www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Siap-siap Potong Tunjangan! DPRD Riau Beri Ultimatum Pejabat yang Malas Gali Potensi Pajak
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Pakar Minta Satgas Migas Riau Dioptimalkan, Penyelesaian Masalah Daerah Harus Efisien
Selasa, 01 September 2026 - 18:31:27 WIB
Ilustrasi optimalisasi Satgas Migas Riau harus efisien (foto/int)
Ilustrasi optimalisasi Satgas Migas Riau harus efisien (foto/int)

PEKANBARU - Koordinasi yang dilakukan antara PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan daerah dinilai positif oleh pakar ekonomi Profesor Hamid Paddu.

Termasuk lewat optimalisasi peran Satgas Dukungan Operasional Kegiatan Migas Provinsi Riau, sebagai salah satu keputusan penting Focus Group Discussion (FGD), yang digelar PHR bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas) dan Polda Riau (6/8/2026).

Menurut Hamid, koordinasi bisa mempercepat penyelesaian masalah kedaerahan yang bisa mengganggu operasional blok migas. Hanya saja dia mengingatkan agar koordinasi dilakukan dengan efisien dan tidak menimbulkan biaya yang bisa membebani perusahaan. 

“Berbagai aktivitas yang berkaitan dengan daerah tentu perlu koordinasi, karena persoalan tanah, persoalan ketenagakerjaan, dan sebagainya terkait di lokal. Tetapi sifatnya koordinasi dan tidak menimbulkan birokrasi tambahan dan tidak (boleh) menimbulkan biaya. Jika demikian, memang baik karena akan cepat menyelesaikan masalah kedaerahan yang mengganggu jalannya operasi Blok Rokan,” sebut guru besar Universitas Hasanuddin tersebut.

Namun, lanjutnya, jika menimbulkan biaya maka usaha tersebut menjadi tidak efisien. “Karena akan menjadi pola untuk memberikan cost atau biaya yang tidak perlu,” katanya.

Menurut Hamid, berbagai sinergi dan koordinasi memang positif, termasuk optimalisasi peran Satgas sebagai wadah koordinasi lintas instansi. Di antaranya, dalam menangani persoalan pertanahan dan melindungi BMN Hulu Migas, khususnya dalam memfasilitasi mediasi atas kasus perusakan, penyerobotan, atau penguasaan tanpa hak terhadap BMN Hulu Migas.

Hamid menambahkan, sinergi dan koordinasi lintas instansi tersebut berkaitan dengan makna desentralisasi. Dalam konteks demikian, meski Blok Rokan bersifat nasional namun daerah tetap memiliki kewenangan, baik dari sisi Pemda maupun aparat hukum daerah.

“Jadi kalau koordinasi, untuk kebaikan kebijakan silakan, sah-sah saja. Dan buktikan bahwa koordinasi yang dilakukan profesional, benar-benar berada pada tugas kewenangan masing-masing lembaga, sehingga tidak perlu menimbulkan biaya,” sebutnya.

Sebelumnya (6/8), FGD mempertemukan aparat penegak hukum, pemerintah, regulator, akademisi, dan pemangku kepentingan. FGD bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai penyelesaian berbagai persoalan pertanahan yang berpotensi menghambat kegiatan operasional hulu migas, khususnya pada aset Barang Milik Negara (BMN).

Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas ilegal di atas BMN Hulu Migas telah menimbulkan berbagai gangguan terhadap kegiatan operasi PHR. Di antaranya praktik perambahan liar, klaim tanah ulayat yang tidak memiliki dasar hukum yang memadai, transaksi jual beli lahan secara ilegal, penerbitan dokumen pertanahan yang tumpang tindih, pembalakan liar, hingga gangguan akses di kawasan hutan

Berbagai aktivitas tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur, terganggunya jaringan listrik, hilangnya potensi produksi migas, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Untuk meminimalkan kerugian yang lebih besar, aparat penegak hukum melakukan berbagai langkah penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. (rls)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
TPP ASN di bakal dipotong.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Siap-siap Potong Tunjangan! DPRD Riau Beri Ultimatum Pejabat yang Malas Gali Potensi Pajak
Veda Ega.(foto: int)Petaka Lintasan Licin Aragon: Veda Ega Pratama Petik Pelajaran Berharga Menuju Misano
Lanal Dumai bongkar jalur ilegal Malaysia-Dumai, belasan penumpang gelap ditangkap.(foto: bambang/halloriau.com)Lanal Dumai Sergap 16 WNA & PMI Ilegal dari Malaysia
Seorang nelayan di Inhil bertahan di atas pohon menghindari buaya.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Selamat dari Terkaman Buaya di Inhil, Arbain Bertahan 6 Jam di Atas Pohon
PT Inti Indosawit Subur membagikan 2.900 masker gratis kepada warga Pangkalan Kerinci, Pelalawan, di tengah menurunnya kualitas udara akibat kabut asap.Peduli Kesehatan Masyarakat, PT Inti Indosawit Bagikan Ribuan Masker di Pangkalan Kerinci
  DPRD Riau sentil Pemprov soal aset daerah yang tak bertuan.(ilustrasi/AI/halloriau.com)"Harta Karun" Riau yang Mangkrak: DPRD Ungkap Biang Kerok Defisit APBD 2026
Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi.(foto: barkah/halloriau.com)Bukan Cuma Sawit, Ini Sektor Krusial yang Bikin Ekonomi Riau Kuat
BPS Riau sebut NTP pada agustus 2026 naik.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Harga Kebutuhan Naik, Kantong Petani Riau Tetap Tebal di Agustus 2026! Ini Buktinya
Kepala KPw BI Riau, Panji Achmad.(foto: barkah/halloriau.com)Tinggalkan Ekspor Mentah, Ini 'Senjata Rahasia' Riau Bikin Ekonomi Meroket di 2026
Harga TBS sawit mitra swadaya di Riau naik pekan ini.(ilustrasi/AI/halloriau.com)CPO Lesu Tak Bikin Buntung! Harga Sawit Mitra Swadaya Riau Tembus Rp3.884 Berkat Tuah Kernel
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved