PEKANBARU – Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali meningkat. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru pada Jumat (28/8/2026) sore, terdeteksi 1.339 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine mengatakan, Provinsi Riau menyumbang 174 titik panas, menjadikannya salah satu daerah dengan jumlah hotspot tertinggi di Sumatera.
"Total titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera pada Jumat sore mencapai 1.339 titik. Untuk Provinsi Riau terpantau sebanyak 174 titik," kata Mari Frystine.
Dari seluruh provinsi di Sumatera, Sumatera Selatan masih menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 883 titik.
Disusul Riau sebanyak 174 titik, Jambi 113 titik, Lampung 72 titik, Bangka Belitung 71 titik, Aceh 13 titik, Sumatera Utara 5 titik, Kepulauan Riau 4 titik, serta Bengkulu dan Sumatera Barat masing-masing 2 titik.
Di Provinsi Riau, sebaran hotspot paling banyak berada di Kabupaten Pelalawan dengan 90 titik.
Selanjutnya Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 45 titik, Bengkalis 12 titik, Siak 11 titik, Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu masing-masing 5 titik, Rokan Hilir 3 titik, Rokan Hulu 2 titik, serta Kota Dumai 1 titik.
Data ini menjadi salah satu indikator yang digunakan BMKG dalam memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga memerlukan kewaspadaan dari seluruh pihak, terutama di daerah yang mencatat jumlah hotspot tinggi.