PEKANBARU – Kabut asap kembali dikeluhkan warga Kota Pekanbaru, Selasa (1/9/2026). Kondisi udara yang kabur terasa mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pada pagi hari ketika orang tua mulai mengantar anak ke sekolah.
Minimnya peluang hujan di Kota Pekanbaru membuat warga khawatir kabut asap akan kembali bertahan. Keluhan juga muncul karena sejumlah anak sekolah dasar sudah kembali menjalani pembelajaran tatap muka.
Lisa, warga Rumbai Barat, mengatakan kabut asap masih terlihat saat dirinya mengantar anak ke sekolah pada Selasa pagi. Kondisi tersebut bahkan membuat matanya terasa perih.
“Iya nih, tadi antar anak sekolah kabut asapnya masih ada. Soalnya bikin perih mata,” ujar Lisa, Selasa (1/9/2026).
Menurut Lisa, kondisi seperti ini membuat masyarakat kembali khawatir, terutama bagi anak-anak yang harus beraktivitas di luar rumah untuk pergi dan pulang sekolah.
Ia berharap pemerintah kembali mengambil langkah untuk mengantisipasi kabut asap, salah satunya dengan melakukan modifikasi cuaca agar hujan turun di wilayah Pekanbaru.
“Kalau bisa pemerintah kembali melakukan modifikasi cuaca. Kami berharap ada hujan supaya kabut asap ini bisa hilang,” katanya.
Lisa menilai turunnya hujan sangat dibutuhkan saat ini. Selain dapat membantu mengurangi kabut asap, hujan juga diharapkan membuat kondisi udara lebih nyaman bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang sudah kembali bersekolah secara tatap muka.
Sementara itu, Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Gita DS, menyampaikan kondisi cuaca di Pekanbaru pada Selasa masih didominasi udara kabur hingga berawan.
“Untuk pagi hari, kondisi cuaca di Pekanbaru diprakirakan udara kabur hingga berawan. Berdasarkan pantauan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti,” ujar Gita DS, Selasa (1/9/2026).
Memasuki siang hari, kondisi udara kabur hingga berawan masih berpotensi terjadi. Sementara pada sore hingga malam hari, cuaca di Pekanbaru juga diprakirakan masih kabur hingga berawan.
“Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi pada sore hingga malam hari di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis dan Kota Dumai,” jelasnya.
Adapun suhu udara di wilayah Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 50 hingga 97 persen.
Sementara itu, angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 10 hingga 30 kilometer per jam.
“Untuk peringatan dini cuaca, nihil,” kata Gita.
Di wilayah perairan Provinsi Riau, kondisi gelombang juga relatif rendah. Tinggi gelombang diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.
Kondisi cuaca yang minim hujan di Pekanbaru membuat kabut asap masih menjadi perhatian warga. Masyarakat berharap hujan segera turun agar udara kembali bersih dan aktivitas, termasuk kegiatan sekolah, dapat berlangsung dengan lebih nyaman.