PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru memburuk pada Kamis (20/8/2026). Konsentrasi partikulat halus PM2.5 terpantau berada di atas angka 150, yang masuk kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut mendorong Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Wilayah Riau meminta masyarakat meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Sekretaris PDPI Wilayah Riau, dr Indra Yovi Sp(K) mengatakan, kondisi udara yang kurang baik bukan berarti warga harus sepenuhnya menghentikan aktivitas di luar rumah. Namun, perlindungan terhadap saluran pernapasan perlu menjadi perhatian utama.
Menurutnya, penggunaan masker medis dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi paparan partikel debu dan asap yang masuk ke sistem pernapasan.
"Hal ini perlu dilakukan sebagai proteksi saluran napas dari paparan kabut asap yang bisa menimbulkan keluhan sesak napas, batuk, dan nyeri tenggorokan," kata dr Indra Yovi.
Indra Yovi menjelaskan, penurunan kualitas udara di kawasan perkotaan biasanya lebih terasa pada pagi hari.
Paparan asap dan partikulat di udara dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan pada saluran pernapasan, terlebih ketika masyarakat melakukan aktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan.
Karena itu, warga yang tetap harus bekerja atau melakukan kegiatan di luar rumah disarankan menggunakan masker dan mengurangi paparan langsung terhadap udara yang tercemar.
Selain perlindungan dari luar, menjaga kondisi tubuh juga penting. PDPI Riau menganjurkan masyarakat mencukupi kebutuhan cairan dengan rutin mengonsumsi air putih.
Asupan cairan yang memadai diperlukan untuk membantu mencegah dehidrasi sekaligus menjaga kelembapan tenggorokan yang dapat mengalami iritasi akibat paparan asap.
"Masyarakat kami imbau untuk dapat menjaga kesehatan, seperti minum air putih yang cukup, serta makan makanan yang sehat dan bergizi," ujar Indra.
Perhatian lebih besar diberikan kepada kelompok rentan. Lansia serta masyarakat yang memiliki penyakit saluran pernapasan atau penyakit paru kronis dinilai memiliki risiko lebih tinggi ketika kualitas udara memburuk.
PDPI Riau menyarankan kelompok tersebut membatasi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara berada pada level tidak sehat.
"Kelompok rentan seperti lansia, mereka yang memiliki penyakit paru sebaiknya menghindari aktivitas di luar rumah," pungkasnya.