarakat, PT Inti Indosawit Bagikan Ribuan Masker di Pangkalan Kerinci
  DPRD Riau sentil Pemprov soal aset daerah yang tak bertuan.(ilustrasi/AI/halloriau.com)"Harta Karun" Riau yang Mangkrak: DPRD Ungkap Biang Kerok Defisit APBD 2026
Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi.(foto: barkah/halloriau.com)Bukan Cuma Sawit, Ini Sektor Krusial yang Bikin Ekonomi Riau Kuat
BPS Riau sebut NTP pada agustus 2026 naik.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Harga Kebutuhan Naik, Kantong Petani Riau Tetap Tebal di Agustus 2026! Ini Buktinya
Kepala KPw BI Riau, Panji Achmad.(foto: barkah/halloriau.com)Tinggalkan Ekspor Mentah, Ini 'Senjata Rahasia' Riau Bikin Ekonomi Meroket di 2026
Harga TBS sawit mitra swadaya di Riau naik pekan ini.(ilustrasi/AI/halloriau.com)CPO Lesu Tak Bikin Buntung! Harga Sawit Mitra Swadaya Riau Tembus Rp3.884 Berkat Tuah Kernel
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved