PEKANBARU – Sebaran titik panas (hotspot) di Provinsi Riau kembali mengalami peningkatan pada Jumat (7/8/2026) sore.
Berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru, tercatat sebanyak 72 hotspot terdeteksi di sejumlah kabupaten dan kota di Riau, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten Rokan Hilir dan Bengkalis.
Sementara itu, secara keseluruhan di Pulau Sumatera terpantau 240 titik panas yang tersebar di beberapa provinsi.
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi sebanyak 74 titik, disusul Riau 72 titik dan Jambi 53 titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy mengatakan, hasil pemantauan satelit pada Jumat sore menunjukkan aktivitas hotspot masih cukup tinggi di sejumlah wilayah Sumatera.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera pada Jumat (7/8/2026) sore terpantau sebanyak 240 titik," ujar Putri Santy.
Di Provinsi Riau, sebaran hotspot tercatat berada di sembilan kabupaten dan satu kota. Kabupaten Rokan Hilir menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 23 titik, disusul Bengkalis sebanyak 14 titik dan Pelalawan sebanyak 12 titik.
Adapun rincian sebaran hotspot di Riau meliputi Kabupaten Bengkalis 14 titik, Kampar 1 titik, Kuantan Singingi 2 titik, Pelalawan 12 titik, Siak 2 titik, Rokan Hulu 4 titik, Rokan Hilir 23 titik, Indragiri Hilir 4 titik, Indragiri Hulu 6 titik, serta Kota Dumai 4 titik.
Sementara itu, distribusi hotspot di tingkat provinsi di Pulau Sumatera terdiri atas Sumatera Selatan 74 titik, Riau 72 titik, Jambi 53 titik, Lampung 14 titik, Bangka Belitung 12 titik, Sumatera Utara 11 titik, dan Kepulauan Riau 4 titik.
Data hotspot ini menjadi salah satu indikator awal yang digunakan untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meski demikian, keberadaan hotspot belum dapat dipastikan sebagai titik api dan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut melalui pemantauan lapangan.